“Lo ngapain kemarin malam di kamar gue?” Xera datang dengan penuh emosional dan langsung menolak Ezra yang berada di parkiran hotel.
“Menurut lo sendiri?” Ezra bertanya balik ke Xera, karena Ezra sudah yakin pasti Xera tau dengan jawabannya.
“Yah untuk apa lo foto foto gue? Terus? Lo kayak punya.. gangguan mental ya..?” Xera melirihkan perkataan di akhir kalimatnya. Sebenarnya Xera juga bingung, karena yang ia lihat kemarin malam itu melalui kamera pengawas yang ada di tasnya, Ezra mencoba untuk memeluknya, terus memukulnya, sampai menjatuhkannya dari tempat tidur. Xera takut? Tentu saja Xera takut, tetapi mau bagaimana lagi, ia harus meminta penjelasan supaya tidak ada kesalahpahaman.
“Hmm?” gumam Ezra seraya menaikkan satu alisnya melihat Xera seperti menanyakan kepadanya apa