Pagi ini senja cukup bersemangat untuk berangkat kerja apa lagi hari ini adalah hari yang sudah ia tunggu-tunggu.
" Selamat pagi Dokter senja " Sapa Intan
" Pagi juga Dokter intan, Bagaimana semalam lancar jaga nya? " Tanya Senja
" Ya begitulah kira-kira seperti malam-malam sebelumnya " jawab Intan sambil terkekeh
" Semangat ya, bukannya kamu lanjut tugas pagi juga? "
" Kamu benar, dan itu membuat kepalaku ingin pecah " Keluh Intan yang merasa ingin pecah kepalanya
" Hahhaha... sabar Dok, ini kan akan jadi ladang pahala untukmu " Ucap Senja " Yasudah Aku lanjut keruangan ku dulu " Pamit Senja yang langsung pergi ke ruangannya.
Sesampainya di ruangan, Senja langsung menggunakan jas putih miliknya karena sebentar lagi sudah waktunya untuk memeriksa Pasien
" Selamat pagi Bunda " Sapa Senja sopan
" Pagi juga Dokter " Jawab Ibu yang sedang berbaring di atas brankar
" Aku periksa dulu ya Bunda, Apa jahitannya sudah bagus atau belum? "
" Silahkan Dokter "
Senja langsung menggunakan sarung tangan lalu ia melihat keadaan jahitan yang bekas lahiran kemarin " Jahitannya sudah bagus ini tinggal nunggu beberapa hari lagi jahitannya mengering " Kata Senja
" Dok, agar tidak merasa sakit pakai apa ya? "
" Bunda bisa mengompres nya dengan es batu, itu bisa meringankan rasa sakit dan juga bengkak yang ada di v****a dan Bunda juga bisa memperbanyak minum air putih, Selain makanan bergizi, kebutuhan cairan tubuh juga harus diperhatikan setelah melahirkan normal. Minumlah setidaknya delapan gelas per hari. " Balas Senja
" Oh baiklah Dokter, Saya akan mengikuti saran Dokter "
Setelah memeriksa pasien Senja kembali ke ruangannya karena hari ini akan ada Pasien dari Istri pemilik rumah sakit.
" Sus, Apa sudah ada kabar dari Nyonya muda? " Tanya Senja
" Sudah Dok, katanya beliau akan segera sampai " Jawab Suster itu
" Oh baiklah, kalo begitu aku tunggu di dalam saja " Kata Senja yang langsung masuk kedalam ruangannya
Tok.. tok.. tok...
" Masuk "
" Nyonya Muda silahkan masuk " Kata Suster itu yang mempersilahkan Nyonya muda untuk masuk kedalam ruangan
" Selamat siang Nyonya muda " Sapa Senja Ramah
" Langsung saja kepada intinya jangan terlalu banyak basa basi saya terlalu sibuk untuk itu " Kata Arabella dengan nada dingin
" Baiklah Nyonya " Ucap Senja " Silahkan duduk "
Ara pun duduk di kursi, Ia membuka kaca mata hitam miliknya " Apa ada yang bisa saya bantu? " Tanya Senja
Arabella. Arabella adalah Istri dari Tuan Bisma pemilik rumah sakit sekaligus raja bisnis pertama di negara ini, Pernikahan mereka pun di gelar begitu mewah bahkan sangat mewah, Tuan Bisma benar-benar merayakan pernikahannya.
" Saya mau memeriksa rahim saya "
Senja tersenyum ramah " Baik kalo begitu Mari saya periksa " Ajak Senja meminta Ara untuk membaringkan tubuh di brankar lalu Senja memeriksa apa ada keluhan di dalam rahim Nyonya Muda
Dengan telaten Senja memeriksa Rahim Nyonya muda bahkan Senja juga melakukan USG.
Setelah pemeriksaan selesai Senja pun menjelaskan bahwa rahim Nyonya muda Baik-baik saja bahkan sangat Baik hanya saja Senja menemukan pembengkakan di area v****a bagian dalam mungkin karena terlalu besar atau terlalu lama untuk bermain, maka dari itu senja meminta Nyonya Muda untuk tidak melakukan hubungan badan Sampai pembengkakan itu benar-benar pulih dan sembuh total.
" Nyonya muda, ini saya sudah menyiapkan salep dan juga obat pereda nyeri, Nyonya bisa meminum obat ini sehari tiga kali dan untuk salep nya pun sama " Senja menjelaskan secara rinci Namun Nyonya Muda yang sombong ini malah langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih ataupun membawa obat yang sudah di siapkan oleh Senja
Senja yang melihat itu hanya bisa mengelus d**a " Orang kaya memang suka seenaknya ya Dok " Kata Suster yang ada di sana
" Hus.. nanti beliau dengar " Tegur Senja
" Hehehe.. Maaf dok " Suster itu langsung menutup mulut dan tidak membicarakan Nyonya Muda lagi.
jam sudah menunjukkan makan siang, Senja dan juga Intan mereka berjalan kearah Kantin untuk menikmati makan siang mereka
" Bagiamana Pasien VVIP tadi? " Tanya Intan
" Yang mana? " Tanya Senja
" Nyonya muda sombong" Bisik Intan di telinga Senja
" Oh itu, tidak apa-apa hanya ada kendala saja " Jawab Senja
" Apa Nyonya muda hamil? " Senja langsung menggelengkan kepalanya
" Belom, hanya saja mungkin suami Nyonya Muda terlalu bersemangat makanya Nyonya muda langsung memeriksakannya " Bisik Senja
Intan yang memang memiliki otak ngeres ia langsung membuatkan kedua matanya " Seriusss? "
senja menganggukkan kepalanya " Iyah, Sudah yuk, kita makan. aku sudah lapar " Ajak Senja yang langsung duduk di meja yang kosong lalu menikmati makanan siang miliknya
Sedangkan intan ia malah masih membahayakan bagaimana besarnya milik Tuan muda sehingga Nyonya Muda merasa kesakitan dan memeriksakan kesehatannya.
Setelah makan siang Senja melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.
Beda Halnya dengan Pria paruh baya yang sedang kebingungan mencari pinjaman karena beliau memiliki hutang yang cukup besar kepada Bank
" Mas pokonya aku tidak ingin keluar dari rumah ini, ini salah mu Mas karena sudah menggadaikan rumah ini untuk bermain judi "
" Diam!! apa kau tidak lihat jika aku sedang berfikir Hah!!! " Bentak nya
Sarah terdiam ia takut melihat tatapan dari suaminya itu " Jangan hanya bicara, Kau juga ikut berfikir, Apa kamu tidak sadar jika aku lakukan ini itu untuk kamu untuk kehidupan mewah mu "
" Kenapa sekarang Mas menyalakan Aku, Aku istrimu jadi sudah kewajiban mu untuk memenuhi kebutuhan ku " Kata Sarah yang langsung pergi meninggalkan suaminya.
" Aaaaahhhhhhhh.... "
Ivan Dan juga Sarah adalah paman senja, Om Ivan dan Bibi Sarah cukup matre bahkan senja di jadikan mereka alat untuk mendapatkan uang dengan alasan balas Budi. Om Ivan dan juga Bibi Sarah mereka tidak memiliki anak dan hanya senja lah harapan mereka untuk menyambung hidup Namun di karenakan Om Ivan yang suka judi membuat Om Ivan harus berhutang ke Bank untuk bermain judi dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan Bibi Sarah.
" Aku harus mencari uang kemana lagi " Keluh Om Ivan yang mengacak-acak rambut miliknya " Senja, iya Senja. Harapan ku saat ini hanya senja " Gumam Om Ivan