Seminggu sudah min young berada di mension ini. Dan selama itu pula kyo harus selalu menelan pil pait. Hari hari kyo selalu di temani dengan air mata. Ia hanya mampu menangis dalam diam. Kala ia merasa terasingkan oleh suami nya sendiri. Namun itu semua tak membuat kyo patah semangat. Ia selalu menjalani hari hari nya dengan senyuman. Walau pun ia tau sulit untuk tersenyum. Kala keadaan hati nya tak baik baik saja.
Seperti biasa kyo menyiapkan makanan untuk sarapan. Di bantu oleh pelayan kepercayaan nya. Yang di suruh joong ki untuk membantu kyo agar tidak bekerja terlalu berat. Awal nya joong ki melarang kyo untuk melakukan pekerjaan rumah. Karna memang selain ia tengah hamil. Joong ki juga tidak ingin melihat kyo bekerja layak nya pelayan. Aahh bukan kah ia memang di anggap pelayan oleh istri pertama suami nya. Bahkan suami nya pun tak menjelaskan siapa dia pada istri pertama nya.
Sebenar nya kyo sangat kecewa pada suami nya itu. Kala saat istri pertama nya menganggap ia pelayan. Joong ki tak ada menjelaskan sama sekali. Dia memang tak pantas di sebut suami. Karna ia hanya biasa menyakiti tanpa memberi kebahagian.
"Morning aunty" seru yezi memberi ucapan selamat pagi kemudian duduk di kursi yang sudah di siapkan.
"morning too" jawab kyo sembari menyiapkan makanan nya.
"aunty kau kelihatan nya sangat cape istirahat lah aku takut kau kenapa napa" tutur jing yao yang sudah duduk manis di kursi nya.
"iya sebentar lagi tanggung" ujar kyo di akhiri senyuman.
"Dimana min jun ??". kyo bertanya setelah ia tak mendapati min jun.
Yezi hanya mengedikan bahu nya tak tau.
"mungkin bentar lagi turun sama uncle" jawab jing yao.
"eumm.. ya udah aunty kebelakang dulu ya" tutur kyo sembari melangkahkan kaki nya.
" aunty " panggil yezi.
"kenapa sayang ?? Makanan nya tiadk enak ya ??". kyo bertanya setelah ia menghentikan langkah nya dan melihat ke arah yezi.
"tidak masakan mu selalu enak" jawab yezi kemudian tersenyum. "tapi aku ingin kau makan di sini bersama kami" lanjut yezi tatapan nya berubah sendu.
Kala mengingat aunty kesayangan nya tidak pernah makan bersama. Semenjak min young datang kyo bekerja layak nya pelayan. Makan pun tak pernah bersama sama lagi. Joong ki, ahh jangan kau tanya kan dia. Bahkan dia hanya diam saja.
Kyo tak menjawab ucapan yezi ia memilih melangkah kan kaki nya. Pasal nya kedua mata kyo melihat joong ki dan min young melangkah kan kaki nya menuju meja makan.
"sayang kau mau aku ambilkan apa ?" tanya min young setelah ia mendaratkan tubuh nya di kursi.
" apa saja " jawab joong ki.
" baik lah ".
min young mengambil nasi dan beberapa lauk pauk untuk suami nya. Dan tak lupa ia juga mengambil kan min jun makan. Semenjak min jun di angkat menjadi anak nya. min young selalu memberi perhatian terhadap min jun. Bahkan sampai sampai kyo tak pernah ada waktu bersama putri nya.
Kyo menatap mereka yang tengah makan dari arah dapur. Bukan, bukan karna ia ingin makan. Namun ia merasa iri terhadap apa yang di lakukan min young. Suami nya bahkan putri nya ia selalu tertawa tanpa diri nya. Mereka seperti melupakan keberadaan nya. Kyo merasa terasing kan semenjak ada min young. Bahkan perhatian joong ki berkurang semenjak ke hadiran nya. Namun apa yang bisa kyo lakukan. Ia tak bisa berbuat apa apa selain sabar mengadapi semua nya.
..
Kyo menidurkan tubuh mungil nya di atas kasur. Merenggang kan seluruh otot nya Karna merasa letih. Ia menatap langit langit kamar nya. Bayangan nya kembali menerawang kejadian selama seminggu ini. Kejadian yang menyakitkan menurut nya. Bahkan di saat diri nya tengah hamil. Yang seharus nya suami nya selalu ada. Namun nyata nya suami nya lebih banyak menghabiskan waktu nya bersama istri pertama nya.
Kyo memejamkan mata nya untuk mencegah cairan bening yang akan keluar dari tempat nya. Ia berusaha memejamkan mata nya berharap rasa ngilu di hati nya menghilang. Namun sayang cairan bening itu keluar tanpa di suruh. Sudah biasa kyo seperti ini menangis sendiri tanpa ada seorang pun yang mengerti.
