Setelah Gama pulang, Aya memeriksa ulang lembar pembayaran. Pekerjaan yang belum dilakukan telah dicoret. Biaya ruang pertemuan keluarga dibayar sesuai durasi dan tanda tangan penerimaan; jam yang belum terpakai tidak dimasukkan. Giana memastikan pula tidak ada potongan untuk penghentian tugas, karena kontrak tidak menetapkan denda untuk keadaan tersebut.
Farel menyiapkan bukti transfer dan mengirimkannya melalui kanal kantor. Ia meminta Gama memeriksa totalnya sebelum membayar. Gama membalas dengan satu pertanyaan tentang biaya transportasi yang muncul dua kali. Aya memeriksa kuitansi dan menemukan satu entri memang tercatat ganda.
"Kita hapus yang salah," ujar Giana. "Jangan sampai karena dia kaya, kita merasa angka kecil tidak perlu diperiksa."
Farel memperbaiki dokumen dan mengirim versi baru. Gama menyetujuinya dalam beberapa menit. Pembayaran masuk tanpa catatan tambahan atau pesan pribadi. Giana menyimpan salinan dan meminta Aya mengarsipkan kontrak sebagai layanan selesai, bukan sebagai kompensasi.
Siang harinya, Giana mendapat telepon dari Aninta. Ia mengangkatnya setelah memastikan punya waktu bicara. Aninta bertanya apakah Gama sudah mengetahui hubungan kecelakaan itu. Giana menjawab iya, sebatas yang ia sampaikan sendiri. Ia meminta Aninta tetap tidak menceritakan detail lain tanpa izinnya.
"Saya tidak akan melakukannya," kata Aninta. "Saya juga ingin menyampaikan bahwa saya menyesal nama saya dipakai dalam peran itu tanpa saya tahu. Saya tidak meminta kamu menyelesaikan masalah tersebut untuk saya."
Giana menerima pernyataan itu tanpa mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Mereka membicarakan kemungkinan permohonan dokumen resmi, namun Aninta menekankan bahwa ia bukan pihak yang berwenang membagikan rekam medis. Jika Giana ingin mendapat informasi, ia harus mengajukan permintaan sesuai prosedur dan mempertimbangkan privasi semua pasien.
"Untuk sekarang aku belum mau mengurusnya," kata Giana. "Aku baru bisa menerima nama dan hubungan kendaraan itu. Belum lebih jauh."
"Itu cukup."
Malamnya, Gama menelepon Diandra. Ia tidak langsung bertanya tentang kecelakaan. Ia mengatakan Giana telah mengakhiri kontrak dan memberitahunya bahwa Aninta pernah merawat Gufta di malam orang tuanya meninggal. Diandra terdiam lama di ujung telepon.
"Giana Edrelin?" tanyanya.
Gama merasa tengkuknya menegang. "Mama mengenal namanya?"
"Aku tidak tahu dia bekerja denganmu. Tapi aku mengingat keluarga itu dari rumah sakit."
Gama tidak menuntut penjelasan saat itu. Ia hanya memastikan apakah ibunya pernah menemui Giana atau Rahma. Diandra mengaku ia pernah datang ke lorong rumah sakit dan meminta maaf kepada keluarga korban, tetapi tak tahu apakah Giana masih mengingatnya. Ia tidak mengatakan bahwa dirinya penyebab kecelakaan; ia tahu Geraldi adalah pengemudi mobil lain dan telah mendengar laporan awal tentang rem, bukan hasil pembuktian akhir.
"Aku perlu waktu untuk memahami ini," kata Gama.
"Aku tahu. Aku juga seharusnya menjelaskannya lebih dulu, tapi aku tidak pernah tahu kamu akan bertemu Giana melalui kontrak itu."
Gama mengakhiri telepon tanpa memaksa ibunya bercerita lebih jauh. Ia belum tahu apakah Diandra menyadari nama keluarga Giana ketika menandatangani daftar tamu atau kapan tepatnya. Yang ia tahu, pembayaran kontrak sudah beres dan Giana tak lagi bekerja dengan nama kakaknya.
