Sekali lagi aku minta maaf karena telah menghancurkan masa depan mu bersama Alan. Dan 1 lagi sampai saat ini Alan belum pernah menyentuh ku sama sekali.
By Cyndi.
Setelah membaca surat dari Cyndi, Dina hanya bisa menangis dan merasa bersalah karena tidak memberikan kesempatan Alan untuk menjelaskan semuanya. Dina pun bergegas kembali kekantor untuk menemui Alan. Tetapi dia tidak menemukannya, Dina berlari dan bertanya pada rekan-rekan yang ada di kantor. Dan kata mereka Alan sudah berangkat ke bandara 2 jam yang lalu. Dina pun segera pergi ke bandara. ketika ingin ke bandara, Dina melihat berita di tv, Bahwa ada pesawat yang gagal landas, karena ada kerusakan mesin yang membuat pesawat itu terbakar dan mengakibatkan banyak penumpang yang luka-luka bahkan meninggal dunia. Dina yang melihat itu langsung menutup tangannya dan menangis, karena pesawat itu adalah pesawat yang dinaiki oleh Alan. Dina pun bergegas ketempat kejadian sambil menangis. Ketika sampai Dina melihat sudah banyak penumpang yang sudah di evakuasi dan sebagian ada yang meninggal dunia. Dina tidak menyerah dan terus berlari mencari Alan diantara korban-korban kecelakaan, satu persatu korban di lihat, tetapi Dina tidak menemukannya, Dina pun akhirnya terduduk lesuh menutup matanya sambil menangis.
"Alan kamu dimana tolong jawab aku, aku minta maaf, aku minta maaf, Alan.......(Dina berteriak)
" Woy, ngapain sih teriak-teriak" (sahut Alan yang tiba-tiba berdiri di depan Dina yang sedang menangis dan menutup wajahnya)
"Alan..?" ( Dina hanya melotot tajam kearah Alan sambil menutup mulut nya)
"iyah ini aku Alan" (tersenyum Alan)
" kamu..kamu gak papa?" ( sembari memeriksa tubuh Alan)
"iyah Din aku gak papa" (sahut Alan)
"Alan, ko bisa, Ah...."(Dina langsung memeluk Alan dengan sangat erat), aku kira kamu kenapa-kenapa"
"iyah aku akan kenapa-kenapa kalo kamu gak lepasin aku"(dengan nafas yang tersedak)
"owh, maaf aku terbawa suasana tadi"
"ha...ha..., iyah gak papa, aku senengko kamu meluk aku seperti itu"(Alan tersenyum)
"Dasar kamu ya, (memukul d**a Alan dan tertawa) tapi gimana caranya kamu gak apa-apa kan kamu berada di pesawat itu?"
"iyah, mungkin sebenarnya kamu yang menyelamatkan aku dari kejadian itu"
"aku, maksudnya?"
"aku sebenarnya ketinggalan pesawat, 1 jam sebelum pesawat berangkat, aku memutuskan untuk kembali ke kantor, karena ada barangku yang tertinggal, setelah sampai kantor kawan-kawan bilang kamu mencari-cari aku, karena sudah telat jadi aku buru-buru ke bandara, ketika masih di perjalanan aku sudah tau kalau pesawat telah lepas landas, dan selang beberapa menit aku mendengar telah terjadi sesuatu pada pesawat itu, akupun bersyukur pada saat itu, dan ketika sampai di bandara aku ketemu ketemu kamu disini"
"emmm, gitu, terus apa hubungannya dengan aku menyelamatkan kamu?"
"apa kamu tau, barang apa yang tertinggal hingga aku balik lagi ke kantor?"
"ini (Alan menunjukan cincin tunangan yang dulu di kembalikan Dina) Andai saja dulu kamu tidak mengembalikan ini, mungkin saat ini aku tidak berada disini, maaf Dina sampai saat ini, Cincin ini selalu aku bawa kemanapun aku pergi, dan maaf sampai saat ini pun aku tidak bisa lupa sama kamu"
"(Dina hanya Diam dan meneteskan air mata) jangan berbicara andai Al,
karena kata andai adalah kata-kata manusia yang selalu di pakai, atas waktu yang mereka sia-sia kan. Al kamu mau memasangkan cincin itu lagi ke jari aku?"
"(Alan hanya bisa terkejut) tapi Dina?
"aku sudah tau semuanya, Cindy sudah menjelaskan semua nya ke aku"
"(Alan tersenyum) mana jarimu!" (Alan memasangkan cincin ke jari Dina) akhirnya" (Alan tersenyum sambil menitikkan air mata)"
"(Dina langsung memeluk Alan, dengan senyuman dan air mata)
"terima kasih Cyndi kamu benar-benar teman yang baik"(sahut Alan dalam hati dan Alan pun hanya bisa tersenyum bahagia)
"kenapa kamu tersenyum?" (sahut Dina)
"gak papa aku hanya ingin ketika kamu mengingatku saat terkhir, kamu akan ingat dengan senyumanku"