Novel 'White Shadow' merupakan novel Fantasi yang digemari banyak remaja sekarang.Novel itu sangat buming hingga aku penasaran bagaimana alur cerita novel tersebut, aku pun membeli dan membacanya. Novel ini menceritakan tentang Komplikasi antar Kekaisaran Charles dan Faksi anti kekaisaran.
Dinovel tersebut Kaisar memiliki dua anak laki laki, Putra pertamanya yaitu Putra Mahkota yang mencolok itu adalah Seorang yang jenius dan ahli berpedang juga bela diri, ia terbilang satu satunya yang paling hebat di Kekaisaran. Sosoknya sebagai Putra Mahkota mendapat banyak berkah yang berlimpah pada dirinya sendiri.
Kaisar Kaisar sebelunya dan sekarang yang baik hati, membuat celah di salah kepemimpinannya yaitu adanya Faksi anti Kekaisaran, dulu nya Faksi itu masih di perbolehkan karena tidak menggangu ke tentraman, namun akibat kematian Pangeran kedua yang di sebabkan oleh Kutukan yang diketahui itu berasal dari orang faksi anti kekaisaran.
Faksi itu akhirnya menjadi bahan pemburuan kekaisaran, namun Faksi itu terus melakukan tindak jahat kepada kekaisaran dibalik kegelapannya, sampai sekarang mereka sulit ditangkap dan tetap diburu.
Novel yang dipenuhi Drama dan pertumpahan darah dibumbui sedikit adegan romantis. Kisah sang Putra Mahkota yang berusaha mempertahankan Kekaisaran yang ia cintai.
Cerita yang sangat populer di kalangan remaja, apalagi remaja pria pada umumnya, makanya aku membacanya. Walau sekarangaku sudah memasuki usia dewasa aku tak peduli dengan itu, Karena memang dasar aku ini sampah masyarakat, yang sama sekali tidak dihiraukan oleh mereka.
Aku tak punya orang tua, ataupun pacar. Teman hanya sesekali jika perlu atau saling memerlukan, selebihnya aku hanya melakukan hal hal untuk bertahan hidup di dunia yang segalanya adalah uang.
Tidak ada waktu untukku berfoya foya seperti orang lain. Selebihnya jika ada waktu luang aku akan membaca manga atau novel yang cocok dengan ku, keseharian ku hanya seperti itu hanya melengkapi kebutuhan dan sedikit menuangkan hasrat.
Dulu walaupun aku masih berumur enam belas tahun aku sudah bekerja di sebuah restoran sepulang sekolah, pulang larut malam dan menyisahkan waktu untuk mengerjakan tugas sekolah baru tidur. Semua kulakukan untuk bisa hidup kalau tidak aku tidak ingin melakukannya.
Tidak punya pacar, walau sedikit rupawan aku tidak memilikinya, hanya wajah mana ada yang mau apa lagi diumur segini pasti udah pada mau mikir yang mapan, nah aku yang kaya papan ini bisa apa.
Aku juga sedikit mengikuti kursus bela diri, bisa dibilang untuk jaga jaga di dunia yang kejam ini. Hari ini saja sudah jam setengah sebelas malam, aku baru saja selesai dari pekerjaan ku sekarang aku sedang dalam perjalan pulang.
Perjalanan pulang yang membosankan dan berhawa horor karena jalannya sangat sepi karena sudah larut untungnya jarak rumahku masih bisa di tempuh dengan berjalan kaki.
Aku berjalan santai. "Sangat sep-" aku refleks menengok kebelakang terdengar seorang berlari sangat cepat menuju kesini seperti akan menerkam ku.
Srekk..
Refleksku yang kalah cepat dengan orang itu. "Akh" lirih ku saat mendapatkan sebuah pisau sudah menancap di bagian belakang tubuhku, aku lemas dan terjatuh begitu saja.
Tubuhku lemas sekali rasanya dan ini cukup memalukan padahal ikut kursus agar kejadian seperti ini bisa ditangani, apa apaan ini menusuk dari belakang terlihat tidak adil.
Preman itu merapa saku celana ku. "Apa ini, dasar Miskin!, Ga ada uang sepeserpun!" Kesal preman itu.
Dia merasa kesal, lagi pula mana ada uang sekarang, karena sekarang akhir bulan makanya aku belum mendapat gajiku. Sialnya mereka salah merampok orang, kalau mau merampok itu sama orang yang kaya, orang yang kayaku ini dirampok.
