Pagi hari di New York memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan Jakarta. Kalau di Jakarta langitnya bersinar keemasan dan udaranya hangat-hangat sejuk ketika pagi hari menyingsing, di sini langitnya terlihat lebih redup serta angin yang bertiup membuat udara terasa cukup dingin. Mungkin karena sedang musim gugur. Michelle yang biasanya hanya mengenakan tank top dan celana pendek saja kalau menyantap sarapan—karena ia biasa sarapan sebelum mandi—kali ini harus mengenakan sweater karena tubuhnya terasa agak menggigil. Padahal sudah ada pemanas ruangan di rumah ini. Sepertinya ia belum terbiasa dengan udara dingin. Ah, lupa, ia memang tidak akan pernah bisa terbiasa sih dengan yang satu itu.
Diam-diam Kai menatap khawatir pada Michelle yang saat ini sedang mengoles selai coklat di roti