Di dalamnya terlihat seperti gua dengan lumut di mana-mana. Ruang sempit yang untungnya tidak mengimpit, seperti di desain untuk dilewati satu orang saja. Karena tidak ada pencahayaan sama sekali, Julian pun menggunakan sihir cahayanya. Membentuk lingkaran yang cukup untuk menerangi jalan mereka di dalam gua tersebut.
“Julian, apakah pintu keluarnya masih jauh? Aku mulai mual berjalan di tempat sempit seperti ini,” keluh Sera yang napasnya mulai tak teratur.
“Bersabarlah sedikit, seingatku gua ini tidak terlalu panjang. Seharusnya tidak lama lagi kita akan menemui jalan keluar,” ujar Julian.
“Astaga, dengan kita semua di sini udara sepertinya semakin menipis,” gerutu Hans.
“Aku malah masih mengkhawatirkan Siria,” lirih Redd.
Zachary menghela napasnya. “Untuk sekarang bisakah kalian ti