Apakah Jeannette mati setelah dia ditabrak truk yang melaju dengan kecepatan tinggi?
Hoooo… tentu saja tidak.
Sekarang ini dia berbaring di tempat tidur rumah sakit kelas atas, dicek kondisi tubuhnya secara mendetail oleh satu tim dokter yang terdiri dari lima orang spesialis.
Cek fisik dasar sepertui tensi, suhu tubuh, mulut, kondisi mata, hingga detak jantung sudah dilakukan. Kemudian salah satu dari dokter melakukan sesi tanya jawab tentang keseharian Jeannette, dan masih dijawab dengan kebanyaka ‘hah, hoh, hah, hoh’ sama pasiennya.
Setelah beberapa saat rembukan, Dokter spesialia saraf yang juga sekaligus direktur utama rumah sakit, memberitahu hasilnya.
"Hasil pemeriksaan normal. Selain lecet ringan tidak ada luka lain ditubuh pasien, tetapi pasien masih mengalami gegar otak ringan yang berakibat kehilangan sebagian memori.”
Hari ini, sudah sehari sejak Jeannettte sadar dari pingsannya.
Yang membuatnya kaget adalah, waktu mengalami kecelakaan umurnya baru delapan belas tahun, dan kemarin dia dengar dari perawat, umurnya sekarang dua puluh tiga tahun.
Masa iya sih, dia pingsan selama lima tahun?
Memperhatikan raut wajah kosong Jeannette, dokter kembali berkata, “Jangan khawatir, setelah beberapa waktu, ingatanmu akan kembali sendiri.”
Masalahnya adalah, Jeannette yakin banget dia nggak kehilangan ingatan.
Dokter yang merawat, yang mengenakan jubah putih, mendorong kacamatanya dan berkata dengan ramah. "Lain kali kamu harus lebih berhati-hati di jalan. Beruntung kamu cuma kehilangan ingatan, bagaimana kalau nyawamu?”
Setelah dia selesai berbicara, dia berpesan kepada perawatdi ruang rawat inap, kemudian berbalik dan meninggalkan kamarnya diikuti oleh tim dokter lain.
Jeannette berbaring lagi, memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam berdoa, lalu dia membuka matanya lagi, dan apa yang dilihatnya masih langit-langit rumah sakit yang sama.
Otaknya yang cukup pintar dengan cepat memahami situasinya selama sehari ini.
Fixed, dia memang pergi ke masa depan.
Dari kata-kata dokter tadi, ada kemungkinan dirinya yang sekarang juga mengalami kecelakaan yang sama dengan dirinya lima tahun lalu, kemudian lorong waktu terbuka, dan jiwanya yang berasal dari lima tahun lalu terlempar ke sini.
Karena tidak mengingat atau tidak tahu apa-apa tentang hidupnya yang sekarang, dokter menyimpulkan dia mengalami amnesia.
Oke, karena dokter mendiagnosisnya begitu, yaa ikuti saja apa katanya sampai semuanya normal.
Hal yang harus dia lakukan sekarang adalah, tetap tenang dan kumpulkan informasi.
Supaya tidak menimbulkan masalah yang nggak perlu, jangan bilang ke orang-orang kalau dirinya adalah time traveller yang datang dari masa lalu.
Setelah menyusun beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dia lakukan, Jeanntte harus mencari tahu situasinya saat ini.
Yaah, siapa tahu, enam tahun kemudian dia sudah jadi anggota dewan, selebriti papan atas, atau salah satu entrepreneur muda yang sukses dan kaya raya.
Mengambil tas tangan dari meja di samping tempat tidur, Jeannette mengagumi selera dewasanya,
Bukannya ini merek Hermes asli?
Dengan kondisi ekonomi orang tuanya enam tahun yang lalu, bukan tidak mungkin dia kebeli tas ini, tapi mengingat bagaimana pelit dan perhitungannya mamanya, mustahil tas ini di beli pakai uang mereka.
Jeannette memiliki senyum semringah di wajahnya yang berbentuk hati.
Berarti benar tebakannya, dia memang hidup makmur dan bisa dibilang kaya raya sekarang.
Mengaduk-aduk isi tas, tangannya menemukan gawai. Perkiraannya ini Iphone seri terbaru, atau Samsung yang udah entah S berapa, tetapi begitu dia keluarkan, pandangan tidak percaya memenuhi matanya yang bulat indah.
