Maka setelah mengetahui dimana Raya tinggal. Malam itu Paris mungkin mulai gila. Dia nekat pergi belasan kilometer demi menemui Raya. Ia tak sabar jika harus menunggu hari Senin di sekolah. Akan sangat lama. Lagi pula Paris hanya akan terus kepikiran Raya.
Hampir pukul 9 saat Paris tiba di depan rumah sederhana dengan bagian teras dipenuhi tanaman hijau. Paris turun dan melepas helm. Ia sedang merapikan tatanan rambut yang rusak juga bajunya ketika menyadari di balik celah gorden rumah itu ada sepasang mata mengintip.
Paris terkekeh, sejenak membalas si pengintip itu sampai orang itu panik menutup gorden rapat-rapat. Entah siapa orang itu, tetapi Paris cukup terhibur.
Setelah memastikan penampilannya paripurna kembali, Paris mengayunkan langkah menuju teras rumah pujaan hati. Paris b