Evan membelai punggung Anya, dia berbaring di samping Evan. Setelah tadi diintip atau tepatnya kepergok oleh Ricco mereka pindah ke kamar. Evan menelusuri setiap lekuk tubuh Anya.
Indah sekali, bisiknya.
"Apa?" tanya Anya pelan.
"Kamu."
"Wanita memang makhluk terindah di dunia, bunga saja nomor dua." Anya tertawa geli.
"Apalagi kamu di mataku." Evan menyerang bibir Anya lagi, lidahnya menelusup seluruh kelembutan itu. Mencecap titik-titik yang selalu berhasil membuatnya terbuai. Anya terengah membalasnya.
Anya melingkarkan tangannya di tubuh Evan, menikmati setiap ciuman memabukkan dari lelakinya.
"Ayo pergi." Anya mendesah.
Evan mengangkat wajahnya, parasnya menunjukkan terlihat kekhawatiran. Kemudian Evan menyudahi ciumannya, beringsut dan duduk. Dia menerawang.
"Ada apa?" Any