Heh, ini kan hape nya dari zaman dulu.
Kok belum ganti sih?
Jeannette membolak-balikkan gawai di tangannya, fixed, ini memang hape nya dari zaman baheula, tapi kenapa masih dipakai? Masa nggak mampu beli?
Dia melihat ke tas kulit di pangkuannya, kemudian melihat gawainya.
Benar-benar perbedaan yang bertolak belakang.
Mampu beli tas ratusan juta, tapi nggak mampu beli gadget keluaran terbaru. Dirinya enam tahun kemudian, benar-benar membuat Jeannette bingung.
Jeannette membuka kunci pola yang sudah dia hapal di luar kepala, dan… taraaaa….
Layar gawainya terbuka.
Ada sisi positifnya juga dia nggak ganti hape keluaran terbaru. Belum tentu dia bisa membukanya dengan segampang ini.
Jeannette mulai menjelajah dunia maya, terutama membuka akun media sosialnya.
Dunia enam tahun kemudian seharusnya nggak jauh berbeda dari lima tahun yang lalu, dan orang pintar seperti dirinya bisa beradaptasi dengan cepat tanpa hambatan.
Hanya saja setelah Jeannette membuka akun media sosialnya, dan melihat ratusan tag yang menyebutkan namanya dengan ucapan selamat dan do’a yang disertai restu dari mutulannya, tangannya gemetar saking kaget.
Dia ... dia sudah menikah.
Umurnya baru dua puluh tiga, bagaimana dia bisa menikah di usia semuda itu?
Jeannette tidak bisa menerima kenyataan ini sama sekali, dan terus menggulir layar untuk mencari tahu dengan siapa dia menikah, dan dia tidak bisa menahan lonjakan jantungnya lagi.
Geoffry Gao
Benarkah dia menikah dengan Geoffry?
Dari pada senang, perasaan Jeannette lebih di d******i dengan rasa tidak percaya.
Setelah berkali-kali ditolak dengan kasar oleh Geoffry, apa mungkin dia masih mencintai pria itu selama lima tahun terakhir?
Masa iya, dalam perjalanan dari umur delapan belas ke dua puluh tiga, nggak ada satupun cowok cakep yang menarik perhatiannya?
Kok bodoh banget sih?
Atau, apakah dia dipaksa untuk menikahi Geoffry yang nggak normal itu?
Rasa penasaran membawanya ke mesin pencarian Google dan mengetik nama Geoffry Gao, dan yang keluar kali ini bahkan lebih luar biasa.
“Geoffry Gao, anak dari pendiri sekaligus Direktur utama MCN group menikahi kekasihnya dengan dekorasi sepuluh ribu mawar merah’.
‘Fakta Geoffry Gao menikahi Jeannette Haliem’.
‘Selamat, begini penampakan sepuluh ribu mawar merah saat Geoffry Gao menikah dengan kekasihnya’.
‘Cek, segini biaya pernikahan ala Geoffry Gao dan Jeannette Haliem, dari mulai sepuluh ribu mawar merah sampai biaya katering.”
‘Kisah cinta Geoffry Gao dan Jeannette Haliem, dari baju sekolah sampai gaun pengantin’
Meskipun sebagian besar beritanya singkat dan padat, ada juga yang sangat detail. Namun, secara keseluruhan menggambarkan bagaimana Geoffry mengejarnya selama lima tahun terakhir.
Sebagai taipan media, tidak heran berita Geoffry Gao menjadi headline beberapa berita hiburan online.
Jeannette memilihnya dengan santai. Membacanya satu persatu.
"Menurut orang dekat keduanya, awalnya Jeannette yang mengejar Geoffry, tapi pada akhirnya dia menyerah karena karakter Geoffry yang terlalu dingin dan cuek. Iyalah, Dis, siapa sih yang tahan dicuekin mulu? Bagian serunya nih, Dis. Begitu Jeannette meng-uncrush Geoffry dan mulai pindah ke lain crush, eh cowok itu jadi kelimpungan sendiri. Geoffry mulai mengejar Jeannette dengan berbagai cara meskipun diabaikan oleh Jeannette yang sudah berhasil move on. Tidak mau menyerah, Geoffry mengirimi pesan cinta ke Jeannette setiap hari, menunggunya di kampus setiap pulang kuliah, kirim bunga atau makanan ke rumah Jeannette hampir setiap hari. Kalau Jeannette butuh sesuatu, Geoffry sudah siap di sampingnya. Singkatnya, kalau Jeannette Haliem minta segelas air, Geoffry akan memberinya lautan.”
