"Untuk array ini harus kita uji seperti apa, Kak El?" tanya Valerie.
"Menurutku aku ingin mereka membuat array untuk perlindungan, karena aku merasa untuk bertanding mereka pasti membutuhkan energi yang cukup, jika mereka kekurangan energi karena tidak memiliki tidur yang cukup itu akan sangat konyol," jawab Elquino.
"Masuk akal, maka akan kita buat seperti itu," ujar Valerie menyetujui ide Elquino.
"Belum selesai, aku ingin agar mereka mereka membuat array itu langsung di hutan untuk kita uji coba, kita akan memberi mereka waktu sejam untuk membangun dan mengaktifkan array, lalu kita akan meminta mereka untuk tinggal di array yang mereka bangun selama semalam," ujar Elquino.
"Apakah itu aman?" tanya Valerie.
"Tentu saja aku akan melakukan beberapa persiapan, juga dengan begini kita bisa melihat tingkat kepedulian mereka kepada teman mereka," jawab Elquino, "Ingatlah bahwa tujuan utama mereka ikut bukan hanya untuk sekedar menjadi juara, academy menyiapkan kita tim murid inti untuk menjadi juara dan bagi academy satu juara sudah lebih dari cukup dengan jaminan keselamatan seluruh murid yang mengikuti turnamen. Tujuan academy adalah membiarkan murid-murid dari kelas biasa untuk mendapatkan pengalaman dan membuat para siswa kelas khusus untuk melindungi serta mengajarkan beberapa keterampilan yang mereka miliki kepada siswa kelas biasa."
"Bukankah pengalaman kita sama saja dengan para siswa kelas biasa?" tanya Valerie.
"Tentu saja tidak, mulai bulan 3, kita siswa kelas khusus dan inti akan pergi ke berbagai academy untuk pertandingan persahabatan ke berbagai academy," jawab Elquino, "Dimana kita akan bertanding di bidang masing-masing dan juga berburu."
"Ooo, aku paham sekarang. Apakah Prof. Eldenio akan setuju?" tanya Valerie.
"Kita tidak akan tahu jika kita tidak pernah mencoba," jawab Elquino lalu beranjak dari duduknya diikuti Valerie dan menuju ke ruangan Prof. Eldenio.
***
Tok tok tok
"Masuk!" jawab orang di dalam.
"Prof, kali ini Valerie mendapat tanggung jawab untuk memilih siswa kelas khusus yang akan berpartisipasi dalam turnamen cabang perburuan, jadi aku dan Valerie ingin meminta izin ke Prof. untuk mengizinkan kami meminta 1 hari waktu kelas Prof. untuk menguji mereka," ujar Eldenio menyampaikan maksud kedatangan mereka yang mendadak.
"Tidak masalah, saya juga akan titip ke kalian untuk mencarikan 6 kandidat untuk ikut turnamen cabang array, tetapi kalian berdua tidak bisa ikut dan masing-masing dari kalian akan menjadi pendamping kelompok," ujar Prof. Eldenio, "Kapan kalian berencana melaksanakan ujian?"
"Besok lusa, Prof," jawab Valerie.
"Kalian sudah punya rencana untuk menguji mereka seperti apa?" tanya Prof. Eldenio.
Valerie pun menjelaskan rencana yang telah dia dan Elquino diskusikan.
"Bagus, saya mendukung sepenuhnya," ujar Prof. Elden, "Saya tambahkan, kalau perlu kalian batasi jumlah permata inti yang bisa mereka pakai, karena bisa saja saat mereka pergi nanti mereka memiliki permata inti yang terbatas. Dan kalau perlu kita sendiri yang akan melepaskan binatang spiritual kita."
"Tidakkah itu sangat berbahaya, Prof?" tanya Valerie dengan kuatir.
"Kalau tidak seperti itu tidak akan menarik," jawab Prof. Eldenio, "Selain itu, kalau tidak ada binatang spiritual yang datang dengan apa kita menguji array mereka efektif atau tidak."
"Aku setuju dengan saran Prof. Eldenio, dengan begini kita bisa melihat kemampuan nyata mereka," ujar Eldenio.
"Oke," ujar Valerie yang hanya bisa pasrah dan mengasihani nasib murid-murid kelas khusus yang akan menjadi bahan percobaan senior dan profesornya.
"Kalau begitu suruh mereka kumpul besok lusa di pintu hutan jam 4," ujat Prof. Eldenio, "Dan kita akan membagi mereka di 2 tempat terpisah, saya akan mengawasi di 1 tempat dan kalian berdua akan mengawasi di tempat lain."
