"1 tahun lalu, ketika aku ke Kalimantan aku dapat suatu proyek pembebasan lahan, pada awal nya semua baik-baik saja, berjalan sebagaimana mestinya, komunikasi antar warga pun berjalan baik, tapi ada satu orang yang menentang proyek itu, padahal semua perjanjian dan uang gantinya sudah selesai, dan sudah di serahkan, orang itu bilang bahwa uang penggantian nya tidak sesuai, dan tanah nya di serahkan kembali. Terjadi perselisihan dan cekcok antara aku dan orang itu, dan akhir nya aku menang secara hukum, karena memang sudah sepakat dan surat menyurat sudah di tanda tangani dengan sadar dan tanpa paksaan. Orang itu akhir nya pergi, tapi aku tidak menyangka bahwa orang itu menyimpan dendam padaku, dan tidak hanya pada diriku tapi pada istriku juga. Selang beberapa hari pada saat istri ku ingin pergi ke pasar, orang itu datang dan langsung menusukkan pisau di perut istriku. Aku yang masih berada di kantor bergegas menemui istriku karena aku mendapatkan telephon dari tetangga, tetapi aku terlambat ketika aku sampai istriku sudah terbujur kaku dan sudah tidak ada karena kehabisan darah. Istriku meninggal karena kesalahan ku"
"astaga, maaf Lan aku gak tau kalau sampai seperti itu"(sahut Dina)
"gak papa ko Din, gak perlu minta maaf,(sambil mengusap air mata) oia siang ini aku mau pulang ke kalimantan, untuk mengenang 1 tahun meninggal nya istriku, hari ini pas 1 tahun nya"
"owh, iya kamu hati-hati ya?"
Setelah mendengar cerita Alan, Dina pun mengingat ada paket dr Cindy yang belum dia buka. Dina pun bergegas pulang ke rumah. Setelah sampai rumah Dina langsung mencari paket itu dan membuka nya. Di dalam paket itu, hanya berisi surat dan fhoto dirinya dan Alan, Dina pun mulai membaca surat dari Cindy.
Dear Dina,
perkenalkan nama saya Cindy, Istri dari Alan, pria yang kamu cintai dan mencintaimu. Sebelumnya saya hanya ingin meminta maaf karena saya sudah lancang merebut pria yang hanya mencintaimu, tapi semua ini benar-benar bukanlah salah Alan.
tetapi semua karena tidak sengajaan. Disini saya harus mengakui bahwa akulah yang mencintai Alan terlebih dulu. Karena kebaikan dan keramahan nya, serta senyuman nya yang seakan-akan memalingkan duniaku. Tetapi sayangnya, Alan hanya mencintaimu, karena Alan pernah bilang, Cinta Alan dan Dina tidak akan pernah luntur, hanya karena kecurigaan, Cinta kita tidak seremeh itu, sayang aku tidak selemah itu. Disitu aku sadar Alan hanya untuk Dina. Tetapi semua masalah itu bermula dari ketidak sengajaan, pada saat itu, Aku dan Alan sedang dalam suatu proyek, kami bekerja sampai larut malam, ketika selesai Alan mengajakku untuk pulang bareng, sesampai nya di rumah, mobil yang di kendarai Alan rusak dan tidak bisa hidup, jadi karena sudah larut malam, saya meminta Alan untuk bermalam di rumah. Disini saya bersumpah demi apapun kami tidak melakukan apa-apa, Alan tidur di kursi dan aku di kamar. Tetapi pagi hari banyak warga yang datang, karena ada salah satu dan warga melihat ada mobil serta laki-laki masuk ke dalam rumah ku, karena aku tinggal sendiri mereka mengira kami melakukan tindakan asusila, kami sudah menjelaskan sedemikian rupa, tetapi warga tidak bisa percaya dan akhirnya kami dinikahkan hari itu juga oleh warga. Bagi wanita yang mencintai Alan, sebenarnya aku sangat bahagia, karena bisa menikah dengan dia, tetapi Alan, dia sangat tidak senang, karena ada rasa bersalah dalam dirinya. Disini aku mengirimkan foto-foto Alan juga, yang secara diam-diam aku ambil, dia sangat penuh dengan senyuman, tetapi setelah menikah dia tidak pernah tersenyum lagi. Satu hari sebelum kami menikah, itulah saat terakhir aku melihat Alan tersenyum. Bahkan Alan lebih sering terlihat murung dan sedih, mungkin dia merasa sangat bersalah padamu. Saat ini kondisi kami sedang tidak baik, karena ada seseorang yang dendam pada kami, dan jika terjadi sesuatu pada ku, tolong buat lah Alan tersenyum kembali.