Preman itu pun langsung pergi setelah membongkar isi dompet ku, untungnya kartu atm ku tidak kubawa, tapi sekarang apa untungnya kemungkinan aku akan mati kehabisan darah dalam kegelapan dengan sendirian.
Aku akan mati sekarang jadi uang yang aku kumpulin dengan susah payah, aku jadi tidak bisa menikmati hasilnya . Aku pun tersenyum hambar, kematianku saja ditempat yang gelap seperti ini.
Hahaha!
Apa dewa sangat membenci ku sampai harus seperti ini?.
Aku ini pria yang menyedihkan sekali.
Aku mulai tak mendengar suara sedikit pun, bahkan suara angin pun begitu.
Ngantuk!
Aku mengantuk!.
........
'Apa ini?.'
Kesadaraan ku kembali pulih secara perlahan , namun tubuhku terasa lebih ringan dari sebelumnya. Aku pun membuka kan mata ku perlahan "Dimana ini?" Aku menatap kearah berbagai sudut ,merasa aneh dengan hal ini.
Seluruh instalasi otakku seperti bekerja dengan keras berusaha memahami yang kulihat disini, tidak seperti rumah sakit. "Neraka?, Surga, tidak terlihat seperti itu!" Tappi aku juga belum pernah melihat itu sebelumnya.
Aku masih terkejut dan kebingungan, di tempat ini sekarang aku pun memutuskan untuk turun dari tempat yang terkihat seperti kasur itu, itu memang kasur.
Aku menatap sekeliling sekali lagi "Terus ini dimana?, sepertinya masih di bumi, tapi ini terlalu mewah seratus persen berbalik dengan kamarku, apa tadi itu hanya mimpi?, Enggak jelas jelas aku sudah mati tadi!".
"Mati?,Mewah?, cermin!, Mana cermin!!, Itu dia!" setelah menyadari sesuatu aku pun pergi menuju cermin di kamar ini.
Sekarang aku berhadapan dengan cermin, entah kenapa secara refleks aku mencari cermin "Anak kecil?, Siapa dia?" Merasa kebingungan karena saat aku bercermin yang terpantul adalah tubuh anak laki laki.
Aku sedikit monoleh mendengar pintu kamar terbuka menandakan seseorang masuk kamar ini "Anu-" Aku bertanya pada wanita yang membuka pintu, tapi raut wajahnya sangat terkejut.
"Pangeran!!" Seorang wanita yang memakai baju pelayan itu berteriak dan spontan membuatku kebingungan.
Dia menyebut Pangeran sambil menunjuk kearahku, aku dibuat kebingungan mengapa aku dipanggil pangeran, ini sangat aneh.
Wanita itu mendekat, ia memegang kedua pundakku. "Pangeran sudah sadar!!, Dokter mana, dokter!!". Setelah itu wanita pelayan menjauh dari ku sambil berteriak histeris, tapi yang seharusnya berteriak histeris itu aku bukan dia.
Namun tidak berselang lama. "Alex!!" Seorang laki laki yang sedikit lebih tua dari pangeran ini dengan mendobrak pintu kamar.
Dia terlihat terkejut namun seperti akan menangis "Ka-kamu!!" Lirihnya saat melihatku lalu langsung memeluk ku. Aku mendengar beberapa orang dari luar kamar seperti berlari kearah sini. "Alex!!" Teriak sepasang kekasih yang tiba tiba datang ke kamar ini entah dari mana.
Sedari tadi aku sedikit mengingat nama Alex yang terdengar tidak asing di telingaku, aku bertanya tanya pada diriku sendiri dimana aku pernah mendengar nama itu.
Mereka secara bersamaan memeluk ku dengan erat sampai aku kehabisan nafas, secara tubuhku ini sangat kecil jika diapit oleh tiga orang secara bersamaan. Kemudian aku melihat seorang pria yang cukup tua berada di depan pintu. "Pangeran!!, Anda-" teriak Pria itu yang terhenti saat melihat mereka sedang memeluku.
"Dokter Patt cepat periksa Alex!" Perintah anak kecil yang lebih tua dari ku itu. "Baik Putra Mahkota!" Balasnya lalu memberi hormat dan berjalan arah ku.
Putra Mahkota??!!.
Aku kebingungan, sepertinya aku sedang berfantasi. "Periksa dia dengan baik Patt!!" Tekan pria yang memelukku tadi, dia terlihat seperti orang tua dari tubuh ini.
"Baik yang mulia Kaisar" jawabnya setelah memberi hormat.
Ka-kaisar?!??!
Hilang sudah jantungku ini.