Saat kyo membuka kedua mata nya. Ia tak sengaja melihat sosok yang tengah ada dalam pikiran nya. Ia, dia adalah joong ki. Joong ki tengah memandang wajah istri nya. Yang lagi lagi mengeluarkan air mata karna diri nya. Ahh dia memang sungguh suami tak berguna.
Kyo langsung mengganti posisi tidur nya menjadi duduk. Menundukan kepala enggan untuk melihat wajah yang sudah menjadi candu bagi nya. Ia mengelap sisa air mata yang masih menggenang di pipi tirus nya.
Joong ki mengambil posisi duduk di dekat kyo. Menatap lekat mata yang sudah berkali kali mengeluarkan air mata karna nya. Pelupuk mata yang terlihat lembab karna terlalu sering nya ia menangis.
"kau sudah pulang ??" seru kyo bertanya sembari menatap wajah suami nya dengan senyum yang mengembang. Lagi lagi kyo menutupi kesedihan nya di depan joong ki. Sungguh wanita luar biasa bukan.
"iya" singkat joong ki yang masih menatap wajah sayu istri nya.
"tumben kau pulang sore??" tanya kyo. belum sempat menjawab kyo kembali melontarkan pertanyaa. "tumben kau datang ke kamar ku ?? Apakah dia tidak akan mencari mu ??".
"apakah tidak boleh aku menemui istri ku sendiri ??".bukan nya menjawab joong ki malah bertanya balik.
Istri ?? Benar kah dia menganggap kyo istri nya. Bahkan dia sering menyakiti nya. Apakah dia tidak malu berbicara seperti itu ??
Tidak ada jawaban dari kyo yang ada hanya tatapan sayu nya saja, yang membuat joong ki kembali berucap. "Dia pergi bersama min jun".
"benarkah?"
Joong ki hanya mengangguk saat memberi jawaban. Mata elang joong ki beralih menatap perut kyo yang tengah mengandung janin dari benih nya.Ia tersenyum kala melihat nya. Akhir nya ia akan menjadi seorang ayah. Hal yang sangat ia nantikan.
Tangan kekar nya mengelus perut yang sudah agak besar.
Kyo tersenyum mendapat perlakuan manis dari suami nya. Tersenyum hambar yang tersirat akan kepedihan di dalam nya. Apakah dia memperlakukan ku manis hanya karna ada janin di dalam perut ku ?? bukan kah pada min young juga ia bersikap manis. Bahkan ia lebih romantis memperlakukan min young dari pada diri nya.
"kau baik baik ya di sana sayang appa menunggu kehadiran mu" tutur joong ki yang masih mengelus ngelus perut kyo. Kemudian ia tersenyum menatap wajah istri nya. "apa kau baik baik saja ?? " lanjut joong ki bertanya pada kyo.
Kyo tidak menjawab ia hanya diam. Entah apa yang harus ia katakan karna nyata nya ia tak baik baik saja.
"Kyo aku mohon berhenti lah untuk berpura pura menjadi seorang pelayan" ujar joong ki lembut.
" kenapa ?? " ujar kyo bertanya.
" aku tidak ingin kau cape, kau tengah hamil muda sayang aku tak ingin kau atau pun calon bayi kita terjadi apa apa" tutur joong ki.
"terus apa yang harus ku lakukan ??". kyo bertanya sembari menatap wajah suami nya yang terkesan datar. "kalau pun aku tidak harus berpura pura menjadi seorang pelayan apa kau mau mengakui ku sebagai istri mu?" lanjut kyo bertanya.
"tentu, bukan kah aku memang mengakui mu sebagai istri ku" ujar joong ki.
"iya aku tau tapi tidak untuk di depan dia" ujar kyo di akhiri dengan memalingkan tatapan nya ke arah lain.
Degg..
Perkataan kyo mampu membuat joong ki terdiam tanpa kata.
" kalau it.. "
" aku tau kau tak mungkin mengakui ku di depan istri mu " ujar kyo memotong ucapan joong ki.
" maaf " seru joong ki meminta maaf pada kyo.
" tak apa aku paham " ujar kyo tersenyum.
" apa kau marah pada ku ?? " tanya joong ki. Kini tangan kekar nya terangkat untuk meraih wajah istrinya yang memalingkan muka.
"Tidak" jawab kyo datar. "Aku tidak berhak marah" lanjut kyo."apa pun yang terjadi mungkin ini semua sudah seharus nya terjadi pada ku" lanjut nya lagi. Dengan senyum yang menghiasi wajah nya.
" sayang " lirih joong ki.
" pergi lah aku takut dia pulang lagi pula aku ingin sendiri " ucap kyo sembari mengambil alih tangan joong ki yang masih memegang wajah nya.
" Dia akan lama sayang "
" Aku cape ingin tidur " ucap kyo sembari melepaskan tangan joong ki yang ia pegang.Kemudian kyo membaringkan tubuh nya dan menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.
Ia menangis dalam diam tanpa suara. Ahhh mana ada menangis tanpa ada nya suara. Hingga kyo sudah tak bisa menahan lagi. Hingga terdengar suara segukan dari bibir itu. Karna tak kuasa menahan perih nya hati. Ia berharap joong ki tak mendengar nya. Jauh lebih baik semoga saja ia sudah pergi dari kamar nya.
