Rei terlihat menggerakkan jarinya secara perlahan, ia merasakan tubuhnya sangat berat dan sakit, seperti ditimpa beban ribuan ton. Matanya terasa kering dan susah untuk dibuka, sangat sakit rasanya untuk membuka matanya. Tenaganya seakan menghilang entah kemana, tetapi karena rasa keinginannya untuk mencoba bergerak bebas, Rei berusaha untuk mengaktifkan semua inderanya dan sekuat tenaga bergerak meski sedikit saja, setidaknya secara perlahan ia bisa menggerakkan tubuhnya secara penuh kesadaran.
Mata Rei perlahan membuka meskipun ia merasakan nyeri yang luar biasa, nyeri yang sangat membuat matanya kering, terlebih lagi matanya terkena cahaya matahari pagi rasanya seperti dibakar dan ditusuk. Rei meringis meskipun suaranya tidak keluar, bahkan lidanya sangat kelu untuk digerakkan, rasa