Bantingan pintu tertutup menggema dengan keras. Pelakunya bersandar di balik pintu. Kecemasan menguasai raut wajahnya.
Samesta datang bukan kebetulan. Lelaki itu menyadari sesuatu sehingga mencari Raya sampai ke sini. Ternyata bukan hanya Raya yang terseret ke masa lalu, Samesta juga. Apa karena mereka di kehidupan yang mendatang adalah pasangan suami dan istri sehingga ketika Raya berusaha mengubah jalan, harus melibatkan Samesta.
Raya mondar-mandir di ruangan itu. Mendadak kepanikan datang karena sebuah niat mengubah sesuatu. Raya takut kalau Samesta tak sejalan dengan pemikirannya. Selama mereka bersama keputusan Raya tidaklah penting. Segalanya mengikuti peraturan Samesta. Sekarang Raya hanya ingin punya keputusan sendiri. Ingin menjadi individu dengan pemikiran bebas.
Banyak ren