“Lalu, Sean. Menurutmu bagaimana rasanya saat bertemu dengan mate?” tanya Lunar. Ia selalu memikirkan aroma yang mengusiknya sesaat sebelum ia kehilangan kesadaran waktu itu.
“Menurut orang yang sudah menemukan mate mereka, di awal pertemuan mereka akan merasakan sebuah aroma menenangkan yang akan menggelitik indra penciumanmu. Hanya kau yang mampu merasakan betapa aroma itu sangat memabukkan. Orang lain akan menganggap aromanya terlampau biasa. Untukmu, kau akan dibayangi aroma itu terus menerus,” jawab Sean.
Lunar terdiam mencerna ucapan Sean. Jika memang benar seperti itu, apakah itu berarti ia telah menemukan mate-nya? Apakah mate-nya adalah serigala yang datang saat itu? Jika iya, mungkinkah ....
“Nar, katakan padaku! Apakah kau sudah menemukan mate-mu?” Hanya pertanyaan itulah yang mampu Sean utarakan saat melihat keterdiaman Lunar. Hewolf berambut spike coklat itu yakin hanya hal itulah yang mampu membuat Lunar terdiam setelah mengutarakan pertanyaannya. Biasanya, jika tak ada yang mengganggu pikirannya, shewolf berambut pirang bermata biru itu akan memberondongnya dengan pertanyaan lain hingga ia tak sanggup untuk sekedar mengambil napas saat menjawabnya.
“Entah,” lirih Lunar. Sebenarnya Lunar pun tak yakin akan apa yang tengah ia pikirkan ini. Ia menanyakan hal itu karena mungkin hanya hal itulah yang bisa terjadi mengingat apa yang ia alami telah banyak diceritakan oleh orang-orang di pack-nya. Lagi pula, Lunar baru pertama kali mengalami hal ini. Biasanya ia tak akan terganggu oleh banyaknya aroma yang berseliweran di sekitarnya. Ia werewolf, ingat! Dan werewolf memiliki indra penciuman yang lebih tajam ketimbang manusia.
“Apa yang kau rasakan dan kau alami waktu itu? Mungkinkah –“
Sean mencoba mengingat. “-Apakah terjadi sesuatu saat aku telah tak sadarkan diri saat itu?”
Lunar menunduk. Ia tahu, Sean pasti menyadarinya dengan cepat seperti dugaannya. Sebelumnya, ia telah mempersiapkan diri saat Sean akan menanyakan hal ini. Memang, ia sadar belum sampai sehari semalam, namun selama ia telah sadar itulah ia selalu memikirkan hal ini. Ia tak sanggup mengembannya seorang diri, jadi ia bermaksud untuk membaginya bersama Sean. Hanya Sean yang bisa ia percayai untuk ceritanya. Itulah mengapa ia berpura-pura belum sadar saat bibinya menjaganya.
“Kau bisa bercerita padaku tentang hal itu, Nar. Aku akan menajamkan indraku untuk berjaga-jaga jika ada orang yang mendekat dan berpotensi menguping pembicaraan kita. Aku yakin kau pasti tak akan bisa menceritakan hal ini pada bibimu.”
Dalam hati Lunar membenarkan perkataan Sean. Ia memang berencana tak akan menceritakan hal ini pada bibinya. Bibinya pasti akan menambah pikirannya saat mengetahui mate Lunar bukan berasal dari pack yang sama dengannya. Bagus jika mate-nya berasal dari pack yang memiliki hubungan yang baik dengan pack Lunar. Jika tidak? Atau kemungkinan terburuknya mate-nya adalah seorang rogue? Lunar tak bisa membayangkannya. Tidak, ia belum bisa.
Asumsi bahwa mate Lunar bukan berasal dari pack yang sama adalah tentang keberadaannya yang baru terendus setelah Lunar bertemu pertama kali saat ujian itu berlangsung. Jika mate-nya berada di dalam pack yang sama dengannya, ia pasti sudah mencium aroma ini lebih lama. Keberadaan mate bisa di ketahui setelah keduanya sama-sama telah mengetahui statusnya. Mereka akan sama-sama menyadarinya ketika tengah berhadapan atau berada di jarak yang tidak terlalu jauh.
“Sean, aku memang merasakan hal seperti yang kau sebutkan itu setelah kau tak sadarkan diri. Aku berencana menyerang rogue yang sebelumnya ku sangka warrior itu dengan sisa kekuatanku sebelum aku tumbang menyusulmu. Saat itu, yang kupikirkan hanyalah bagaimana caranya aku mempertahankan kesadaranku dan melindungimu. Lalu segalanya berubah saat aroma yang serupa kayu Cendana namun lebih kuat itu menerpa hidungku.
