Senja tengah menunggu kepulangan Samesta. Tampak dari gesturnya begitu Samesta pulang. Sedikit menelengkan kepala menunjuk sebuah ruangan, lalu berjalan ke ruangan itu. Memberi arti bahwa pembicaraan mereka hanya butuh empat mata. Esti di ruang tengah pun keheranan sekaligus penasaran mereka akan membicarakan apa. Segera Samesta mengikuti langkah ibunya. Mengendikkan bahu jala Esti ada masalah apa hingga harus bicara berdua.
"Akhirnya pulang juga." Senja balik badan, tersenyum ramah. Ia menepuk ujung tempat tidur, meminta Samesta duduk. "Sini."
Sesaat kening Samesta mengernyit. Dia duduk di tempat itu. Dalam kepala Samesta hanya ada penyesalan tak berhasil bertemu Raya hari ini. Sedikitpun tidak menebak, kira-kira Senja mau membicarakan apa.
"Ada apa, Mi?"
"Eh, sebentar. Perasaan ta