Ini adalah kisah dari ratusan tahun lalu yang tidak diketahui kebenarannya. Dahulu kala ada dua kerajaan yang berseberangan, selama kejayaannya, kerajaan tersebut selalu berperang dan kedua kerajaan ini ditakdirkan untuk berperang selamanya. Ya, tentu saja, karena malaikat dan iblis sampai kapan pun tidak akan pernah bisa bersatu. Alkisah, kedua kerajaan tersebut berperang karena senjata legendaris ‘Ragnarok’ senjata yang katanya mampu menghancurkan dunia malaikat, iblis, manusia, bahkan makhluk lainnya yang keberadaannya tak terlihat.
Kaum iblis sangat mengharapkan kehadiran iblis kuat untuk kemenangan mereka, tapi sayang tidak semudah itu, ketika iblis yang diharap-harapkan hadir, ternyata di pihak malaikat juga ada sesosok malaikat kuat. Memang benar adanya hukum keseimbangan, di mana ada putih pasti ada hitam, dan di mana ada kebaikan di sana pasti juga ada kejahatan. Ya begitulah dunia ini berjalan, selalu ada pertentangan didalamnya.
Ketika sosok iblis kuat yang akan membinasakan malaikat terlahir, sesosok iblis tampan yang memiliki rambut dan sayap hitam legam berkilau, berkulit putih seperti salju musim dingin dan bermata tajam, layaknya mata elang yang siap mengoyak siapa pun. Di kerajaan malaikat juga akan terlahir seorang malaikat perempuan cantik yang memiliki rambut indah terurai berwarna putih kekuningan dan memiliki sayap yang menyentuh tanah apabila ia berjalan, sayapnya indah berkilau layaknya permata di malam hari. Malaikat inilah yang akan berhadapan dengan iblis kuat tersebut. Ketika kedua sosok ini lahir, langit akan terbelah dua dan itu menandakan perang besar akan dimulai.
Mereka berdua ditakdirkan untuk berperang hingga salah satu atau keduannya mati, mereka berdua dilahirkan untuk berperang dan mati demi kerajaan masing-masing. Mereka akan menentukan dan merubah takdir kerajaan serta takdir mereka sendiri. Ada sebuah kisah pilu dari kedua sosok kuat ini, mereka saling jatuh cinta tanpa ada satu pun yang megetahuinya.
Apakah salah jika iblis dan malaikat saling mencintai? Ya, tentu saja. Itu melanggar kodrat, tapi apa mau dikata, jika cinta sudah hadir siapa pun kau tidak bisa mengelak, walaupun kau makhluk yang berbeda. Tapi kisah cinta dua sosok ini bukanlah kisah cinta indah, iblis dan malaikat harus tetap berperang, harus tetap saling membunuh apapun yang terjadi, karena ini sudah menjadi takdir mereka berdua. Walau tak rela, walau hati terkoyak dan berdarah-darah, tak ada yang mampu merubah kenyataan pahit ini.
Ketika malaikat dijebak dan akan dibunuh, iblis tampan itu menolong si malaikat cantik dan pada akhirnya iblis lah yang meregang nyawa. Malaikat tidak bisa menerima kematian iblis yang dicintainya, walaupun pada akhirnya salah satu diantara mereka tetap akan mati, tetapi malaikat itu memutuskan untuk mati bersama iblis, membawa semua luka mereka berdua ke dalam keabadian.
‘Karena sampai kapanpun iblis dan malaikat tidak akan pernah bisa bersatu kecuali mereka sendiri yang merubahnya, walaupun kemungkinan tersebut hampir tidak ada dan tidak akan pernah ada. Tapi, siapa yang tahu, terkadang takdir suka mempermaikan semua makhluk di dunia, baik itu manusia maupun makhluk lainnya.’
“Buku yang bagus, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bosan membacanya. Entah kenapa buku ini mempunyai daya tarik tersendiri. Buku misterius, sangat-sangat misterius. Walaupun aku benci akhir kisahnya.”
Terlihat seorang gadis muda berambut panjang yang dibiarkan terurai indah dipunggungnya sedang duduk santai di lantai beranda kamar sambil menutup buku tua nan lusuh, karena sering ia baca. Gadis itu berjalan keluar kamar menuju perpustakaan mini milik keluarganya di lantai satu, untuk mengembalikan buku tersebut dan meletakkannya kembali di rak buku. Buku kesukaannya itu mengisahkan takdir iblis dan malaikat, ketika si gadis berbalik dan menutup pintu perpustakaan setelah mengembalikan buku tersebut, buku tua nan lusuh itu memancarkan warna keemasan dan cahayanya menghilang dalam sekejap tanpa ia sadari.