"(Alan hanya membuka mata nya dan melihat Cindy)
Setelah berbicara dengan Cindy, Alan merasakan kegelisahan dalam hatinya dia bingung apakah ingin jujur pada Dina atau tidak, semalaman Alan terus berfkir hingga dia tidak bisa tidur, dan Alan memutuskan untuk menemui Dina.
"ting......tong......(suara bel) siapa ya? Sahut Dina)
"apa kabar ?" (sahut Alan setelah Dina membuka pintu)
"(Dina hanya diam dan melihat tajam kearah Alan) kamu masih inget aku?"(dengan senyuman sinis)
"aku selalu inget kamu ko Din, tidak sedetik pun aku lupa sama kamu"
"halah...... udahlah, sekarang kamu jelasin kenapa selama ini kamu hilang, tidak ada kabar sama sekali?"
"huft.......sebelumnya, aku ingin minta maaf sama kamu, tapi ada yang ingin aku bicarakan sama kamu?"
"iya terus...."
"Din, aku sudah menikah..............."
"(seperti petir yang menyambar Dina hanya terdiam) heeeee (ketawa sinis),
berbulan-bulan menghilang dan kamu datang hanya ingin bilang kamu sudah menikah?"(air mata menetes dengan sendiri nya)
"Din...aku.....aku bisa jelasin semuanya"
"cukup, aku gak mau denger apa-apa lagi dari kamu, apapun alasan kamu, kamu sudah ngeduain aku, menyakiti dan mengecewakan aku"
"Din..... denger dulu"(Alan memohon dengan menyentuh pundak Dina)
"udah.....jangan sentuh aku(sentak Dina seraya melepaskan tangan Alan), kita ingin nikah Al kamu tau (menangis), dan kamu datang bilang seperti itu sama aku, aku rasa kamu udah gak normal, benar-benar gak normal........(tangisan Dina semakin kuat), kamu kejam Al, kamu benar- benar kejam..........(dengan teriakan dan tangisan)
"Din......,please dengerin aku dulu"(sahut Alan)
"udah aku cape, mulai detik ini kita bukan siapa-siapa, dan satu hal lagi, kamu tau kapan seseorang akan mati, ditusuk pisau, ditembak pistol, bukan..., tetapi seseorng akan mati ketika di lupakan.(Dina melepaskan cincin tunangannya, dan menutup pintu rumahnya kuat-kuat)
"Din...din.... dengerin aku dulu, aku bisa jelasin semuanya.......(mengetuk pintu dengan keras) Dina tolong biarkan aku menjelaskan" (menunduk, berteriak, dan menangis, memegang pintu rumah Dina)
"(Dina hanya diam, dan duduk sambil menangis sejadi jadinya)"
Setelah kejadian itu mereka sudah tidak pernah bertemu kembali, Dina yang merasa sangat kecewa lebih banyak diam dan hanya berada di dalam kamar, butuh waktu lama agar Dina dapat tersenyum kembali,atas bantuan sahabatnya Gina. Sementara Alan kembali ke Kalimantan bersama istrinya Cindy untuk melanjutkan hidup yang baru.
3 Tahun kemudian..........