“Aromanya begitu memabukkan. Tanganku terasa lemas hingga aku menjatuhkan pedangku begitu saja. Sampai aku menjumpai seekor serigala yang menyerang rogue itu. Begitu dia berada di depanku, aromanya tercium semakin jelas dan aku kehilangan kesadaranku setelah melihat bala bantuan datang dari jauh. Aku tak tahu bantuan siapa yang datang, yang jelas aroma itu masih kuingat hingga saat ini. Kepalaku pusing, Sean. Aroma itu seolah melekat di hidungku dan aku ketagihan untuk menciumnya kembali,” jelas Lunar.
Sean mengangguk paham. Menurut apa yang telah banyak ia dengar dan ditambah dengan penjelasan dari Lunar, ia semakin yakin jika Lunar telah menemukan mate-nya. Ah, sial. Mengapa harus Lunar yang lebih dahulu menemukan mate-nya? Bukankah ia yang lebih tua di sini? “Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini, Nar?” tanya Sean.
Lunar kembali menggeleng, ia benar-benar merasa buntu akan apa yang tengah menantinya di hari esok, “Aku memiliki firasat jika mate-ku seorang rogue, Sean. Jika mate-ku berada di dalam pack ini, pasti aku sudah bertemu dengannya dari jauh-jauh hari. Apakah menurutmu itu buruk?”
“Buruk! Hal itu buruk sekali, Nar! Memiliki mate yang berada di pack yang berseteru dengan pack kita saja sudah buruk apalagi jika mate-mu seorang rogue!” pekik Sean. Dalam hati ia merapal doa semoga apa yang menjadi firasat sahabat berambut pirangnya itu tak menjadi kenyataan. Ia berharap semoga mate Lunar adalah hewolf dari pack tetangga yang tengah menjalin kerja sama dengan pack mereka. Yah. Semoga saja.
“Lalu bagaimana setelah ini, Sean? Kau tahu jika sebagai werewolf, kita akan sulit untuk berada jauh dengan mate kita, kan? Apalagi jika kita mengulur waktu untuk mating[1]. Tak apa untuk halangan tidak memiliki anak saat bertugas menjadi warrior seperti guru Dan dan mate-nya asalkan sebelumnya sudah mating,” ujar Lunar dengan nada frustasi. Ia tak bisa lagi memikirkan banyak kondisi buruk tentang ia dan mate-nya.
Lunar berpikir, tak apa jika nantinya ia seperti guru Dan yang memutuskan untuk tidak memiliki anak ketika ia dan mate-nya sedang dalam tugas menjadi warrior. Memang begitu aturan untuk warrior. Mereka tidak diperbolehkan untuk memiliki anak saat keduanya tengah menjadi prajurit werewolf itu. Berbeda dengan pamannya. Hanya pamannya yang menjadi warrior sedang bibinya yang seorang omega bisa berada di rumah untuk mengasuh anak-anak mereka. Jadi mereka bisa dan diperbolehkan untuk memiliki anak.
Selain itu, ada lagi aturan untuk para warrior. Mereka tak boleh berhubungan dengan mate yang berada di wilayah yang berbeda dengan mereka. Jika itu terjadi, hanya akan ada dua kemungkinan untuknya. Yaitu berhenti menjadi warrior dan mengikuti pack mate-nya, atau tetap bertahan menjadi warrior dengan konsekuensi tidak melakukan mating dengan mate-nya. Tentu saja pilihan yang kedua adalah pilihan yang sebaiknya dihindari Lunar.
Bagi Lunar, ikatan mate adalah ikatan suci yang telah Moon Goddess tetapkan untuk setiap werewolf-nya. Ia tak ingin menodainya dengan menola ikatan itu. Namun, bagaimana dengan mimpinya menjadi pimpinan warrior? Ia memang memiliki Sean yang sudah menjadi watcher, tapi Sean hanyalah pemuda yang bau saja lulus. Akan ada banyak hal yang harus hewolf itu jalankan sebagai tes, syarat dan kelengkapan untuk menjadikan Sean benar-benar menjadi watcher yang siap untuk terjun ke lapangan.
Watcher tidak seperti warrior yang bisa langsung menjalankan tugasnya lebih cepat. Mereka dipilih dengan seleksi ketat dan setelah masuk seleksi, mereka masih harus menjalani pelatihan. Setidaknya, butuh waktu beberapa tahun untuk seorang calon watcher menjadi watcher yang siap di tempatkan di wilayah khusus untuk pack mereka. Lunar yakin ia tak akan sesabar itu untuk menunggunya.
[1] Mating : Pernikahan Werewolf