Semakin dibaca, semakin kembang kempis hidung Jeannette.
Meskipun secara teoritis, ini adalah pengalamannya sendiri, tetapi Jeannette tidak memiliki kesan. Membaca artikel ini seolah-olah dia membaca novel roman tentang CEO kaya yang bucin mampus dengan pasangannya.
Orang yang menulis artikel juga sangat pandai memainkan diksi dan emosi pembaca. Ketika menceritakan kisah cinta yang indah itu, pembaca dibawa untuk ikut berfluktuasi dengan suasana hati Geoffry. Geoffry yang frustrasi dengan cinta sepihaknya, ikut lega ketika Geoffry akhirnya bisa bersatu dengan wanita cantik.
Saat Jeannette selesai membaca, dia tidak bisa menahan air mata untuk kisah cinta yang indah ini.
Dia tidak mengira kalau ternyata diam-diam Geoffry punya rasa cinta yang mendalam kepadanya.
Ternyata Geoffry benar-benar memiliki pemikiran seperti itu tentang dirinya sendiri? Menyukai diri sendiri selama lima tahun?
Mungkinkah dugaannya benar? Sebenarnya Geoffry sudah lama jatuh cinta kepadanya, tetapi dia menolak mengakui, dan menikmati perasaan dikejar olehnya?
Dan sewaktu Geoffry balik badan untuk mengejar cintanya, Jeannette menikmati perasaan membalas dendam.
Di bawah dari casing wajahnya yang dingin dan acuh tak acuh, dia sebenarnya punya cinta yang panas dan menggebu-gebu.
Jeannette membaca artikel kisah cinta itu lagi dan merasa bahwa dirinya sangat keterlaluan saat membalas dendam kepada Geoffry!
Mengapa dia masih mengabaikan Geoffry dan akhirnya membuat pria itu frustrasi dan minum alkohol sampai lambungnya bocor dan dikirim ke rumah sakit?
Jeannette menghabiskan satu hari di rumah sakit membaca semua artikel cinta tentang dirinya dan Geoffry, dan meneteskan air mata.
Siapa yang mengira kalau Geoffry, orang yang setiap saat memasang wajah datar dan acuh tak acuh diam-diam mencintai dirinya sendiri sampai gila!
Memikirkan latar belakang keluarga Geoffry, wajah, sosok, dan cintanya yang dalam padanya, Jeannette akhirnya mengerti kenapa dia bisa menikah pada usia yang sangat muda.
Pernikahan ini terjadi karena cinta.
Baiklah, karena ini sudah terjadi,dan dirinya sudah menyebrang ke masa depan, mari hidup dengan baik bersama Geoffry. Cintai lagi suaminya dengan tulus, jangan buat pria itu menangis dan patah hati lagi.
Dengan cinta lamanya yang masih ada, Jeannette merasa dia masih bisa melakukannya.
Ketika Jeannette selesai membaca semua artikel, dia mengklik galeri foto yang tersambung dengan semua media sosial.
Hasilnya, setelah membuka semua galery, dia menemukan bahwa semua foto dirinya dan Geoffry sangat terlihat penuh cinta.
Dalam setiap gambar, jari-jari mereka saling bertautan, wajah yang berdekatan bahkan nyaris berciuman, kemudian duduk menikmati sunset di tepi pantai dengan bahu yang saling menempel…
Dia bahkan iri dengan dirinya sendiri.
Ketika dia tidak sengaja membuka memo, Jeannette bahkan lebih terkejut.
Tulisan di sini benar-benar merekam setiap momen penuh cinta dalam kehidupan sehari-harinya.
Ini benar-benar merekam kehidupan sehari-hari yang penuh cinta!
‘Pak suami ke Bandung, hujan petir dari sore, mana mati lampu, sendirian dirumah segede ini. lengkap deh penderitaan. Pas lagi ketakutan, eh tiba-tiba Pak Suami pulang cuma buat nemenin aku, dan langsung balik lagi ke Bandung buat lanjutin kerjaan begitu hujan berhenti dan aku udah tidur nyenyak. Love banget deh sama Pak suami.’
