Tuan Bimsa ikut minum bersama rekan Bisnisnya dengan di dampingi oleh Senja. Mau tidak mau Senja menemani Tuan suaminya sesekali Senja juga meminum minumannya walaupun tidak sebanyak Tuan Bisma.
Alea dan juga Denis mereka ikut menikmati pesta ini bahkan mereka berdua tidak begitu canggung dengan rekan bisnis kakak dan juga suaminya, Alea sangat mudah untuk berbaur ‘’ Ayok minum lagi " Ajak Alea. alea hanya minum jus karena ia sedang menyusui jadi tidak meminum minuman alkohol.
‘’ Oh iya, kalian temannya Tuan Bisma? ‘’ Tanya Senja yang saat ini sedang duduk di samping Tuan Bisma dan juga teman suaminya.
‘’ Halo perkenalkan Nama Aku Marlo, Aku bekerja di perusahaan Bisma ‘’ Kata Marlo yang langsung mengulurkan tangannya kepada Senja
Amira dengan senang hati membalas uluran tangan Marlo ‘’ Hai Aku Senja " Jawab Senja yang sudah mulai sedikit pusing.
‘’ Ini di minum ‘’ Pinta Tuan Bisma yang memberikan gelas yang berisi minuman kepada Senja
Senja yang langsung meminum air yang di berikan Oleh Tuan Bisma " Ko ini rasanya beda dari yang tadi aku minum " Kata Senja
" Itu minuman Vaforitku, kau harus tau apa saja yang aku suka " Kata Tuan Bisma
Marlo yang duduk di depan Senja dan juga Tuan Bisma hanya mengerutkan keningnya tanpa ingin bertanya.
Musik berubah menjadi musik yang romantis, Tuan Bisma mengajak Senja untuk berdansa ‘’ Aku gak bisa dansa ‘’ Bisik Senja jujur.
‘’ Kamu ikuti saja gerakanku ‘’ Tuan Bisma langsung merangkul pinggang Senja lalu sebelah tangannya memegangi tangan Senja. Terlihat jelas jika Ini Adalah pengalaman pertama untuk Senja namun tidak lama kemudian Senja bisa mengimbangi gerakan Tuan Bisma
Tuan bisma tersenyum ketika Senja yang sudah bisa mengikuti gerakannya ‘’ kau pintae ‘’ Bisik Tuan Bisma di telinga Senja
Wajah Senja sudah merah merona karena mendapatkan pujian dari Tuan Suaminya, entah mereka sadar atau tidaj jika saat ini mereka telah menjadi pusat perhatian.n
Alea dan Denis pun tidak luput menyaksikan kakaknya itu.
‘’ Astaga mereka romantis banget " Puji Alea
Denis melirik kearah istrinya " Sadarlah, jika yang di lakukan oleh kak Bisma itu salah. Apa kamu lupa jika kak Bisma sudah memiliki istri dan sebentar lagi mereka akan memiliki anak " Tegur Denis yang tidak ingin jika Senja menjadi duri dalam rumah tangga kakak iparnya
Bukan karena tidak setuju jika senja bersama kakak iparnya namun posisi kakak iparnya itu saat ini memiliki seorang istri, Denis tidak ingin jika Senja di cap pelakor apa lagi Denis cukup tau bagaimana perjuangan Senja untuk menjadi seorang Dokter.
" Hm.. kamu benar, andai saja jika Dokter senja datang lebih awal mungkin saat ini yang jadi istri kak Bisma itu adalah Dokter Senja " Lirih Alea.
" sudah Ayok kita pisahkan mereka, sebelum ada mata-mata kak Ara yang mengambil gambar mereka " Kata Denis yang langsung di balas Anggukan oleh Alea namun belum juga mereka memisahkan mereka tiba-tiba...
Byurrr...
Arabella menyiram Senja dengan air yang ia ambil tadi ‘’ Ara!!! ‘’ Bentak Tuan Bisma dengan wajah yang seperti ingin membunuh
Tuan Bisma membuka Jas yang ia gunakan lalu memasangkannya kepada Senja ‘’ Kenapa Sayang! Kaget karena aku bisa sampai disni? ‘’ Terak Ara
Orang-orang yang tadinya sedang menikmati pesta langsung Melihat kearah Ara yang sedang marah.
‘’ Alea Bawa Senja ke kamarnya ‘’ Pinta Tuan Bisma kepada Adiknya
‘’ Baik Kak ‘’ Jawab Alea
Alea memiliki pertanyaan kepada Kakak dan juga Dokter pribadinya ini, ada apa sebenarnya di antara mereka karena jika mereka tidak memiliki hubungan tidak mungkin kakaknya mau memberikan jasnya kepada wanita asing.
Alea membawa Senja kedalam Kamar hotel milik Senja ‘’ Aku ambilkan pakaian untuk kamu ganti ‘’ Kata Alea yang langsung mengambil Pakaian ganti untuk Senja
‘’ Dok, Apa kamu baik-baik saja? ‘’ Tanya Alea
Senja tersenyum ‘’ Aku baik-baik saja ‘’ Jawab Senja " Lagian wajar saja jika Nyonya Ara marah kepadaku, mana ada seorang istri yang tidak marah ketika melihat suaminya berdansa dengan wanita lain " Lanjut Senja
" Dok sebenarnya.. "
Ucapan Alea langsung di potong oleh Senja " Kami tidak ada hubungan apa-apa Nona, percayalah. Tuan Bisma menganggap aku hanya seorang penolong karena sudah menolong Nona ketika melahirkan waktu itu " Jelas Senja yang tidak ingin hubungan nya di ketahui oleh Alea.
Alea menganggukkan kepalanya " Baiklah kalo begitu, Maaf karena Aku sudah mencurigai Dokter " Kata Alea yang merasa tidak enak.
