Yang ada di hadapan mereka hanyalah kekacauan dari ujung ke ujung. Pasalnya jalanan yang ada semua hancur dan beberapa menciptakan retakan. Bahkan gerbang taman pun sebagiannya hangus terbakar serta terlihat dedaunan di dalam taman berubah warna menjadi kecokelatan. Tidak hanya sampai di situ, susunan bebatuan yang membentuk tembok kecil di samping gerbang taman pun hancur berkeping-keping, hanya sebagian yang masih berdiri.
“Apa yang terjadi pada tempat ini? Semuanya hancur berantakan,” ujar Hans.
“Seperti telah diserang, tetapi oleh siapa hingga semuanya hancur berantakan seperti ini.” Sera berkata.
“Bagaimana jika berpencar untuk menelusuri satu persatu tempat di daerah sekolah.” Redd mengusulkan idenya.
Zachary memejamkan matanya untuk sesaat. “Tidak, jangan sampai berpencar. Lebih