" Tumben kamu bisa menjengukku, kemana suamimu? " Tanya seorang pria
" Aku merindukan putraku, apa tidak boleh " Jawab si wanita yang sudah duduk
" Yakin hanya merindukan Kevin, dan tidak merindukan ku? " Goda si pria
" Sebenarnya aku juga sudah lama merindukan mu tapi... " Si wanita menghentikan ucapannya karena si pria lebih dulu membungkam mulut si wanita
" Devan "
" Aku merindukan sentuhan mu sayang, aku tau anak kita juga pasti rindu dan ingin di jenguk " Bisik Devan di telinga si wanita
Devan tidak bisa menunggu lama pagi ia benar-benar sudah merindukan sarang mantan kekasihnya itu.
" Ara, apa kamu tidak ingin menikah denganku dan dan meninggalkan pria itu? " Tanya Devan di sela-sela permainan panasnya
" Ku mohon mengertilah " kata Ara yang mulai mengambil alih permainan
" Aaahh.... Kak..."
plak.. Plak...
" Ye..ss.... "
" Kamu memang selalu hebat sayang, tapi jangan terlalu dalam kasian anak kita " Kata Devan
" Tenang saja anak ini kuat ko " Elak Ara yang sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi.
Iya sebenarnya Ara dan Devan sudah berpacaran semenjak kuliah, Devan adalah kakak senior Ara. Mereka saling mencintai namiun takdir berkata lain keluarga Ara tidak setuju hubungannya dengan Devan.
Akhirnya mereka melakukan cinta satu malam, beberapa bulan kemudian Ara di nyatakan hamil karena takut oleh kedua orang tuanya, Ara nekat kabur dari rumah dan pergi bersama Devan
Tiga tahun kemudian Ara kembali ke rumah dan meninggalkan Devan dengan Kevin, Ara memilih untuk kembali ke rumah orangtuanya ketika perusahaan Devan sedang terkena masalah.
Dan baru satu tahun belakangan ini mereka bertemu kembali dan melanjutkan tali kasih yang belum usai.
" Permainan mu selalu nikmat sayang, aku puas " Puji Devan
Ara menggunakan pakaiannya Kemabli lalu ia merapihkan rambut dan juga makeup nya " Ingat saat ini aku sudah memiliki suami, jadi aku minta jangan terlalu sering menelepon ataupun Vidio cal walaupun itu adalah permintaan Kevin, kalo ada waktu aku pasti akan mengunjungi kalian " Kata Ara
" Apa kamu benar-benar ingin melanjutkan hubungan ini tanpa status sayang? Sebentar lagi kita akan memiliki anak ke dua. Mereka pasti menginginkan keluarga yang utuh " Bujuk Devan
" Anak ini anak Bisma, Devan jadi anak ini akan mendapatkan keluarga yang utuh "
" Lalu bagaimana dengan Kevin yang selalu menanyakan kamu, Kevin juga merindukan kamu Ara " Devan benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Ara bisa-bisanya Ara memiliki dua anak darinya tapi tidak menginginkan pernikahan.
" Aku akan tetap akan ada untuknya tapi tidak untuk menjadi ibunya " kata Ara yang langsung pergi meninggalkan Devan.
Brak...
Devan membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya, Devan melampiaskan kekesalannya kepada barang yang ada di dalam kamar.
~BALI
Senja dan juga yang lainnya sudah sampai di salah satu Hotel mewah, mereka akan menginap di hotel ini selama dua hari.
" Gila si boss emang kaya ya " Puji Intan yang begitu antusias melihat kamar yang begitu mewah.
Senja hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu " Jangan katro deh, bukanya setiap tahun kita emang selalu menginap di hotel mewah "
" Kamu benar " Intan membenarkan ucapan Senja tanpa Boss nya mana mungkin dirinya bisa menginap di hotel yang mewah ini.
Handphone Senja berdering, Senja mendapatkan pesan dari Alea untuk segera ke kamarnya.
