Di perjalanan menuju perbatasan, Lunar membagi pikirannya antara mengawasi dan waspada akan sekitar, dengan mendengarkan jiwa serigalanya –yang mengatakan jika ia bernama Nathaline itu—yang terus saja berceloteh tentang banyak hal. Mulai dari pengenalan dirinya, sampai hal yang sama sekali tidak penting.
Seharusnya bagian bercerita banyak hal itu adalah bagian Lunar, tetapi entah bagaimana caranya bisa tertukar pada serigalanya. Jika saja bentuk fisik serigala itu ada di hadapannya, Lunar pasti akan melakukan banyak cara agar moncong itu tidak berbicara terus menerus. Bahkan, ketika sampai di tempat tujuan pun serigala itu masih mengoceh di kepala Lunar.
“Diamlah sebentar, Nath!” bentak Lunar, “Kau tahu tidak jika aku sedang berkonsentrasi?”
Serigala itu langsung diam saat mendengar bentakan Lunar di mindlink mereka. Ah, Lunar jadi menyesal. Tahu begini ia bentak saja serigala itu agar diam dan tak mengganggunya. Padahal, Nathaline diam juga bukan hanya karena bentakan Lunar, tetapi juga karena ia merasakan sesuatu tengah mendekat.
“Sesuatu mendekat, Lun.” bisik Nathaline. Ia tak ingin konsentrasi Lunar terganggu karena suara berisiknya. Maka dari itu ia memilih berbisik saja. Toh, meskipun berbisik, Lunar pasti mendengarnya.
“Aku tahu. Maka dari itu diamlah!”
Nathaline kembali terdiam mendengar bentakan halus dari Lunar. Ia tak mau jika she-nya celaka karena ocehannya yang membuat she-nya tidak berkonsentrasi. Insting serigala milik Nathaline tak kalah peka dari she-nya, maka dari itu ia pun mencoba membantu she-nya yang baru saja akrab dengannya itu.
Kini, tak hanya Lunar yang memasang sikap waspada. Para warrior yang ada di sana juga melakukan hal yang sama dengan Lunar. Mereka bersiap dan waspada seolah tengah menantikan sesuatu yang besar. Benar saja, kawanan mereka tengah dikepung segerombolan rogue yang keluar perlahan dari balik pepohonan yang besar. Jika dilihat dari jumlahnya, mereka lebih banyak dari kawanan warrior. Lunar yang telah turun dari punggung Dan kini telah bersiap dengan pedangnya.
Para rogue itu berjalan mendekati mereka dengan perlahan. Mereka menyebar. Geraman demi geraman terdengar bersahutan. Sepertinya, kelompok rogue lebih unggul karena buktinya, kelompok warrior bergerak mengumpul ke tengah dengan rogue di sekitarnya yang seolah menjaring mereka.
“Ada apa ini?” lirih Lunar. Ia tak akan mendapat jawaban dari mereka karena mereka tengah berubah menjadi wolf dan tidak terhubung mindlink dengan Lunar. Lunar tidak bodoh. Ia bisa merasakan aura intimidasi yang kuat dari para rogue itu. Ia tebak, mungkin banyak dari mereka yang berstatus alpha dan bergabung membentuk kelompok ini. Sedang di kelompoknya, kebanyakan dari mereka berstatus gamma.
Saat seekor serigala terbesar menyalak dan langsung melakukan serangan dengan berlari menuju kawanan Lunar. Kelompok Lunar tercerai-berai. Lunar yakin jika yang pertama kali menyerang mereka itu berstatus alpha superior. Alpha yang bisa mengalahkan alpha lain dan sejenis dengan alpha yang memimpin pack-nya. Tentu saja hal itu membuat insting serigala mereka mengambil alih, yang lemah akan takut kepada yang lebih kuat dalam mengintimidasi.
Mungkin, bisa dikatakan bahwa si serigala penyerang pertama itulah yang menjadi ketua kelompok mereka. Jika begini, pasti ada suatu kejanggalan di sana. Pikiran Lunar mengatakan jika kelompoknya saat ini tengah terjebak. Entah disengaja atau tidak, yang jelas ini bukan hal baik. Jika sengaja, maka ada yang membuat kelompok rogue ini menghadapi kelompok kecil warrior yang sebagian besar berisi gamma.
Menurut taktik, kelompok warrior mungkin saja lebih terlatih dari para rogue itu. Namun, tetap saja, kelompok Lunar akan habis dimangsa oleh mereka. Mereka mungkin akan melakukan hal itu pada kelompok dan melemahkan formasi warrior dengan cara mengurangi jumlahnya. Lunar akui jika cara itu klasik, tetapi juga bisa mematikan jika tidak bisa mengatasinya dalam waktu yang singkat.