Kantor meninjau ulang riwayat penugasan bersama Gama. Giana hanya mengingat hal yang ia lakukan; Farel mencocokkannya dengan jadwal staf dan konfirmasi vendor. Mereka menemukan satu pengiriman konsumsi yang dibatalkan sebelum acara dan satu persiapan ruang yang benar-benar sudah selesai. Pembatalan itu tidak ditagihkan. Jam koordinasi tetap tercatat karena pekerjaan tersebut sudah dilakukan, meskipun rencana acara kemudian berubah.
Gama meminta rincian yang bisa ia simpan untuk administrasi perusahaan, bukan untuk dijadikan pengakuan atau bukti tentang keluarganya. Farel mengirim faktur terperinci dengan catatan bahwa layanan selesai sebagian sesuai kesepakatan penghentian. Giana memeriksa setiap baris. Ia menghapus keterangan yang menyebut "kehadiran saudari" karena istilah itu menggambarkan sandiwara yang sudah dihentikan, lalu menggantinya dengan "koordinasi pertemuan keluarga klien".
"Kamu mau aku jelaskan langsung ke bagian keuangan?" tanya Farel.
"Tidak perlu. Dokumennya sudah jelas. Aku cuma tidak mau bahasa dokumen membuat kebohongan itu terus terlihat resmi."
Gama menanggapi revisi tersebut tanpa keberatan. Ia membayar sesuai jumlah final. Aya kemudian menyimpan bukti pembayaran bersama salinan persetujuan, supaya tidak ada tagihan susulan yang muncul dari pekerjaan yang tak pernah dilakukan. Tidak ada uang yang dikirim ke rekening pribadi Giana di luar transaksi kantor.
Di rumah sakit, Gama menemui Diandra pada jam kunjungan. Petugas perawatan menyampaikan jadwal seperti biasa; kondisi Geraldi tetap memerlukan pemantauan dan tidak ada perubahan yang dapat dilaporkan. Gama duduk sebentar, membantu ibunya memeriksa jadwal kontrol dan menanyakan apakah kebutuhan dasar sudah tersedia. Ia tidak membawa kabar seolah-olah pengetahuan tentang Giana dapat membangunkan ayahnya.
Malamnya, Gama menulis satu pesan untuk Giana: pembayaran sudah ditransfer dan ia tidak akan menghubungi lagi soal kontrak kecuali ada selisih administrasi. Ia sengaja tidak menambahkan kalimat "semoga kamu memaafkan". Ia mengerti bahwa Giana belum memberinya janji seperti itu.
Giana menerima pesan tersebut dan membalas, "Sudah saya cek. Jumlahnya sesuai." Singkat, tetapi cukup. Mereka berdua telah menyelesaikan kewajiban kerja tanpa mencampurkan pembayaran dengan sesuatu yang tidak dapat dibeli.
Giana juga menyimpan konfirmasi transfer dalam folder yang sama. Ia tahu transaksi itu biasa, tetapi dokumentasi yang rapi akan mencegahnya mempertanyakan diri sendiri nanti. Aya menyarankan ia tidak perlu menghapus percakapan kerja dari ponsel; cukup arsipkan agar batas antara pesan kantor dan urusan pribadi tetap jelas. Giana memindahkan percakapan ke folder kerja, lalu menonaktifkan notifikasi khusus dari nomor Gama. Ia tidak memblokirnya, karena ia tidak sedang menghukum Gama. Ia hanya ingin memastikan setiap pesan tidak langsung menguasai harinya.
Farel mengingatkan bahwa kontrak ditutup bukan berarti semua pertanyaan keluarga Pradipta juga tertutup. Giana menjawab bahwa itu benar, tetapi ia tidak ingin kantor berubah menjadi tempat penyelidikan. Kalau ada permintaan dokumen di masa mendatang, mereka harus memastikan siapa yang berhak meminta dan lewat jalur mana. Farel mencatatnya sebagai prinsip yang perlu dibahas bersama, bukan sebagai tugas yang harus ia jalankan sendiri malam itu.