" Sebelum pertemuan hari ini saya akhiri, ada tugas yang harus saudara-saudara kerjakan di rumah. Link tugas sudah saya kirimkan kepada ketua kelas kalian. Silahkan tugas dikumpulkan secara kolektif di ruangan saya sebelum akhir pekan." Ucap Pak Agus dosen mata kuliah Strategi Bisnis.
Ririn menyenggol siku sahabat di sebelahnya sambil berbisik " Gue boleh kerjain bareng sama elo nggak?"
Angela pun tertawa kecil. " Ya boleh banget lah.. kenapa harus nggak boleh?"
Sambil memasukkan buku ke dalam tas keduanya berkasak kusuk karena Ririn yang mengusulkan untuk mengerjakan tugas di rumah Angela.
" Baik pertemuan kuliah saya cukupkan. Semoga materi kali ini bisa saudara pahami." Pak Agus menutup pembelajaran kelas dan segera meninggalkan ruangan. Para mahasiswa berhambur menuju kantin ada pula yang sekedar nongkrong di taman.
" Kantin dulu yuk." Ririn selalu yang lebih dahulu mengajak ke kantin
" Yaudah yuk, kebetulan laper juga nih. Tadi sarapan dikit banget." Angela menyetujui.
**
" Bu nasi kremes satu sama es teh." Angela memesan kepada Bu Tina penjaga kantin langganannya
" Saya soto aja deh Bu, jangan lupa banyakin cabenya. Minumnya es coklat." Ririn menimpali.
Sambil menunggu pesanan, mereka berdua ngobrol kesana kemari layaknya emak arisan. Diam-diam aksi mereka tak luput dari perhatian seorang mahasiswa laki-laki yang memiliki mimik wajah bak aktor Baim Wong. Nampaknya ia juga sedang menunggu pesanannya tiba. Sambil membaca buku tebal di hadapannya, sesekali ia mencuri pandang ke arah Angela dan Ririn sedang merumpi. Suara mereka terlalu berisik untuk ukuran kantin yang hanya berluas 3x5 meter. Yah Reno memang tidak menyukai kebisingan. Tak heran kemanapun dia selalu menyendiri. Ia berasal dari jurusan yang sama dengan Angela dan juga Ririn, hanya beda semester saja. Lebih tepatnya kakak tingkat.
" Silahkan neng, pesanannya sudah jadi." Ucap Bu Tina membuyarkan obrolan dua gadis yang sedari tadi ribut.
" Makasih Buk" jawab keduanya serempak.
Mereka makan dalam diam. Tak satupun bicara. Hanya suara sendok dan piring ataupun mangkok yang beradu. Rupanya keduanya tengah kelaparan.
Seusai makan, Angela berniat untuk membayar makannya namun Ririn melarang. Seperti biasa Ririn yang akan mentraktir makan mereka. Terkadang Angela merasa tak enak tapi di sisi lain ia bisa menabung uangnya dan digunakan manakala ayahnya belum memberinya uang. Akhirnya ia pun duduk menunggu Ririn yang sedang totalan. Tiba-tiba brukkkk!!! Awww!!
Sebuah buku tebal menimpa kepala Angela.
"Maaf saya nggak sengaja menjatuhkannya. Kaki saya tersandung kursi sebelah. Jadi buku yang saya pegang jatuh terlempar." Ucap mahasiswa yang tadi sempat memperhatikan Angela dan Ririn.
" Iya dimaafkan. Lain kali kalau jalan jangan meleng. Bisa mencelakai orang lain." Jawab Angela tak mau memperpanjang.