"Mama lebih rela membiarkan anaknya terpuruk menderita, kandas dalam cinta, kandas dalam karir. Cuma karena bayangan masa lalu yang buruk." Anya berkata sambil memotong sayuran, dia sudah tak peduli kalau mama marah padanya. Mama tetap bersikeras tidak mau membiarkan dia kembali dengan Evan, Evan seorang yang memiliki harga diri tinggi selalu merendah demi dia, datang tiap hari hanya untuk diacuhkan. Sebenarnya apa yang Evan lihat dari dia? Miris! Anya ingin berteriak, meminta Evan mencari wanita lain saja, dia tak tahan memandang Evan lagi saat ini.
"Kamu tidak akan mengerti," sahut mamanya.
"Orang tua selalu begitu, mereka memandang sebelah mata pada yang lebih muda. Seakan yang lebih muda kekurangan pengalaman, sedang mereka beranggapan telah cukup lama makan asam garam kehidupan."
"