Kau pernah mengalami hal mendebarkan yang terjadi saat pertama kali mendapat misi pertamamu? Atau saat kau mendapat masalah pertama di tempat kerjamu? Begitulah yang kini Lunar rasakan. Jantungnya berdebar kencang dengan keringat mengalir dari pelipisnya. Tangan kanannya memeluk leher wolf yang ia tunggangi mulai basah akan keringat, dan tangan kiri yang memegang pedang yang tersampir di pinggang kirinya juga memiliki kondisi yang sama dengan tangan kanannya.
Ini adalah pengalaman pertamanya menuju pertempuran semenjak ia menjadi warrior di pack-nya. Selama ia dilantik menjadi warrior, ia hanya melakukan tugas kecil seperti menjaga perbatasan –yang ia gunakan kesempatan itu untuk bertemu mate-nya— , berkeliling menjaga keamanan di dalam pack, dan berlatih tanding sesama warrior muda yang baru dilantik sama sepertinya, dengan catatan ia akan bertemu dengan mate-nya saat ia bertugas seorang diri.
Hingga sampai saat ini, tak ada seorang pun yang mengetahui ia memiliki mate seorang rogue. Ia banyak belajar strategi dari Sean dan menemukan beberapa celah untuk menyembunyikan keberadaan mate-nya. Namun, karena p*********n mate dan kawan rogue-nya saat ujian berlangsung saat itu, alpha pack mulai bersikap waspada dan menghimbau warga untuk berhati-hati terhadap rogue.
Rogue yang sejak awal memiliki catatan hitam dan menjadi kawanan yang ditakuti keberadaannya kini semakin dibenci warga pack-nya. Hal itu juga menimbulkan rasa gelisah di hati Lunar. Mate-nya berada di kawanan itu. Bagaimana jika ada yang mengetahuinya? Apakah mereka bisa menerimanya? Juga, apakah ia bisa mendaftar ujian pemimpin nantinya?
Lunar membutuhkan keberadaan Sean saat ini untuk diajak berbagi masalah dengannya. Sayangnya, ia bahkan tidak mengetahui di mana Sean berada untuk saat ini. Tidak ada akses sama sekali yang bisa ia gunakan untuk sekedar bertukar kabar. Ia tahu, Sean pasti tengah berusaha dengan keras untuk jabatannya karena menjadi seorang watcher lebih sulit dari seorang warrior.
Kini, ia gugup di hari pertama ia bertugas di pertempuran bersama para warrior senior. Akhir-akhir ini banyak kekacauan yang di sebabkan oleh rogue. Baik itu di perbatasan atau di daerah yang jauh dari pusat pack namun masih berada di dalam wilayah pack. Beruntung, ada guru Dan di kelompoknya. Jadi ia bisa meminta guru Dan untuk memberinya tumpangan.
Semua warrior yang tergabung dalam operasi itu melakukan shift mereka ke wujud serigalanya. Hanya Lunar yang tak bisa. Ia satu-satunya deltha yang ada di sana dan mengharuskan ia tak berubah wujud seenaknya seperti yang lain.
Ingat! Seorang werewolf deltha akan kehilangan jati dirinya saat berubah ke bentuk wolf-nya. Seluruh anggota patroli sudah tahu akan hal itu, jadi mereka maklum dan menyerahkan tugas membawa Lunar di punggungnya kepada warrior Dan. Dan sendiri yang mengajukannya karena dia tahu tak ada warrior yang Lunar kenal.
Dan menoleh seolah memberi isyarat pada Lunar untuk memastikan bahwa shewolf itu siap. Lunar mengangguk. Ia sudah siap dengan segala hal yang akan terjadi. Bahkan, selain membawa pedang, ia pun membawa anak panah beserta busurnya yang ia letakkan di punggungnya dan menjadikan ia bahan tertawaan anggota patrolinya. Lunar hanya menanggapinya dengan diam, karena jika ia membalas, semua tak akan lagi sama.
Setelah mendapat aba-aba dari pemimpin divisi, Dan langsung melesatkan keempat kakinya mengikuti kemana kawanannya pergi. Jantung Lunar berdebar semakin kencang, namun sedikit demi sedikit keringat yang membasahi pelipisnya menguap dan habis tersapu angin yang menerpa wajahnya.
Saat perjalanan itu, Lunar mencoba untuk lebih menajamkan indranya. Ia tak tahu hal itu bisa berfungsi atau tidak, namun tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?
