"kamu apa kabar?" (sahut Alan)
"baik" (ketus Dina)
"emm, kamu sudah lama kerja disini?"
"kita langsung aja ya ke pembahasan proyek kerja kita"
"owh, ok"
Alan & Dina pun kembali bertemu dengan kebetulan yang tidak di sangka. Karena sangat mengherankan dan membingungkan serta perasaan yang campur aduk, Dina pun menceritakan hal ini dengan sahabat nya Gina.
"lo tau gak si Gin yang jadi rekan kerja gw siapa?"(sahut Dina)
"emang siapa?"
"Alan...."(sentak Dina)
"HAH.....serius?"
"iyah, nyebelin gak sih?"
"wkwkwkwk ko bisa ya?"
"ko malah ketawa si lo?"
"ya iyahlah ko bisa Alan yang jadi rekan kerja lo?"
"iyah ngeselin kan?"
"wkwkwkwk, jodoh bener berarti kalian itu?"
"apa sih lo, ya gak lah dia udah punya istri kali"
"ya siapa tau lo bisa jadi yang kedua wkwkwk"
"s**l lo, emang gw pelakor, jijik amat"(sentak Dina)
"yaudah lah ya, selamat menikmati hari-hari bersama sang mantan"(ejek Gina)
"bodo amat"(kesal Dina)
setelah itu Gina yang mengetahui Alan adalah rekan baru nya Dina, terus mengejek Dina sampai tertawa terbahak-bahak dan membuat Dina kesal. Keesokan harinya Dina tetap bekerja seperti biasanya, karena terlalu sibuk dengan pekerjaan nya, Dina tidak menyadari Alan menghampiri nya.
"Sibuk ya Din?" (sahut Alan dengan senyuman)
"owh iyah ada apa?" (melirik kearah Alan dan melanjutkan pekerjaan dengan nada sinis)
"emm, ini saya bawakan makanan, jangan sampai lupa makan loh ya"
"he....iyah"(ketawa Sinis)
"oia kamu disuruh cek proyek lapangan ya, sama atasanmu"
"owh, iyah makasih saya berangkat dulu"
"iyah, eh jangan lupa pake jaket dan payung ya, di luar lagi panas soal nya"
"iyh"(sembari pergi meninggalkan Alan)
Di dalam perjalanan menuju proyek Dina bicara sendiri dalam hati.
"Sok peduli banget sih, pake acara bawa makanan, sok-sok an nyuruh pake jaket apa coba maksudnya, tapi dia masih inget kalo gw gak bisa kena panas, Ah....Ah sadar Dina dia cuma masalalu dan dia udah punya istri".
Setelah itu hari demi hari mereka bekerja bersama dan lambat laut Dina mulai dapat tersenyum dan tertawa bersama Alan. Karena terlalu sering bekerja sama Dina mulai lupa bahwa Alan telah menyakiti hatinya, dan mulai mengbrol lama dengan Alan. Sampai di suatu hari Alan dan Dina di beri tugas bersama keluar kota untuk mengerjakan suatu proyek.
"Senang rasanya bisa meliahat senyum kamu lagi"(sahut Alan)
"udah deh gak usah sok-sok ngegombal inget istri"
"wkwkwk, tapi kamu masih marah ya?"
"udah lah Lan, cape udah gak ada tenaga lagi bahkan untuk marah"
"emmm, maaf ya?"
"sudah lah lupain aja, gimana kabar istrimu?"
"(Alan hanya menggelengkan kepala dengan senyum sedikit)"
"bukan nya di jawab malah geleng-geleng senyum-senyum gak jelas"
"1 tahun lalu Cindy udah gak ada Din"
"maksud nya gak ada?"
"Cindy udah meninggal dunia"
"ha..... astaga ko bisa?"