Pada hari yang sama, Gama mengirim pesan bahwa Diandra bersedia bertemu dengannya pada Sabtu siang. Ia meminta Giana menahan satu ruang privat selama dua jam, tetapi belum tahu apakah Dea akan hadir.
Giana menjawab ia bisa memeriksa ketersediaan, tetapi perlu nama peserta dan persetujuan biaya sebelum melakukan pemesanan. Gama mengirim jumlah sementara: dirinya, Diandra, dan mungkin Dea jika Diandra menyetujui.
"Aku akan bertanya langsung kepadanya," tulis Gama. "Jangan hubungi Dea dulu."
Giana menghormati permintaan itu. Ia memeriksa tiga tempat, lalu mengirim pilihan dengan harga, aturan pembatalan, dan akses kendaraan umum. Gama memilih satu tempat yang menyediakan ruang kecil tanpa minimum pesanan.
Giana mengirim formulir reservasi kepadanya. Ia tidak mengisi nama peserta yang belum dikonfirmasi. Gama menandatangani sendiri dan mengirim kembali.
Sementara Giana menyelesaikan administrasi, Farel dan Aya duduk di kantor membicarakan langkah berikut. Aya masih belum sepenuhnya nyaman dengan keputusan Farel, tetapi mereka bersepakat bahwa informasi dari Diandra tidak boleh dipakai untuk menekan keluarga Gama.
Farel mengirim pesan kepada Gama melalui nomor pribadinya, meminta izin untuk berbicara jika Gama membutuhkan konteks umum tentang hubungan lama mereka. Ia tidak menyebut pertemuan rahasia atau meminta Gama mengubah keputusan. Gama belum menjawab.
"Kamu melakukan hal yang benar dengan bertanya dulu," kata Aya.
"Aku berharap sudah melakukan itu sejak awal."
"Penyesalan tidak sama dengan perbaikan, tapi bisa jadi awalnya." Aya menutup buku catatan. "Jangan buru-buru meminta aku percaya lagi. Tunjukkan saja kamu bisa menepati batas."
Farel mengangguk. Ia tidak meminta Aya melupakan apa yang terjadi.
Giana menerima konfirmasi reservasi dari Gama dan meneruskannya kepada tempat pertemuan. Ia menuliskan bahwa ia sendiri tidak hadir. Jika nanti Gama meminta tambahan layanan, mereka akan membahasnya terpisah.
Malam harinya, Gama memberi tahu Dea bahwa ia akan bertemu ibunya lebih dulu. Dea menghormati keputusan itu dan berkata ia tidak ingin hadir tanpa diundang. Gama berterima kasih karena Dea tidak menekan ibunya untuk menerima hubungan mereka.
Mereka sepakat berbicara lagi setelah pertemuan. Belum ada keputusan tentang pertunangan.
Di rumah, Giana menanyakan kepada Gufta apakah jadwal hari berikutnya sudah pasti. Gufta menjawab kelasnya selesai pukul lima dan ia akan mengirim pesan sebelum tinggal di ruang baca. Rahma menyiapkan makanan agar ia bisa makan begitu sampai.
Giana tersenyum melihat cara sederhana itu membuat semua orang lebih tenang. Tidak ada pengawasan berlebihan, hanya informasi yang disepakati.
Tempat yang dipilih Gama berada di lantai dasar dan memiliki ruang privat tanpa kewajiban memesan makanan. Giana meminta pengelola mengirim ketentuan tertulis. Ia membandingkan tanggal, biaya, batas pembatalan, dan akses bagi Diandra yang mungkin datang dari rumah sakit.
Ia menyusun satu halaman ringkasan, lalu mengirimkannya kepada Gama. Ia tidak mencantumkan opini tentang siapa yang sebaiknya hadir. Gama menyetujui tempat dan membayar uang muka sendiri.