Lunar tak meragukan formasi kawanan yang ia tempati ini. Dengan menunggangi Dan, ia bisa berada di bagian depan kawanan karena Dan termasuk warrior senior. Di belakangnya –bagian tengah— ada kelompok warrior yang baru di angkat. Di bagian belakang, ada kelompok warrior berstatus beta. Pembagian kelompok ini berdasarkan perintah ketua divisi untuk melindungi warrior yang belum berpengalaman.
Lunar ingin sekali merasakan bagaimana rasanya melakukan mindlink. Mindlink dilakukan oleh werewolf yang terikat. Baik itu pasangan, keluarga inti seperti ayah-ibu-anak, human dengan wolf-nya, serta alpha dan beberapa werewolf yang dikehendakinya.
Alpha memang bisa melakukan mindlink dengan werewolf selain keluarga dan pasangannya. Hal itu dilakukan dengan perjanjian darah dengan yang ia tunjuk. Di dalam hal ini, menyangkut beberapa jajaran pemimpin warrior dengan divisinya untuk kepentingan komunikasi. Untuk Lunar, siapa yang bisa melakukan mindlink dengannya?
Lunar tak memiliki jabatan penting untuk bisa ber-mindlink dengan alpha-nya. Ia juga tak memiliki ayah, ibu yang tak diketahui keberadaannya, dan mate yang belum melakukan klaim serta mating padanya. Jangan tanyakan untuk keluarga angkatnya, mereka tak akan bisa melakukannya sama sekali karena mereka bukan keluarga inti.
“Kau lupa masih memiliki aku, Lun?”
Lunar terkesiap mendengar sebuah suara di kepalanya. Siapa itu? Ia seolah merasa familiar dengan suara itu.
“Ya Tuhan! Kau melupakan serigalamu sendiri. Aku Nathaline, serigalamu.”
Ah, ya! Lunar tersenyum kecil. Rupanya ia telah melakukan kesalahan dengan melupakan sisi serigalanya sendiri. Ia lupa, meski ia deltha yang harus berhati-hati dengan perubahannya, ia masih bisa melakukan mindlink dengan serigalanya.
Bagi werewolf, were dan wolf adalah satu tubuh yang berbagi dengan dua jiwa. Jika jiwa lain keluar dan yang lain berganti di dalam, mereka membawa perubahan ke tubuh asli secara magis. Perubahan mereka akan terasa menyakitkan untuk yang pertama kali melakukannya dan akan mulai terbiasa setelah sering berubah.
Lunar bahkan masih ingat saat pertama kali ia shift untuk mengetahui status wolf-nya. Tubuhnya terasa terbakar dan saat sendi serta tulangnya bergerak, ia merasa seolah ia akan mati karena sakitnya pergeseran itu.
“Jangan mengingatnya. Kau akan menciptakan traumamu sendiri jika terus menerus mengingat kesakitan itu,” ujar Nathaline.
“Maaf, Nath. Aku terlalu fokus pada rasa sakit itu selama ini hingga membuat kita terasa jauh dengan tidak pernah melakukan mindlink,” balas Lunar.
Di tempatnya, Nathaline menggeleng. Ia tahu Lunar pasti tak akan melihat gelengannya. Namun ia yakin jika Lunar merasakannya. “Aku mengerti, Lun. Jangan khawatir. Mulai sekarang berbagilah denganku karena aku dan kau adalah sepasang she dan wolf. Kita soulmate.”
Soulmate, ya? Ah, Lunar tak tahu harus merespon dengan apa. Ia merasa bahagia karena masih diberikan kesempatan untuk memiliki seseorang yang bisa ia ajak mindlink. Ia kesepian. Setelah Sean pergi dengan tugasnya ia bingung harus bercerita kepada siapa. Mungkin, setelah ini Nathaline harus menebalkan bulu telinganya untuk mendengarkan cerita Lunar.
Lunar tak akan bisa bercerita secara penuh kepada bibinya dan juga guru Dan. Apalagi sekarang bibinya itu ia suruh untuk mendekati putrinya. Lunar sudah memutuskan untuk menjauh saja karena ia rasa ia telah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri. Dan ia juga telah menjadi seorang warrior.
“Jangan ragu berbagi padaku, Lun. Aku juga bagian dari dirimu.”Mendengar mindlink dari Nathaline, Lunar semakin tak bisa berkata apa-apa dan hanya memberikan respon dengan menitikkan air matanya yang tidak disadari oleh siapa pun.