" Tan, aku ke kamar Nona Alea dulu ya " Pamit Senja
" Mau ngapain? "
" Munhkin di suruh meriksa Baby Gampi " Balas Senja yang langsung pergi meninggalkan kamar miliknya.
Senja langsung naik ke lift dan menekan tombol 22.
Ting...
Pintu lift terbuka lalu senja langsung mencari kamar Alea " Ini dia kamarnya " Kata Senja yang langsung mengetuk pintu kamar Alea.
Tok.. tok.. tok...
Ceklek..
" Masuk Dok " Kata Denis
Senja celingak celingukan merasa heran kenapa yang buka malah Denis " Maaf Tuan, Nona Alea nya mana ya? " Tanya Senja yang merasa tidak enak
Denis tersenyum " Istriku sedang di kamar mandi, tadi baby gempi buang air besar " Jawab Denis " Kalo begitu kamu tunggu saja saya mau ke kakar kak Bisma dulu"
" Baik Tuan " jawab Senja sambil tersenyum
Setelah kepergian Denis, Senja duduk di sofa kecil menunggu Alea.
" Kamu sudah datang, Maaf ya menunggu " Kata Alea sambil membawa baby Gempi
Senja tersenyum " Iyah tidak Apa-apa Nona " jawab Senja. "Apa ada yang bisa saya bantu Nona? "
Alea tersenyum " tidak ada " jawab Alea yang sedang memasang popok Baby Gempi " Aku memanggil kamu ke sini karena ingin memberikan sesuatu untukmu " lanjut Alea yang sudah beres mengurus baby gempi
Alea berjalan kearah sofa lalu duduk di sofa sambil memangku Baby gempi " Bisa kamu ambilkan paper bag yang ada disana " Pinta Alea yang langsung di anggukan oleh senja
Senja langsung mengambil paper bag yang di tunjukkan oleh Alea " Ini Nona "
" Buka lah, aku sengaja membelikan itu untukmu " Kata Alea tersenyum
" Aku? " Tunjuk senja kepada dirinya sendiri
" Iya, anggap saja itu adalah ucapan terimakasih Aku karena kamu sudah menjadi dokter hebat untuk putry ku "
" Tapi Nona, ini terlalu berlebihan. Menjaga dan merawat Baby gempi adalah tugas saya "
" Saya tidak suka penolakan, saya ingin nanti malam kamu pakai gaun itu " Kata Alea dengan tegas
Senja benar-benar merasa tidak enak karena Alea sudah berlebihan kepada dirinya.
" Baiklah Nona, Nanti malam akan aku kenakan gaun ini "
Alea tersenyum " Terimakasih "
Karena sudah tidak ada yang harus di bicarakan lagi Senja langsung pamit untuk kembali ke kamar.
~ PESTA ULANGTAHUN
Malam telah tiba Senja sudah cantik dengan gaun yang ia kenakan bahkan sangat cantik, Senja mengganggukan gaun putih yang panjangnya hanya di atas lutut rambut pajang yang ia kerli membuat parasnya yang cantik semakin cantik.
" Wah kamu cantik sekali malam ini " Puji intan
" Apaan sih tan, kamu juga cantik ko "
" Hehhee.. kalo aku sih emang sudah cantik dari lahir " Kata Intan sambil mengibaskan rambutnya
" Ya udah yuk, kita ke atas " Ajak Senja yang langsung di balas anggukan oleh Intan.
Acara akan di lakukan di atas gedung hotel, dan acara pun akan di selenggarakan dengan begitu meriah..
Tidak hanya para dokter saja yang datang tapi rekan bisnis Tuan Bisam pun ikut hadir.
Mereka yang sudah hadir begitu menikmati pesta dan juga jamuan yang sudah di sediakan namun tiba-tiba saja pandangan mereka beralih kepada wanita cantik yang berjalan dengan anggunnya.
" Astaga Senja mereka menatap kita " Intan merasa gugup
"Jangan ke gran, kita jalan santai saja " Balas Senja
Tidak hanya intan yang gugup Senja juga ikut gugup apa lagi Senja melihat Tuan Suaminya yang sudah berdiri di sana dengan menggunakan jas berwarna putih.
