Akhir-akhir ini Hujan selalu datang menyapa kota itu. Air yang menggenang di jalanan membuatnya kesusahan berjalan dengan sepatu sneakers kesayangannya.
"Huftt, tidak-tidak. Kamu tidak boleh mengeluh Sweet."
Ujarnya di dalam hati dengan seulas senyum berarti kembali ia terbitkan.
Setiap hari ia selalu mengatakan itu pada dirinya sendiri seraya mengusir kejenuhan menjalani hidup monotonnya.
Setelah menyelesaikan S1 dua bulan sebelumnya berkat Beasiswanya, Gadis itu berniat akan melamar pekerjaaan mulai saat ini.
Sebelumnya ia habiskan untuk mengupgrade diri lagi dengan banyak bacaan dan bekerja paruh waktu untuk persiapan keadaan daruratnya nanti sebelum mendapatkan pekerjaan.
Kemarin ia merasa sangat bahagia karena tahap pertama dan kedua dalam persyaratan penerimaan pekerjaan itu sudah lolos review. Dan saat ini adalah tahap terakhirnya yaitu Interview.
Sejak saat dirinya berhasil menyandang status yatim piatu, tak ada lagi Sweet yang manja seperti biasanya.
Dia merubah total perawakannya menjadi wanita yang harus bisa mandiri, dan bisa menyelesaikan masalah sendiri.
Tinggal bersama Bibi dan Paman serta kedua anak perempuan mereka yang seumurannya yang sama sekali tak menyukainya. Benar-benar membuat Sweet enggan untuk bermalas-malasan. Jika ia tidak bekerja, mungkin sedari dulu ia sudah di usir dari rumah itu.
Rumahnya yang dulu menjadi istana ternyamannya bersama kedua orang tua kini harus terjual juga karena hutang mendiang Ayahnya.
Sweet benar-benar lelah menghadapi semuanya, namun lagi-lagi ia harus menyembunyikan semua itu.
Setelah sampai di depan gedung yang menjadi tujuannya itu. Ia pun kembali menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan guna mengusir kegugupannya.
"Kamu pasti bisa Sweet" Ujarnya kembali menyemangati diri.
Setelah melewati proses panjang interview yang hasilnya akan ia dapatkan besok, Sweet akhirnya memilih mengisi perutnya di Cafe yang tak jauh dari gedung itu .
'Dreett'
"Hallo"
Sweet menyapa seseorang yang berada di seberang usai mengangkat panggilan itu.
"Apa kamu punya kesibukan malam ini ? Aku mau minta tolong soalnya."
Pinta gadis itu pada Sweet.
"Minta tolong apa Vel ?"
"Sebentar malam itu sebenarnya Shift aku di Hotel tempat biasa aku kerja. Aku nggak bisa, soalnya sebentar harus nemanin Papa aku operasi, kalau aku nggak masuk yang ada aku harus ganti rugi. Kamu bisa nggak Sweet ? Bayarannya lumayan kok."
Ujar Vely panjang lebar dengan nada memohon pada Sweet.
Sweet diam sejenak memikirkan hal itu.
"Baiklah Vel aku mau. Dan semoga operasi papa kamu lancar yah Vel."
Balasnya menyetujui.
"Terimakasih banyak Sweet. Kamu memang sahabat ter the best. nanti untuk kejelasannya kamu baca pesan aku aja okey, Bye Sweetie."
Akhirnya panggilan itu pun berakhir. Sweet pun kembali melanjutkan kegiatan makannya yang sempat tertunda.
'ting'
Sweet membaca pesan itu dengan cermat.
"Sampai Jam dua belas ?"
Sweet tak pernah pulang kerja selarut itu karena biasanya Jam pulangnya paling lambat berada di bawah jam sepuluh malam. Jadi, ini pertama baginya.
"Tidak masalah, toh kata Vely bayarannya lumayan."
Ungkapnya tak mengindahkan keraguannya.
Setelah selesai, ia pun memutuskan pulang ke rumah untuk beristirahat agar mempunyai tenaga full saat malam nanti bekerja.
***