Halo aku kembali dengan mengupdate cerita part 5. semoga aku harap kalian menyukai ceritaku.
selamat membaca!
—oOo—
Sesudah menaruh tas di kelas, semua murid diharapkan menuju lapangan, karena upacara bendera segera di mulai.
"UPACARA BENDERA HARI SENIN [TANGGAL SEKIAN] AKAN SEGERA DI MULAI,PERSIAPAN" suara MC melalui mikrofon memberitahu bahwa upacara akan berlangsung.
Glency a.k.a Sunny tengah berbaris di barisan kelasnya. ia mengingat pada novel halaman 7, disitu tertulis bahwa Sarah akan pingsan karena tidak kuat menahan sinar matahari menusuk ke tubuhnya dan akan digendong langsung oleh cowok rese siapa lagi kalau bukan, Lighter.
"yes, gue gak sabar adegan itu hehe." batin Sunny dengan hati riang.
Di pertengahan upacara, tidak ada gelagat sakit Sarah untuk pingsan namun tetesan darah keluar dari hidung Sunny.
"oh keluar darah dari hidung gue."ucap Sunny tidak sadar, dan semua orang didekat Sunny histeris seraya memanggil petugas PMR.
"tunggu."
"keknya ada yang salah."
"Sarah gak pingsan.
"malah gu— HAH.. GUE YANG MIMISAN? Alhamdulillah akhirnya gue pertama kali keluar darah hidung dan gue bakal pingsan berarti? di kehidupan gue yang dulu gue gak pernah sekalipun mimisan apalagi pingsan woi. oke btw, kenapa kepala gue terdapat kisaran burung-burung kecil merayap di kepala gue. bahkan kelopak mata gue mulai ketutup perlahan-lahan. fix gue pingsan berarti." dan pada akhirnya Glency tidak sadarkan diri. orang pertama yang menggendong Sunny adalah si Lighter kemudian membawa Sunny ke UKS.
Sunny berakhir di tempat ranjang sekolah alias UKS. sedaritadi Lighter mengelus kepala cewek ngeselin itu sambil main handphone nya.
di dalam mimpi Glency melihat ruangan kosong dan semua background putih.
"Gue dimana nih? woah anjirr gue dah di surga. eh tapi kok gak ada gambaran kek di tipi-tipi, kalau surga tuh ada air mancur gitu lohh, terus ada pepohonan dan udara sejuk dan nyaman. gue bukan berada di area situ tapi malah ke latar putih doang. gak ada sama sekali orang. Anjir gue dimana nih, MAMA GUE MAU PULANGGG. AH IYA SI JACKIE GUE KANGEN SAMA LO JUGA HIKSS" Rengek Glency seraya menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
"Glency." suara lembut menyapa Glency yang sibuk menangis.
Glency terdiam karena ada yang memanggil dari arah belakang, sontak ia menoleh.
"Lo..lo siapa? kok lo kenal gue. eh tunggu keknya gue tahu wajah lo seperti mirip yang di tubuh manusia yang gue rasuki. ah iya si Sunny, lo beneran Sunny Asli?" tanya Glency penasaran, sedangkan gadis itu mengangguk.
"Iya, aku Sunny beneran." jawab Sunny tersenyum.
"Kenapa lo disini? lo gak ada niat balik ke tubuh asli lo?"tanya Glency.
"Tubuhku sekarang milikmu Cy, kamu bebas pakai raga aku kemanapun. kamu mau dekatin si Lighter aku malah senang. tapi ada satu hal yang kamu perlu tahu
tolong bersahabat sama Gita, dia satu-satunya sahabatku dari kecil namun ia mengalami kecelakaan pada umur 7 tahun mengakibatkan benturan keras di kepalanya sehingga ia mengalami amnesia. jadi aku mohon sama kamu Glency, bantu aku mengingatku kalau aku sahabat kecilnya." jawab Sunny seraya memohon kepadaku.
"Kayaknya bakalan susah deh,Sun. gue kemarin gak salah lihat kalau Sarah dan Gita berbuat hal tidak senonoh tapi gue gak lihat secara live loh karena mata gue sudah ditutup sama si cowok rese sebelum gue lihat adegan menjijikan menurut gue." Glency berngedik ngeri membayangkan adegan kemarin.
Sunny tersenyum simpul " Iya, aku tahu kok. Makanya aku minta kamu jauhin Sarah dengan Gita. Gita itu seorang Lesbi, ia juga memiliki tatapan hipnotis sehingga banyak korban kaum perempuan dilecehkan olehnya bahkan Sarah tergoda oleh Gita." jelas Sunny.
