Kruuk kruuk, perut Ririn berbunyi menagih si empunya untuk diisi.
"Makan dulu yuk. Udah sore banget ni. Mana dari tadi siang belum makan juga kita." Ucap Ririn ketika mereka selesai dari butik.
"Emm.. gimana ya, mau sih tapi apa nanti nggak kemalaman?" Angela khawatir terkena semprot teringat pesan ibunya sebelum berangkat pagi tadi.
"Lo yakin nggak akan pingsan di jalan kalau kita langsung balik? Take away aja deh kalau gitu. Biar nanti gue belikan juga buat keluarga Lo yang di rumah."
Ucap Ririn sambil menyalakan mesin mobilnya.
Angela hanya manggut-manggut menurut tanda setuju.
**
Sementara di tempat lain, Lukman tengah memarkir sepeda motor di garasi rumah.
" Hmm.. melelahkan sekali kerjaan hari ini. " Batin Lukman sambil menyeka keringat di dahinya merasa gerah.
Dari balik pintu, Selia yang mendengar suami kesayangannya tiba di rumah, segera menghampiri dengan wajah yang dibuat senyum tentu.
"Sudah pulang mas, pasti capek ya? Sampai kucel begitu wajahnya." Ucap Selia lembut.
" Iya nih dek, ramai sekali pekerjaan hari ini. Ditambah dengan salah satu pegawai yang libur jadi lebih sibuk"
Lukman yang selalu luluh dengan sikap istrinya itu kini merasa ada tempat untuk bersandar saat merasa lelah.
" Yaudah duduk dulu mas, biar aku ambilkan minuman di dapur. Barusan aku bikin greentea." Ucap Selia
" Wah kamu memang pandai menyenangkan suami dek. Nggak salah aku udah bawa kamu ke rumah ini. " Senyum Lukman sambil menoel pipi istri keduanya itu.
Selia memang istri kedua Lukman. Tapi bukan berarti Lukman sedang poligami melainkan karena Nindi istri pertamanya telah dahulu menghadap Sang Kuasa karena penyakit serius yang menyerangnya. Hal itu membuat Lukman merasa kewalahan mengurus Angela putri satu-satunya buah cintanya bersama Nindi. Lima tahun menjadi single parent membuat Lukman akhirnya memutuskan untuk menikah lagi.
" Angela mana dek? Kok nggak terdengar suaranya? Sedang apa dia?" Tanya Lukman sambil menyeruput secangkir greentea di hadapannya
"Anak itu belum pulang mas. Entah kemana nggak bilang apa-apa tadi." Jawab Selia menampakkan wajah sedihnya
"Aneh sekali. Biasanya anak itu selalu bilang kalau pulang terlambat" Gumam Lukman
" Sudahlah mas, nanti juga pulang sendiri. Toh Angela sudah bukan anak kecil lagi. Tidak perlu kamu berlebihan gitu". Selia berusaha menenangkan suaminya.
Lukman hanya diam tak menanggapi ucapan terakhir istrinya. Ia memilih pergi ke kamar mandi karena merasa badannya sudah sangat lengket.