Setelah para serigala itu bertarung, beberapa warrior mulai menunjukkan hasil latihan mereka. Mereka bertarung lebih terorganisir ketimbang cara bertarung para rogue yang terkesan tidak teratur dan cenderung sesukanya sendiri. Di tengah wujudnya yang manusia, Lunar mencoba untuk tidak takut. Ia pernah menghadapi rogue sebelum ini. Jadi ia hanya harus memupuk keberaniannya lebih besar dari yang sebelumnya.
Beberapa waktu para serigala itu bertarung, sudah ada korban. Lunar bisa melihat jika yang tumbang itu adalah warrior pack-nya. Lunar mendengar lolongan pilu dari kawan sesama warrior-nya. Sedang dari pihak musuh, beberapa mungkin terluka, tetapi belum ada yang tumbang seperti pihaknya. Ia benar-benar merasa takjub pada kekuatan alpha superior itu dalam bertarung. Beberapa warrior mengelilinginya, dan ia dengan mudah menyingkirkannya.
Ini adalah pertempuran pertama Lunar. Ia tak menyangka akan begini hasilnya. Jika ia bisa melakukan mindlink, mungkin ia akan meminta bantuan.
Tunggu!
Bantuan.
Ada pemimpin divisi di sini. Itu berarti mereka sudah meminta bantuan dan melapor pada alpha. Mereka pasti akan segera meminta bantuan, ia tak ingin melihat lebih banyak warrior gugur.
Lunar masih mengayunkan pedangnya untuk mencoba melukai serigala yang berhadapan dengannya. Gerakannya dalam tubuh manusia lebih terbatas ketimbang dengan tubuh serigala mereka. Bahkan, beberapa kali Lunar haru melesatkan anak panah pada musuh yang jauh untuk membantu warrior yang tersudut, dan hal itu cukup membantu.
Pelatihan beberapa waktu bersama guru Dan sangat membantunya. Mungkin jika saat itu ia tak mengikuti saran bibinya untuk ikut pelatihan guru Dan, ia tak akan mahir dalam bertarung tanpa shift seperti ini. Beberapa luka sudah didapatkannya, tetapi masih belum cukup untuk membuatnya tumbang. Luka ini masih belum ada apa-apanya dari luka yang ia derita saat bertarung dengan beta rogue saat itu.
Memikirkan tentang beta rogue itu, Lunar masih mencari keberadaannya. Siapa tahu beta itu juga datang padanya dan tergabung dalam kelompok rogue ini, namun, seolah nihil. Ia tak menjumpai keberadaannya.
Setidaknya ia bisa bernapas lega. Kemungkinan besar jika beta itu tidak ada di sini berarti bukan kelompok beta yang menyerangnya waktu itu. Itu berarti, Davian tidak termasuk di dalamnya.
Hati Lunar lega?
Belum!
Karena ia bisa melihat jika dari kelompok warrior kini makin berkurang jumlahnya. Ia juga sudah semakin kewalahan saat ini akibat dari serangan serigala yang kini bertambah dua ekor. Ia ingin pasrah saja dan merelakan tubuhnya tercabik. Tetapi, begitu mengingat bibinya dan Sean yang memintanya untuk tetap baik-baik saja, ia urungkan niat itu dan kembali mengumpulkan semangat.
Lunar harus bertahan. Harus! Setidaknya untuk mate-nya dan ia ingin menjalin hubungan dengannya meski harus menanti beberapa tahun atau menerima hukuman sebagai gantinya.
Di tengah kesibukannya menghalau dua ekor serigala yang berusaha menyerangnya, Lunar mendengar lolongan kegembiraan dari pihaknya. Itu pasti bala bantuan yang datang, karena dengan perlahan serigala yang menyerangnya berbalik pergi.
Lunar menoleh ke belakang, dan benar saja bala bantuan datang. Ia bahkan tidak menyangka jika sang alpha langsung yang memimpin bala bantuan ini. Jika begini, itu berarti sudah dua kali ini ia bertemu dengannya. Pertama kali saat ujian warrior, dan kedua adalah saat ini. Ia bisa melihat tubuh gagah sang alpha yang memakai jubah hitam kini tengah menunggangi kuda. Beliau tidak melakukan shift. Entah apa alasannya. Padahal warrior yang mengikutinya semua memakai wujud serigala.
“Sudah cukup bermain-mainnya, Art. Ayo hadapi aku secara jantan seperti biasanya,” ujar sang alpha.
Lunar memandangnya takjub. Jadi, beginikah aura seorang alpha?