Senja tersenyum " Tidak Apa-apa Nona "
" Kalo begitu aku balik ke kamar dulu ya, takut baby Gempi bangun " Kata Alea yang langsung pamit
Senja menganggukkan kepalanya.
Setelah kepergian Alea, Senja menganti pakiannya lalu ia memilih memesan satu kamar lagi untuk dirinya menyendiri, saat ini Senja hanya ingin sendiri.
Senja langsung masuk kedalam kamar yang sudah ia pesan, Senja juga memesan satu botol anggur putih.
Di balkon Senja duduk sambil memutar-mutar gelas yang ada di tangannya lalu ia meminum minuman itu
" Kenapa takdir begitu kejam kepadaku, Baru aku merasakan hangatnya sentuhan seorang pria tapi.. " Senja mengisi gelasnya lagi dan meminumnya
Munhkin dengan cara ini senja melupakan kejadian tadi. Kejadian yang tidak akan pernah ia lupakan di permalukan di depan umum oleh madunya sendiri.
Ceklek...
Senja terkejut karena ada yang masuk kedalam kamarnya, dengan langkah sempoyongan Senja melihat siapa yang masuk
" Kau " Tunjuk senja yang menjatuhkan tubuhnya kepada pelukan si pria
" Apa begitu cara kamu menyambut suamimu sendiri " Kata Tuan Bisma
Ya pria itu adalah Tuan Bisma, Setelah Tuan Bisma menenangkan Ara, Tuan Bisma memutus untuk mencari keberadaan Senja di kamarnya namun nihil ia tidak menemukan Senja disana yang ada hanya Intan yang sedang b******u dengan Darius.
Karena panik Tuan Bisma meminta Pihak hotel untuk menunjukkan CCTV agar ia bisa menemukan keberadaan Senja.
Senja yang sudah berada di pelukan Tuan Bisma langsung merangkulkan kedua tangan nya di leher Tuan Bisma.
" Selama kita menikah, kita belum pernah melakukan malam pertama. Apa kamu mau melakukannya sekarang? " Tanya Senja sambil menunjuk Ekspresi penun harap
" Kamu mabuk senja " Tegur Tuan Bisma yang mencoba menyadarkan Senja
Senja mendorong Tuan Bisma kebelakang sehingga Tuan Bisma terjatuh keatas Sofa Senja sudah melepaskan pakian yang melilit di tubuhnya " Biarkan aku merasakan bagaimana indahnya malam pertama " Bisik Senja
Tuan Bisma menahan Senja agar Senja tidak melanjutkan aksinya namun iman Tuan Bisma cukup tipis Ia juga tidak bisa apa-apa ketika Senja terus merayap seperti seekor Cicak
Senja melumet bibir Tuan Bisma ia juga Membuka Kancing pakaian milik Bisma " Sebentar Senja " ucap Bisma yang langsung berdiri dan membawa Senja keatas tempat tidur.
" Ku harap kamu tidak menyesali ini semua Senja dan ku harap kamu tidak menyalakan ku karena kamu yang sudah memulai duluan "
Kini Bukan Senja yang merayap melainkan Bisma yang sudah sama-sama Polos dengan Senja, Bisma mencium Bibir Senja bahkan ia melumet leher jenjang milik Senja samapi ia meninggalkan Jejak ke pemilikannya di sana.
Puas dengan leher Bisma langsung Memposisikan tangannya di Buah d**a yang montok dan bahkan Bisma Sangat kagum dengan Senja yang bisa merawat Buah d**a nya. Bulat, besar dan masih terlihat seperti belum pernah di sentuh.
Sunghuh beda dengan Ara masa itu, buah d**a Ara sudah longgar bahkan tidak sekenyal Senja.
Senja yang merasakan sensasi baru ia mendesah dengan tubuh yang meleor-leor karena Sensasi yang di berikan oleh Bisma. Bisma benar-benar bisa membawa Senja ke awang-awang " Eum...Bis... " Racau Senja
Tangan Bisma yang sudah berjalar ke lahan membuat Senja mendesah
" Aaaaaa.... a...ku mau pipis.. "
" Keluarkan Sayang "
karena sudah tidak tahan Senja melepaskan cairan itu untuk pertama kalinya " Aaaaaahhhhhh...." Senja meremas rambut Bisma ketika ia melepaskan cairan itu.
Bisma tersenyum ia langsung Melumet dan menghisap Cairan itu namun Bisma heran " kenapa sempit sekali " Batin Bisma ia tidak bisa memasukan lidahnya ke dalam sana Bahkan Sangat susah " Kenapa pas aku malam pertama dengan Ara begitu mudah jangankan lidahku jari-jariku pun bisa masuk " Batin Bisma. namun walaupun begitu Bisma terus menjilat cairan itu dari luar dan bermain dengan Biji kacang Mede di bawah sana.
Senja benar-benar sudah kehilangan Akal, ia meminta Bisma untuk segera memasukannya ke dalam sana.
Bisma yang sudah siap bahkan adiknya pun sudah berdiri tegak Di bawah sana Bisma langsung Memposisikannya agar bisa masuk.
" Aaaaahhhhhhh....." Jerit Senja sambil menitikkan air matanya
Bisma yang sudah berpengalaman dengan Ara, ia masih merasa aneh kenapa milik senja Sangat sempit bahkan Senja sampai menggigit lengannya karena kesakitan.
Dulu Ketika Bisma malam pertama dengan Ara, Ara tidak pernah menunjukkan kesakitan bahkan Ara begitu menikmati permainan.
Di otak Bisma benar-benar penuh pertanyaan, ia akan tuntaskan dulu permainannya dengan Senja dan setelah itu baru ia akan memikirkannya lagi.