Benar kata Sam, perpustakaan umum super megah dan lengkap di kampus ini sangat-sangat sepi saat ini. Winter bahkan belum melihat ada orang lain masuk sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini sekitar tiga puluh menit lalu. Satu-satunya orang yang ada di sini selain dirinya adalah pria tua penjaga perpustakaan yang kini sedang tertidur pulas di kursi jaganya.
Sejujurnya, Winter tidak tahu harus merasa lega atau cemas berada di tempat ini. Ia memang menyukai ketenangan. Tapi entahlah, nuansa di ruangan penuh deretan rak buku ini terkesan sedikit menyeramkan. Mungkin karena pencahayaannya yang kuning redup berpadu dengan jendela-jendela besar yang menyajikan pemandangan langit mendung di luar. Atau mungkin juga karena tempat ini terlalu besar untuk Winter nikmati seorang diri.
Winter sempat