" Astaga kenapa Tuan Bisma menggunakan jas putih sih " Keluh Senja di dalam hati
" Ciee.. ada yang samaan bajunya " ledek intan
"Apaan sih kamu, jangan ngasal deh nanti kalo di dengar sama Tuan Bisma bisa berabe, Aku tidak mau ganti baju gara-gara samaan sama Tuan Bisma "
" Hahhaah iya deh iya. Yuk kita kesana " Ajak Intan kearah Darius
" Hai Dok " Sapa Intan
Darius tidak berkedip ketika melihat kecantikan Senja malam ini " Dok " Tegur intan
" Eh iya " Darius jadi salah tingkah
" Iya deh iya, Dokter senja malam ini cantik makanya Dokter sampai tidak berkedip " ledek Intan
" Intan Apaan sih, dah ah aku mau ambil minum dulu " Kata Senja yang langsung meninggalkan Intan dan juga Darius
Darius melihat kepergian Senja " Dok, sampai kapan mau memendam rasa? Nanti keburu di tikung orang tuh "
" Aku sudah di tolak sama Senja " Lirih Darius
" Serius? Kapan ngungkapinya? " tanya Intan penasaran
" Kemarin ketika sedang di kantin, Sudahlah mungkin kita emang tidak berjodoh dan mungkin Senja juga sudah memiliki pria lain "
Entah kenapa hati intan langsung bersorak ketika mendengar ucapan Darius, Hatinya langsung berbunga-bunga.
" Sabar ya Dok, mungkin di luar sana Dokter akan menemukan wanita yang lebih baik lagi dari senja " Tinggal Intan dengan senyum yang merekah
Darius tidak menjawab ia masih mengharapkan Senja membalas cintanya, dan Darius tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati Senja.
Senja yang sedang mengambil minum tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh seorang pria
" Eh.. eh.. " Senja kaget namun ia mengikuti langkah si pria
Kini senja berada di tangga darurat " Ada apa Tuan menarik saya ke sini? " Tanya Senja kaget
Tuan Bisma menatap wajah senja lalu ia mencium bibir senja begitu saja.
Senja yang masih kaget ia tidak melawan, Senja memejamkan kedua matanya dan menikmati sensasi ciuman dengan Tuan Bisma.
Entah karena apa Tuan Bisma mencium Senja tapi asal kalian tau jika saat ini Tuan Bisma merasa kesal karena miliknya di tatap oleh banyak pria.
" Tu..an " lirih Senja yang mendorong pelan tubuh Tuan Bisma
Tuan Bisma melepaskan pautan itu lalu mengusap bibir basah Milik Senja dengan jempolnya.
" Maaf " Kata itu yang terucap oleh Tuan Bisma
" Ada apa Tuan, kenapa Tuan tiba-tiba mencium saya bagaimana jika Nyonya Ara tau " Keluh Senja. Bukan hanya takut ketahuan oleh Ara tapi Senja juga takut jika teman-temannya melihat aksi Tuannya ini.
" Ara tidak datang, jadi aku minta kepadamu untuk temani aku dan tetap bediri di sampingku selama acara " Pinta Tuan Bisma
Senja tersenyum " Mana mungkin aku bediri di samping Tuan, Aku ini hanya dokter biasa"
" Kamu istri ku jadi sudah sewajarnya kamu berada di sampingku "
" Istri di atas kertas " Tegas Senja
" Walaupun begitu kamu tetap istriku. mereka hanya akan melihat kamu sebagai dokter dan penolong Alea dan baby Gempi "
Senja memalingkan wajahnya kearah lain ketika Tuan Bisma hendak mencium bibirnya lagi.
" Ayok kita kesana lagi, dan ingat jangan pergi dari sisiku "
Mau tidak mau Senja mengikuti apa perintah Tuan Suaminya ini, walaupun Senja tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Tuan suaminya. Kemarin dia meminta untuk tidak saling kenal jika ketemu di luar tapi sekarang dia malah meminta dirinya untuk berada di sampingnya.