Joong ki menatap nanar tubuh yang terbalut selimut tebal. Yang semakin membuat ia merasa bersalah terhadap wanita nya itu. Lagi lagi ia membuat wanita nya menangis. Jujur bukan karna ia tak ingin jujur tentang semua nya pada min young. Namun ia pikir ini belum saat nya untuk jujur semua nya.
Joong ki membawa tubuh kekar nya untuk ikut berbaring di dekat tubuh istri nya. Ia mendekap tubuh mungil yang bergetar hebat karna menahan tangis.
" maaf " bisik joong ki lirih. "maaf kan aku sayang .. aku tak bermaksud menyakiti mu" lanjut joong ki lirih.
..
Kyo menuruni anak tangga satu persatu. Dengan mata lembab akibat terlalu lama menangis. Namun seketika langkah kyo terhenti kala mendengar canda tawa seorang wanita dan laki laki. Joong ki dan min young tengah berada di ruang tamu. Canda tawa itu mampu membuat telinga kyo memanas saat mendengar nya. Ia tersenyum getir lagi lagi ia harus menelan pil pait. Sungguh memang dia laki laki b******k. Yang tak bisa di pegang ucapan nya.
Bahkan putri nya yang sudah ia besarkan. Jarang sekali ia melihat nya walau pun berada dalam satu atap. Karna min young selalu memberi perhatian lebih pada nya. Apa putri nya telah melupakan nya juga. Ahh sungguh dunia ini tidak adil. Penderitaan macam apa yang tengah kyo jalani.
" aunty " lirih yezi.
" iya " singkat kyo. Ia sempat terkejut namun ia segera menutupi nya dengan senyum.
" kenapa kau selalu diam seperti ini membiar kan mereka tertawa bahagia sedangkan kau.. " tutur yezi yang menggantungkan kalimat nya.
" aku.. "
" aunty yezi mohon beritahu semua pada nya bahwa kau juga istri nya sungguh ini tidak adil buat mu aunty " tutur yezi memotong ucapan kyo
" Tidak " singkat kyo sembari menggelengkan kepala nya.
" sampai kapan kau akan menanggung nya sendiri ?? " tanya yezi. apa sampai kau benar benar merasa lelah dengan semua nya ?? " lanjut yezi bertanya.
" mungkin" jawab kyo singkat.
" aunty " lirih yezi. Kemudian meluruh sudah cairan bening yang ia tahan tahan. " aku tidak bisa melihat kau seperti ini " lanjut nya dengan tangisan yang sudah pecah.
Kyo melangkah kan kaki nya dan kemudian mendekap tubuh yezi.
" bukan bukan seperti itu sayang sudah lah berhenti menangis aku tak apa " tutur kyo yang sudah tentu berbohong.
" aku tau kau tidak baik baik saja " ujar yezi yang masih dalam pelukan kyo.
" yezi biarkan aunty mengikuti kata hati nya, abang tau kau juga ikut terpukul atas keadaan ini " tutur jing yao yang tiba tiba datang. Dan mengelus pucuk kepala adik nya yang satu ini.
" abang " ujar yezi kemudian melepaskan pelukan nya dari kyo.
" lebih baik kau tidur lah besok kau sekolah kan " tutur jing yao.
" aunty yezi ke kamar dulu ya, kau tak usah bersedih ada kita disini, semangat " tutur yezi dan kemudian berlalu dari hadapan abang nya dan kyo.
" kau belum tidur ?? " ujar kyo bertanya.
" aku tidak bisa tidur " jawab jing yao.
" kenapa ?? " kyo bertanya lagi.
" tak apa hanya belum ngantuk " jawab jing yao." kau mau apa tumben turun ke bawah aunty ?? " lanjut jing yao bertanya.
" aku haus ingin minum " jawab kyo kemudian tersenyum.
" ohh baik lah biar aku ambil kan " ujar jing yao."kau duduk lah dulu " lanjut nya.
" tak usah " cegah kyo.
" kenapa ?? Bukan kah kau haus ?? " ujar jing yao bertanya.
" aku sudah tidak haus " jawab kyo.
Tentu saja kyo tidak merasa haus lagi. Karna ia terlalu enggan berlama lama untuk mendengar kan candaan mereka. Yang pasti akan menyakiti hati nya lagi. Bahkan rasa haus nya sudah berganti menjadi serat di bagian tenggorokan nya. Namun ia membiarkan hal itu.
" aku akan ke atas saja " lanjut kyo.
" baik lah aunty Good night ya " ujar jing yao memberikan ucapan malam nya.
Kyo menaiki anak tangga satu persatu. Ia kembali melangkah kan kaki nya menuju kamar. Mungkin memejam kan mata nya jauh lebih baik. Berharap semua akan kembali seperti semula seusai bangun dari tidur nya.
BY. NURBIE LATUSYARIEF96
🍁🍃