"emmm, bingung juga ya kalo kaya gitu, yasudah lo yang sabar ya mungkin setelah kerjaan nya selesai dia ngubungin lo"
"iyah, semoga ajah makasih ya Gin?"
Gina yang merasa tidak tega mulai mencari tau dimana keberadaan Alan dari teman-temannya maupun media sosial, setelah beberapa hari mencari info mengenai Alan, Gina melihat Alan bersama wanita lain disalah satu tempat makan. Gina tidak terburu-buru untuk menemui Alan, dia menunggu kesempatan untuk mendapatkan info lebih lanjut, siapa wanita itu dan kenapa dia menghilang. Setelah beberapa lama memperhatikan Alan, Alan pun pergi ke toilet, setelah Alan pergi, Gina pun menemui wanita yang bersama dengan Alan.
"Permisi mba?"(sahut Gina)
"iyah, maaf siapa ya?"
"maaf mba sata teman nya Alan, tadi saya liat mba datang bersama Alan jadi saya hampiri, nama saya Gina"
(seraya menyodorkan tangan)
"owh teman nya Alan, nama saya Cindy, silahkan duduk mba"
"iyah makasih mba, saya gak lama ko, cuma ingin nyapa ajah, udah lama gak ketemu Alan, maaf mba saya tanya, mba siapa nya Alan ya?"
"saya istri nya mba"
"(Gina yang sangat terkejut hanya bisa diam dan mata nya terbuka sangat lebar) apa.....?(dengan nada pelan)
Tidak lama itu Alan pun datang.
"Udah makanya Cind?" (sahut Alan, saraya memakai jam tangannya)
"udah ko mas, oia ini ada teman mu mas"(sahut Cindy)
"(Alan yang terkejut diam untuk sesaat) Gina?" (sahut Alan)
"apa kabar Al?"
"ba....baik ko"(dengan nada panik)
"(Gina hanya bisa menggelengkan kepala) lo harusnya tau apa yang harus lo perbuat, permisi mba (sentak Gina seraya meninggalkan Alan dan Cindy)
" iyah mba, (melambaikan tangan ke Cindy) maksud Gina tadi apa ya mas?"
"owh.... bukan apa-apa ko Cind, yuk pulang"(dengan nada panik)
"emmm, yasudh deh yuk"
Setelah kejadian itu Gina yang tau kebenaran tentang Alan, ikut merasakan sakit hati atas apa yang di lakukan Alan pada Dina.
"Dina......, astaga gimana perasaan lo ketika tau ini gw gak bisa bayangin, tapi lebih baik baik gw simpen dulu, karena pasti dia gak akan kuat dan belum siap menerima kenyataan."
Sementara itu setelah bertemu Gina, Alan terus memikirkan tentang perkataan Gina, rasa panik dan wajah yang sangat murung rupanya di perhatikan oleh Cindy.
"Kamu kenapa si mas ko kaya murung banget gitu?"(sahut Cindy)
"gak papa ko Cind"
"kamu bisa cerita ke aku ko kalau ada masalah"
"huft.....kamu tau cewek yang ketemu kita tadi siang"?
"owh...Gina, kenapa dengan dia mas?"
"dia sahabat aku dan juga Dina"
"owh......., sekarang aku ngerti, maafin aku ya mas kalo ajah waktu itu........."
"bukan salah kamu ko Cind"(Alan memotong pembicaraan Cindy) aku mau istirahat dulu ya?"
"maaf mas bukan nya saya lancang, tapi saya hanya mau saran, Dina pantas tau apa yang terjadi tidak adil bagi dia jika mas Alan menyembunyikan hal serius ini dari dia"
"saya tau tapi saya belum siap untuk bicara sama dia"
"mau sampai kapan mas? Sampai dia tau sendiri atau tau dari orang lain, hal ini emang menyakitkan mas, tapi jika tau dari orang lain itu jauh lebih menyakitkan"
"(Alan hanya terdiam memegangi kepalanya)
"mas, jadilah laki-laki yang bisa bertanggung jawab"