’15 Agustus 2022, dari kemarin BM banget gara-gara mau mens, kepingin banget makan pluffy pancake yang di GI, nggak taunya Pak suami diem-diem bikinin pluffy pancake buat sarapan. Gagal sih pancakenya, tapi nggak buat cinta dan perhatiannya. Duhh… makin cinta deh sama Pak Suami.’
’20 September 2022, males banget deh dateng ke acara pembagian Award. Banyak banget seleb-seleb centil dan sok cakep yang terus-terusan main mata sama Pak Suami, untungnya Pak Suami tipe yang cuek, bagus deh, lirik deh tuh sampai matanya pada julik. Cinta, tubuh, penampilan, dan perhatian Pak suami cuma punyaku!’
Membaca memo yang dia tulis, Jeannette bisa menyimpulkan Geoffry adalah model pria yang dingin di luar dan panas di dalam. Dirinya yang berumur dua puluh tiga tahun benar-benar beruntung bisa menikah dengannya.
Selain kehidupan sehari-hari yang manis dalam kehidupan biasa ini, ada juga beberapa gaya tulisan yang menjurus adegan dewasa.
’31 Juli 2022, remuk nih badan, gara-gara Pak Suami yang semangat banget buat pembuahan… begini nih kalau nggak ketemu seminggu… beronde-ronde hihihihi…’
Jeannette sedikit tersipu saat membaca kegiatan orang dewasa ini.
Tampaknya dia dan Geoffry pasangan yang cocok dan pas di tempat tidur.
’1 Agustu 2022… Ampun Pak Suami… capek nih mulut aku.’
? ? ?
Semakin Jeannette jauh membaca, semakin dia tidak berani dia membayangkan semua secara langsung, dan akhirnya menutupi wajahnya dengan seprai di ranjang rumah sakit.
Dia benar-benar malu.
Sepertinya Geoffry bukan hanya terobsesi dengan dirinya sendiri, tetapi dia juga sangat bernafsu kepadanya…
Tapi, bukannya setiap hari melakukan olah raga malam itu nggak sehat? Apalagi kalau setiap hari Geoffry bangun pagi, berapa jam setiap hari suaminya tidur?
Tapi… tunggu, Jeannette tiba-tiba sadar akan sesuatu.
Biarpun sekarang dia secara fisik berumur dua puluh tiga tahun, dan sudah matang dalam berhubungan intim, tetapi jiwanya masih gadis muda berusia delapan belas tahun.
Di umur segitu, jangankan melakukan hubungan suami istri, Jeannette bahkan belum pernah merasakan bagaimana ciuman pertama.
Lalu, bagaimana kalau Geoffry minta jatah?
Membaca rutinitas seks mereka di memo, sepertinya mustahil kalau Geoffry bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya selama beberapa hari.
Akan tetapi, dia belum siap untuk melayani pria itu. Jeannette tidak tahu bagaimana caranya, sementara dirinya yang sekarang terlihat sangat expert.
Kan nggak lucu kalau dia ketauan datang dari masa lalu hanya karena performa yang tidak memuaskan di tempat tidur.
Dan saat Jeannette memikirkan hal-hal ini, pintu bangsal didorong terbuka.
Jeannette harus mengakui bahwa momen ini sangat mirip dengan adegan di sinetron. Zoom in, zoom out. pencahayaan dan bayangan di setiap bingkai tampaknya dirancang dengan cermat, lambat, halus, dan kemudian wajah Geoffry yang tampan muncul di balik pintu.
Jeannette belum siap secara mental, dan ketika melihat wajah Geoffry jantung berlompatan ke sana kemari.
Dalam lima tahun terakhir, visual wajah Geoffry seperti tidak berubah, tetapi tampaknya dia cukup berbeda.
Pria ini masih setampan dulu, setiap inci wajahnya tidak mudah untuk didekati, dan ekspresi yang tersembunyi di balik bayang-bayang membuat emosinya semakin sulit ditebak.
Semangat muda dalam kesan Jeannette memudar saat ini, Geoffry dewasa, mengenakan setelan definisi tinggi yang cocok dan sesuai dengan sosoknya.
Dan saat ini, Geoffry menatap Jeannette.