"Kempis amat lo Zer? " Tanya Ririn sahabat Angela sejak SMP. Ririn suka memanggil Angela dengan panggilan kesayangannya itu. Nama lengkap Angela adalah Angela Zerenita.
"Iya nih, agak kesiangan gue berangkatnya, banyak banget noh kerjaan di rumah" jawab Angela sambil mengatur nafasnya yang nampak agak tersengal.
"Emang ibu tiri elo nyuruh apa aja sih di rumah? Kok kayaknya makin sibuk aja hari-hari lo." Selidik Ririn
"Udah ah nggak apa-apa biarin aja.Yuk masuk kelas. Bentar lagi mulai kan kuliahnya". Potong Angela yang sedang tidak ingin banyak berbicara.
Mereka berdua berjalan melewati taman dengan mata yang fokus ke arah depan tanpa menghiraukan hiruk pikuk mahasiswa di halaman universitas pagi itu.
**
Selesai kegiatan belajar di kampus, Ririn mengajak Angela untuk menemani berbelanja di sebuah butik karena besok kakak laki-lakinya yang bernama Josua akan bertunangan.
"Temenin gue beli baju yuk Zer. Masak iya di hari spesial kakak gue, gue tampil apa adanya. Nggak banget kan?" Ajak Ririn sambil menepuk-nepuk punggung tangan Angela.
"Sorry nih, bukan nggak mau tapi gue udah diwanti-wanti buat langsung pulang sama ibu gue. Gue nggak mau ribut nantinya" Tolak Angela secara halus.
"Sebentar aja kok. Gue yakin pilihan Lo itu pasti oke makanya gue ajakin biar gue ada teman buat milih." Ujar Ririn senada memaksa.
Angela enggan mengecewakan sahabatnya yang sudah bertahun menemani dalam suka duka itu hingga akhirnya dia pun menurut ajakan Ririn.
Keduanya berjalan ke parkiran lantas menaiki mobil yang sengaja Ririn bawa karena ia tahu siang ini ia akan berbelanja dan mengajak sahabat karibnya.
"Diem mulu Zer? Takut banget ya nanti diomelin?" Celetuk Ririn membuka obrolan.
"Lumayan sih, tapi nggak apalah buat sahabat tercinta apa sih yang enggak?" Canda Angela sambil memicingkan sebelah matanya
"Yaelah, bisa aja lo hibur gue. Padahal harusnya gue yang hibur lo." Jawab Ririn merasa tak enak hati sekarang.
**
Empat puluh lima menit berselang mereka pun tiba di pelataran butik yang dituju.
Dasarnya Ririn yang hobi banget berbelanja, tanpa disadari sudah berapa potong baju yang bertengger di tangannya sampai ia kebingungan mana yang akan dipilih.
"Warna biru peach lebih bagus buat kulitmu Rin," ucap Angela akhirnya yang tengah melihat sahabatnya kebingungan.
"Okelah kalau gitu. Aku ambil yang ini. Makasih sobat. Lo emang the best lah." Girang Ririn dengan reflek menabok pundak sahabatnya
"Yaudah buruan bayar gih, habis tuh kita pulang." Omel Angela sambil mengusap pundaknya yang agak kesakitan akibat ulah sahabatnya.
"iya iya.. " sewot Ririn sembari melangkah ke meja kasir.
" Baju warna ini sama sepatu nya jadi semua berapa mbak?" Tanya Ririn kepada seorang yang berdiri di balik meja kasir.
"Satu juta lima puluh ribu rupiah mbak, masih ada lagi? " jawab petugas kasir dengan ramah tak lupa menyimpulkan bibir senyumnya.
"emmm enggak, terima kasih" balas Ririn dan mengambil baju yang telah dibungkus rapi