Giana mengirim bukti pembayaran kepada Gama, bukan menyimpannya di akun pribadi. Ia juga menjelaskan bahwa reservasi dapat dibatalkan sampai sehari sebelumnya dengan pengembalian sebagian uang muka. Gama membalas bahwa ia mengerti dan akan memberi tahu jika jumlah peserta berubah.
Di kantor, Farel mengirim pesan pribadi kepada Gama untuk meminta izin berbicara tentang hubungan lama mereka. Ia menulis jelas bahwa ia tidak memiliki informasi baru yang membuktikan sesuatu, dan tidak akan menyampaikan cerita Diandra tanpa izinnya.
Gama membalas setelah beberapa jam: “Untuk sekarang aku mau bicara dengan Ibu dulu. Kalau nanti aku butuh pendapatmu, aku hubungi.” Farel menerima jawaban itu tanpa tersinggung.
Aya melihat percakapan selesai dan bertanya apakah Farel merasa kecewa. Farel menjawab sedikit, tetapi ia sadar Gama berhak menentukan siapa yang dilibatkan.
Mereka lalu kembali mengurus pelanggan. Peristiwa keluarga Pradipta tidak mengubah jadwal atau tugas kantor mereka. Giana mengirim formulir reservasi kepada Gama dan mengarsipkan salinannya, lalu menutup berkas sampai ada pembaruan.
Pada siang hari, tempat yang dipilih Gama mengirim konfirmasi reservasi. Giana memeriksa tanggal dan jumlah tamu yang tercatat. Ada satu kesalahan pada jam penggunaan ruang; reservasi tertulis dimulai satu jam lebih awal daripada yang disepakati.
Ia tidak mengoreksi diam-diam. Ia mengirim tangkapan layar kepada Gama dan meminta persetujuan sebelum menghubungi pengelola. Gama membalas bahwa waktunya memang salah, lalu meminta Giana memperbaikinya.
Giana menghubungi tempat tersebut, menerima revisi tertulis, dan meneruskan salinan kepada Gama. Ia juga mengingatkan bahwa reservasi dapat dibatalkan tanpa biaya sampai batas waktu yang tercantum.
"Terima kasih sudah mengecek detail," kata Gama melalui telepon. "Aku tidak akan meminta kamu hadir. Ini pembicaraan keluarga, bukan acara yang perlu kamu atur dari dalam ruangan."
"Aku setuju. Aku akan tetap siaga kalau ada perubahan jadwal, tapi aku tidak akan masuk kecuali diminta dan semua pihak tahu peranku."
Percakapan itu menenangkan Giana. Ia tidak merasa ditolak; justru lega karena Gama memahami bahwa kehadirannya sebagai Putri dapat membuat keluarga lain salah mengira hubungan mereka.
Di kantor, Farel menerima balasan dari Aya setelah minta maaf. Aya bersedia berbicara sepulang kerja, tetapi mengatakan ia belum siap berpura-pura semuanya kembali seperti biasa. Farel menjawab bahwa ia mengerti.
Giana tidak ikut mencampuri hubungan mereka. Ia hanya memastikan jadwal kantor tetap rapi agar Aya dan Farel dapat pulang tepat waktu. Ia tidak menggunakan tugas kerja untuk mendorong mereka berdamai.
Menjelang sore, Gama mengirim formulir revisi yang telah ditandatangani. Giana menaruhnya dalam folder kontrak dan mengirim tanda terima. Tidak ada bagian yang tertinggal, dan ia tidak membuat pemesanan lain tanpa persetujuan.
Giana menyimpan salinan reservasi bersama tanda tangan persetujuan Gama. Ia tidak menyimpan isi pesan keluarga di folder kantor. Pemisahan itu membuatnya nyaman: berkas kerja berisi biaya dan jadwal, sedangkan percakapan pribadi tetap milik mereka yang mengucapkannya.
Gama menerima salinan tersebut dan mengonfirmasi ia memahami batas pembatalannya. Giana lalu menutup berkas kerja, memastikan tidak ada permintaan lain yang tertunda, dan pulang sesuai jam kerja yang sudah dicatat.