halo salam kenal semua. aku mengupload chapter 4 hehe, semoga kalian suka ya. terimakasih.
—oOo-
Glency bertanya-tanya dalam hati kenapa alur cerita tidak sesuai dengan kenyataan yang ia lihat sekarang. Sunny, dia penyebab kenapa Glency berada disini. Glency tidak mendapatkan ingatan dimana Sunny jatuh pertama kali dan Glency berakhir di tubuh Sunny. masih berpikir jernih, siapa yang melakukan hal keji kepadanya? Kenapa jiwa Sunny tidak menemuinya untuk memberikan penjelasan mengenai dirinya.
back to topic
Glency a.k.a Sunny menghempas tangan cowok rese kemudian balik badan mendongak keatas karena Lighter jauh lebih tinggi daripada Sunny.
"Gik isih,li misih pilis,jingin mingimpit. hilih bicit lo." ejek Sunny. kesal karena tidak melihat adegan yang diciptakan oleh Gita dan Sarah dan itu semua penyebab hanya satu si cowok rese, Lighter.
yang diejek malah menatap datar Sunny dan berkata. "gue antar lo pulang."katanya sambil menarik pergelangan tangan Sunny, Sunny juga menebas tangan cowok rese.
"Heh, cowok rese gue bisa pulang sendiri, noh rumah gue arah sana." tunjuk Sunny ke arah rumah berwarna putih.
"oh."
"WHAT? cuman 'oh' lo bilang? gue udah bicara panjang lebar dan lo cuma bilang 'oh'? dasar irit ngomong." Sunny geram.
"Sudah? Ayo kita pulang."katanya lagi. dan pada akhirnya Sunny menurut. lagian rumahnya tinggal lima langkah doang. sesampainya di depan rumahnya, Sunny berujar."terima kas—" lagi lagi ucapan Sunny kepotong karena terkejut dengan Lighter memasuki pelataran rumah, bukan karena kaget dengan rumah yang begitu megah, ini lebih para dari dugaannya.
"RUMAH LIGHTER BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN RUMAH SUNNY. OH MY GOD!" rasanya Sunny pengen menenggelamkan wajahnya ke sungai. ia sudah tidak sanggup bertemu si cowok rese itu.
"kesialannya ternyata belum berakhir, tidak di sekolah bahkan di rumah gue bakalan ketemu sama dia tiap hari, mamaaa pengen pulangg." rengek Sunny.
dengan emosi yang masih meluap Sunny masuk ke dalam rumah dan menaruh barang belanjaan kepada abangnya.
"Lo jalan ke mpok reta gak sampai 2 menit dan kalau mau beli gak sampe 4 menit, seharusnya lo udah pulang dalam 6-7 menit, ngapain lo lama di luar?"omel Gara melihat kelakuan Sunny. sementara Sunny berdecak kesal. "abis berbincang dengan monyet gila! ah sudalah, kak kalau udah jadi makanan, ketuk pintu gue. permisi." Sunny menggerutu kesal sambil melangkahkan kaki ke kamar pribadinya.
—oOo—
Pagi hari itu terdengar sebuah kicauan burung, ayam betina maupun jantan mulai berkokok seakan-akan menyambut mentari bersinar di langit apalagi kalau bukan matahari. Sunny melihat jam di pergelangan tangan, sudah menunjukkan pukul 06.20 WIB berhubung masih ada kesempatan buat sarapan akhirnya ia turun ke bawah dan mengambil sebuah s**u dan juga roti bakar isi coklat keju.
sehabis makan ia menuju teras rumahnya dan melihat abangnya sedang mengecek mobilnya. Sunny mendadak dapat hidayah.
"Abang, aku boleh mengendarai motor moge milik abang?" tanya Sunny. Gara menyipit mata curiga kepada adiknya. "lo bisa naik motor moge?"Gara bertanya balik. langsung diangguki sama Sunny.
"Ck, gue gak percaya." ujar Gara.
"Abang gak percaya sama aku? aku akan baik-baik kok. pleasee."kata Sunny dengan ekspresi cemberut. Gara Gusar terlihat jelas dimata Sunny kalau abangnya khawatir kalau Sunny terjadi kenapa-napa.
"Gue bakal ngizinin lo mengendarai motor gue asal lo diawasin sama sahabat gue." ujar Gara sambil menunjuk Lighter yang kebetulan berjalan ke arah rumahnya. Sunny marah dong karena paginya yang pengen naik motor moge mendadak anjlok melihat si cowok rese.
"Tunggu apalagi, eh tunggu lo make celana hitam buat naik motor. cepetan gak pake lama." pinta Gara. Sunny menghentakkan kaki dengan ekspresi kesal lalu masuk kembali ke rumah untuk menggunakan celana hitam.
Lighter tersenyum melihat ekspresi lucu Sunny. Gara yang melihat sahabatnya tersenyum buat adiknya malah berkata." awas tuh mata bintitan. gue gak bakal ngasih dengan mudah adik gue buat lo." ucap Gara sinis.
"Yang ada adek lo bakal jatuh cinta sama gue duluan."jawab Lighter.
Sunny mendengar semua percakapan Lighter dengan abangnya langsung ikutan ngobrol.
"dih, gue gak bakal jatuh cinta sama lo cowok rese, najis banget."ujar Sunny. Gara terbahak mendengar caci maki untuk Lighter.
"udah-udah lo pada ke sekolah duluan, gue bakal nyusul."Pinta Gara.
"Oh oke."
Sunny mulai menaiki motor moge abangnya dan menyalakannya. ia tersenyum miring di balik helmnya.
"Bang, gue cabut dulu ya, bye. Assalamualaikum."pamit Sunny kepada Abangnya, Gara melihat adiknya sudah pergi diikuti oleh Lighter dibelakang masih curiga sejak kapan adiknya bisa naik motor moge?
—oOo—
Tiba di sekolah, Sunny menjadi pusat perhatian disebabkan ia pertama kali membawa motor moge dan disampingnya ada cowok paling terkenal seantero sekolah.
"eh itu bukannya Sunny? kok dia bisa beda gitu."
"dulunya dia pendiam, ya kan?"
"ada hubungan apa dia dengan Lighter?"
"kalau dilihat mereka berdua cocok lho."
"dih, masih cakepan gue keles."
"si Sunny caper sekali anj."
"Lighter, Lighter gue benci sama lo."
ucapan panas mereka semua terdengar di kuping Sunny. namun perkataan dari seorang laki laki membuat ia menoleh namun sudah tidak ditempat pria itu.
"Apa yang telah terjadi sama cowok rese itu?l tanya Sunny dalam hati
jangan lupa untuk meninggalkan pesan/kritik/saran di kolom komentar
dan sebelum meninggalkan cerita SunLight diharapkan untuk pembaca buat vote ceritaku.
sampai jumpa di chapter 5 ?