"Baik, Prof," ujar Elquino.
Setelah merasa tidak ada yang perlu didiskusikan lagi, Valerie dan Elquino berpamitan kepada Prof. Eldenio untuk kembali ke asrama.
"Kak El, tidakkah menurutmu Prof. Eldenio sangat kejam?" tanya Valerie setelah mereka keluar dari ruangan Prof. Eldenio.
"Menurutku tidak juga, karena murid-murid asrama Vermilion selalu membanggakan kemampuan mereka sehingga tentu saja mereka harus punya kemampuan untuk menjadi sombong. Mereka tidak bisa hanya menjadi macan kertas, itu akan mencemarkan reputasi asrama Vermilion kita," jawab Elquino.
"Baik, sekarang aku menyadari satu hal. Ternyata Kak El sendiri juga kejam," ujar Valerie.
"Bukan aku kejam, tetapi mereka tidak bisa hanya menerima tanpa berusaha. Ada yang harus dibayar mengapa kita murid-murid asrama Vermilion bisa membanggakan diri," ucap Elquino, "Tidak semua dari mereka yang memiliki elemen untuk mendukung mereka masuk ke kelas khusus akan ditarik masuk, hanya dipilih mereka yang memiliki tekad kuat yang akan ditarik masuk. Karena saat di tahun pertama seperti kamu, masih bisa bersantai, mulai tahun kedua, kamu akan mendapatkan pembelajaran tambahan di Sabtu malam dan ini bukan kelas biasa, tetapi ini adalah kelas pertarungan. Kelas pertarungan ini berbeda dengan kelas pertarungan biasanya, di kelas pertarungan khusus ini, kamu diperbolehkan membuat lawanmu menjadi apapun selama kamu tidak membunuh dan memutus lingkaran energi mereka."
"Sangat menakutkan!" ujar Valerie.
"Maka dari itu, selagi kamu di tahun pertama bangunlah kekuatanmu sebaik-baiknya," ujar Elquino sambil mengelus kepala Valerie dengan mata yang mengungkap rasa sayang.
"Pasti," ujar Valerie, "Aku akan menjadi yang terbaik nanti."
"Aku akan menantikan saat itu," ujar Elquino.
"Kenapa kita yang tahun pertama tidak boleh ikut?" tanya Valerie.
"Karena kalian masih belajar, selain itu, biasa siswa kelas pertama belum sepenuhnya dipilih," jawab Elquino.
"Tapi bukankah kita tidak harus bertarung dengan siswa tahun yang sama?" tanya Valerie.
"Memang tidak, tetapi academy memutuskan agar siswa tahun pertama lebih fokus membangun kekuatan mereka terlebih dahulu daripada mendapatkan pengalaman," jawab Elquino, "Selain itu, tidak semua orang adalah pembelajar yang cepat, jadi untuk meminimalkan kecelakaan academy memutuskan untuk tidak mengijinkan siswa tahun pertama untuk berpartisipasi, tapi kamu bisa menonton."
"Oke, hari Sabtu aku akan menonton!" ujar Valerie dengan bersemangat.
"Sana masuk kamar," ujar Elquino saat mereka berada di depan kamar Valerie.
"Kak El juga, silahkan masuk kamar, tidak perlu menunggu aku," ucap Valerie.
"Iya," jawab Elquino lalu menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Valerie.
---
"Selamat pagi semua, perkenalkan nama saya adalah Vedis. Di kelas ini, teorinya silahkan kalian baca di buku pendamping kelas ini, saya tidak akan membahas teori sama sekali, kecuali kalau ada yang bertanya. Saya minta kalian memilih satu teman untuk menjadi partner kalian di kelas ini, sekarang juga!" ujar Prof. Vedis yang membuat kelas langsung menjadi ramai.
"Sudah cukup untuk memilih partnernya, kalian bisa berdiri berhadapan dengan partner kalian, namun jangan terlalu dekat dengan pasangan lainnya!" perintah Prof. Vedis, "Saya minta satu menyerang terserah kalian mau menyerang seperti apa dan yang satu melakukan pertahanan terserah juga mau menggunakan cara apa. Di hitungan ketiga kalian akan mulai sampai saya bilang berhenti, kalian yang bertugas menyerang bisa terus menyerang dan yang lain bisa terus memikirkan cara bertahan."
"Satu, dua, tiga," hitung Prof. Vedis.
Blush brak
"Berhenti!" perintah Prof. Vedis.
"Bagus sekai, Valerie!" sindir Prof. Vedis, "Beberapa dari kalian bantu teman-teman kalian ke ruang perawatan!"