"Tunggu otak gue gak mampu berpikir. tapi kenapa alur cerita yang gue baca gak sama persis dengan apa yang gue lihat dengan mata kepala gue sendiri?"tanya Glency resah.
"Semua alur cerita sudah berubah, bahkan Lighter menyukaimu. aku melihat sendiri." jawab Sunny.
"Lighter, suka sama gue? haha katarak lo, gue jijay sama dia. dih, gue gak sudi suka sama dia."ujar Glency.
"Tapi masih ada satu adegan yang benar nyata sih, itu saat gue baru tiba di tubuh lo. Gita,sahabat lo minta Lighter nganterin dia pulang tapi si cowok rese itu bikin ngeselin tau nggak, ngomong kasar banget sama Gita."sambung Glency dengan mengejek Lighter.
Sunny tetap menunjukkan ekspresi senyum tanpa ada raut wajah kesal. "Aku,Gita,dan Lighter dulu satu kelas. Gita yang mulai menunjukkan rasa suka terhadap Lighter, kalau kamu tanya aku gimana? ya aku biasa aja gak ada rasa tertarik sama dia" ucap Sunny.
"Nah setuju gue sama Sunny beneran ternyata gak tertarik sama cowok rese." gumam Glency dengan pelan.
"namun, kala itu aku sedang duduk di taman. tiba tiba salah satu teman Lighter memberiku surat."sambungnya.
"HAH— surat apa?" tanya Glency penasaran.
sebelum Sunny asli menjawab, tiba tiba bayangan gadis itu mulai perlahan menghilang. tak selang lama kemudian, Glency a.k.a Sunny terbangun dari pingsan.
"ha--haus" ucap serak Sunny. Lighter yang sedang membaca buku langsung menoleh kearah Sunny.
"Lo minta apa tadi?" ucap Lighter dengan nada khawatir.
"Air."
Lighter mengambil segelas air putih dan memberikan kepada Sunny dengan hati-hati. Usai minum, Sunny bangun dari ranjang UKS.
"Lo mau kemana?"
"kelas."
"udah lo disini aja."
"kenapa?"
"gue udah izin ke wali kelas kalau lo sakit."
"oke thankyou."
"Lagian lo kenapa sih sampai mimisan?"
"Gak sarapan."
"Makanya, kalau berangkat ke sekolah sarapan dulu." ceramah Lighter membuat Sunny berdecak kesal.
"Mikinyi, kilii biringkit ki sikilih siripin dili. bawel lo kek emsk emak di pinggir jalan" ejek Sunny.
"kalau gue nasehat ke elo, didengerin jangan nyahut lagi."
"Iya,iya pak ustad." ucap Sunny seraya memutar bola mata malas. Lighter melihat ekspresi lucu Sunny terpukau.
"Lo sekarang istirahat lagi."
"Gak, gue mau ke kantin."
"Tidur atau gue cium."
"Tch, lo ngancem nih."
"Gak."
"eh, lo jangan macem-macem. gue bilangin ke abang Gara buat nge-hukum lo" ucap Sunny khawatir. Lighter tersenyum smirk kemudian ia mendekatkan diri ke arah tubuh Sunny. Sunny sontak takut dan langsung saja ia menutup mulut Lighter dengan kedua telapak tangannya. namun yang terjadi, kedua tangan di tarik kuat oleh si cowok rese, akhirnya wajah mereka berjarak dekat.
CUP
Lighter mengecup kening dahi si cewek kesayangannya membuat Sunny berdebar kala Lighter menciumnya.
DEG DEG DEG
"gila, gila si cowok rese berbuat m***m di uks. bangke lah. tapi kok jantung gue berdetak cepat. gak aman nih tubuh gue." umpat Glency.
"sekarang tidur."
"hm,ntar aja."
"gue mau cium lagi?"
"dih m***m lo—iya..iya gue tidur nih." ujar Glency a.k.a Sunny mulai pejamkan mata sebenarnya ia tidak suka dipaksa, hanya karena si cowok rese menatap dirinya tajam membuat ia mau tidak mau harus tutup mata.
Lighter tersenyum tipis, sebelum pergi ia meninggalkan note buat cewek kesayangannya.
hehe part kali ini termasuk panjang. Ohiya sesudah kalian baca cerita ini aku harap kalian meninggalkan jejak komen atau vote ya ??
pamit dulu ya guys, sampai jumpa di part 6
see u ✨