Winter termenung cemberut di sebuah sudut bangunan megah yang menjajarkan pemandangan lapangan luas berisi puluhan mahasiswa-mahasiswi baru yang sedang melakukan kegiatan retret. Sebelah tangannya memangku wajah dengan bertumpu di atas lutut yang tersilang. Sorot matanya menatap malas setengah gelisah pada keramaian yang menyapu sekitar. Sesekali ia melirik ke belakang, tepatnya pada seseorang tak bertanggung jawab yang menyeretnya secara paksa ke tempat seperti ini, tapi dia malah asik sendiri bercengkerama dengan sekumpulan orang yang semuanya berjenis kelamin wanita.
Terlihat mereka sedang melirik-lirik ke arah Winter sambil berbisik-bisik dengan diiringi senyum jahil. Winter tidak senang dijadikan bahan gosip seperti ini. Ia benci jadi pusat perhatian. Ia bersumpah akan mencecar Sam y