"Maaf, Prof," ujar Valerie, "Aku sepertinya menerapkan array yang salah."
"Bukan sepertinya, tapi memang kamu menggunakan array yang salah!" caci Prof. Vedis, "Siapa yang bilang kamu boleh melukai lawan mu? Dan kamu tidak hanya melukai lawan mu, tapi juga beberapa anak lainnya!"
"Aku gak bermaksud, Prof," ujar Valerie, "Aku hanya mau menggunakan array perlindungan diri, Prof, aku tidak menyangka aku akan melakukan kesalahan sehingga membuat array perlindungan memantulkan kembali kekuatan lawan dan bahkan memperkuatnya."
"Apakah hanya dengan kamu bilang kamu tidak bermaksud masalah akan selesai? Saya tidak peduli, apakah kamu bermaksud atau tidak, yang saya tahu hanya kamu bersalah! Silahkan menulis 9 lembar pertobatanmu setelah kelas ini selesai dan berikan kepada saya sebelum malam hari!" perintah Prof. Vedis.
"Tapi Prof siang ini aku harus-"
"Kamu masih berani membuat alasan? Apakah kamu ingin dikeluarkan dari academy?" ujar Prof. Vedis yang membuat Valerie hanya bisa pasrah dengan keputusan Prof. Vedis.
Seandainya aku punya mesin fotocopy, betapa bahagianya aku. Huaa... aku merindukan dunia asliku, apakah ada kemungkinan untuk kembali ke sana atau haruskah aku menderita di dunia ini.
"Tunggu apalagi tidak segera kembali latihan?" tanya Prof. Vedis.
"Saya tidak punya partner, Prof," jawab Valerie.
"Maka kamu bisa berdiri di pinggir, jangan di tengah-tengah lapangan jika kamu tidak mau berlatih!" ujar Prof. Vedis.
"Saya bukan tidak mau, Prof, tapi saya tidak punya partner," bantah Valerie.
"Tunggu apalagi, segera menyingkir dari lapangan!" perintah Prof. Vedis.
"Kalian bisa mulai ulang. Satu, dua, tiga," ujar Prof. Vedis.
Valerie berjalan ke pinggir lapangan dan mengamati teman-temannya yang berlatih. Ada beberapa dari mereka yang menyerang balik untuk melakukan pertahanan, ada yang melarikan diri, ada yang bersembunyi di bawah meja, dan ada juga yang langsung berlutut di depan pasangannya menyerah.
"Berhenti!" perintah Prof. Vedis, "Kalian bisa melihat sendiri apa yang terjadi jika kalian tidak memiliki kemampuan pertahanan yang tepat. Pertama, beberapa dari kalian hanya bisa berlari seolah-olah ada hantu yang mengejar di belakang kalian. Kedua, beberapa ada yang bersembunyi di bawah meja, jika di hutan / di lapangan tidak ada meja dimana kalian akan bersembunyi. Yang paling parah, ada dari kalian yang tidak berusaha sama sekali dan langsung menyerah begitu saja, dalam pertempuran jika kalian langsung menyerah berarti kalian kalah atau bahkan meninggal, sungguh tidak punya semangat sama sekali. Hanya sedikit dari kalian yang melakukan serangan balik untuk pertahanan, saya harap kalian akan belajar dengan sungguh-sungguh di kelas ini mengingat kemampuan pertahanan kalian yang sangat rendah," ujar Prof. Vedis.
"Prof, bolehkan saya bertanya apa perbedaan pertempuran dan pertahanan?" tanya seorang siswa.
"Pertanyaan yang bagus, 5 poin untuk asrama Tigeries!' puji Prof. Vedis, "Pertahanan dan pertempuran adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, serupa tetapi berbeda. Pertahanan ini adalah keadaan dimana saat lawan kalian lebih kuat dan kemungkinan kalian menang adalah sangat kecil, dimana kalian mengamati gaya pertempuran musuh dengan menyerang seminimal mungkin sehingga energi kalian dihemat dan kalian langsung menyerang dengan satu serangan yang fatal di akhir, namun ada juga pertahanan yang lain, seperti pertahanan array."
"Apakah ada pertanyaan lain?" tanya Prof. Vedis.
"Baik, karena tidak ada yang mengangkat tangan, saya anggap tidak ada pertanyaan lain," ujar Prof. Vedis, "Saya rasa pengantar untuk kelas pertahanan cukup sampai di sini saja, kalian boleh bubar! Dan untuk Valerie saya menunggu tulisan pertobatanmu!"
"Baik, Prof," ujar Valerie lalu buru-buru menuju ruang santai murid inti.