Kyo tengah berdiri di balkon kamar nya.Memandangi gemerlap nya bintang di atas langit Sembari merenungi nasib buruk nya yang ia alami. Di jual oleh ibu angkat nya kepada lelaki yang jelas jelas sudah beristri. Bahkan ia harus melayani nafsu lelaki b******k itu semalaman.
Seharian penuh kyo berada di dalam kamar nya. Tidak keluar sama sekali karna memang lelaki b******k itu sengaja mengunci kamar ini. Mungkin agar kyo tidak bisa melarikan diri. Sudah seperti tahan saja yang tidak boleh kemana mana.
Bahkan makanan yang di bawakan oleh pelayan pun tidak sedikit pun ia sentuh. Walau pun rasa perih menyusup lambung nya ia tidak peduli. Karna rasa perih yang merongrong hati nya lebih parah dari pada rasa lapar.
Sretttt...
Suara pintu terbuka terlihat joong ki memasuki kamar dan menutup kembali pintu itu dengan rapat. Tangan kekar Joong ki terangkat untuk memijat kening nya yang sedikit pusing. pekerjaan kantor nya yang menumpuk membuat kepala joong ki berdenyut keras.
Mata elang joong ki mencari sosok gadis mungil yang sudah ia rindukan. entah lah mengapa joong ki sangat merindukan gadis itu. Padahal hanya sehari ia meninggalkan gadis itu di sini. Bahkan bukan kah joong ki tak menginginkan gadis itu. Jadi untuk apa ia merindukan nya.
Seketika mata elang joong ki melihat sosok gadis mungil itu tengah berdiri di balkon kamar nya dengan posisi memunggungi diri nya. Rambut pirang sepinggang itu bergerak liar karna terpaan angin malam.
Smirak itu kembali menghiasi wajah dingin nya. Berjalan ke arah balkon dan mendekati gadis yang sudah ia ambil paksa keperawanan nya.
Terlihat jelas Gadis itu memakai kemeja berwarna putih Milik nya. Yang bagian bawah hanya menutupi sebagian paha nya dengan bagian lengan yang kebesaran. Dan tangan mungil nya itu memeluk erat tubuh nya sendiri.
" Tolong keluarkan ku dari sini " ujar kyo yang masih dalam posisi nya.
Walau pun kyo tidak melihat siapa orang itu tapi ia yakin orang yang tengah berjalan mendekati nya adalah lelaki brengsekk yang sudah menginjak harga diri nya.
Joong ki menaikan satu alis nya, tubuh nya bersandar pada pintu balkon. Ketika mendengar penuturan kyo ia menatap sengit punggung mungil itu.
Joong ki berjalan untuk lebih dekat. Kemudian tangan nya meraih pinggang kyo dan membalikan tubuh ramping nya itu.
Kyo menatap mata elang joong ki sengit. Menahan amarah sekaligus air mata yang sudah membendung di pelupuk mata nya. " kau sudah mendapat kan apa yang kau mau jadi sekarang biarkan aku pergi " ujar kyo memohon pada lelaki b******k itu.
Joong ki bungkam tak mejawab sepatah kata pun dari penuturan kyo. Ia menarik satu sudut bibir nya. Membuat seringai yang membuat kyo kembali merasa gelisah. Ohh .. tapi tidak untuk saat ini, ia tidak takut dengan apa pun termasuk dengan laki laki brengsekkk di depan nya ini.
Dengan kasar kyo menepis tangan kekar joong ki dari pinggang nya. Yang sontak membuat joong ki kaget. Tapi tidak bertahan lama joong ki tersenyum sinis sembari bertepuk tangan. Seperti suporter yang sedang menyemangati dalam pertandingan bola.
" ahhk.. seperti nya kau ingin bermain main dengan ku cantik " ujar joong ki menyeringai sembari mencolek dagu tirus kyo.
" jauh kan tangan kotor mu " seru kyo sembari menepis tangan joong ki dari dagu nya. Untuk saat ini kyo memang tidak takut pada laki laki di hadapan nya. Diam atau pun melawan toh ending nya akan sama ia yang kalah.
Joong ki menarik kyo dalam dekapan nya. Kyo memberontak melepaskan tubuh nya dari kungkungan joong ki. Namun nihil kekuatan nya tak sebanding dengan kekuatan lelaki itu.
Joong ki Membawa tubuh mungil kyo ke dalam kamar. Dengan kasar ia mendorong tubuh mungil kyo ke atas ranjang berukuran king size.
Satu persatu joong ki membuka seluruh pakaian nya yang hanya menyisa kan celana boxser nya berwarna hitam. Ia memposisikan tubuh nya untuk menaiki ranjang dan secara intim mendekat ke arah kyo.
" berhenti lah di tempat " ujar kyo berusaha setenang mungkin sembari beringsut mundur menjauhi lelaki b******k itu.
" Menjauh lah dari ku brengsekk .. " ujar kyo lagi setelah berhenti karna tubuh kyo sudah mentok di ke kepala ranjang.
Namun sayang joong ki tetap mendekat kan tubuh nya ke arah kyo. Dan bahkan tangan kekar nya sudah mencekal pergelangan kaki kyo. Dan menyeret tubuh mungil kyo agar lebih mendekat ke tubuh kekar milik nya.
Menindihi tubuh mungil itu yang bersikekeh memberontak. Tangan kekar itu bergerak mengunci kedua tangan mungil itu agar tidak memberontak.
Mencium bibir mungil itu dengan kasar. Menyedot nya berkali kali menggigit bibir bagian bawah nya yang sudah menjadi candu bagi joong ki. Meremas gundukan kenyal itu dengan kasar yang membuat bibir mungil itu mengeluarkan desahan yang menurut joong ki sangat sexy. Masih dengan bibir yang di paksa untuk membuka sedikit agar bisa lebih mudah mengakses seluruh rongga mulut kyo.
Kyo masih tetap memberontak melepaskan tubuh nya dari kungkungan tubuh lelaki b******k itu. Walaupun sebenar nya semuanya sia sia tak ada hasil.
" ini hukuman yang pantas untuk mu " ujar joong ki setelah melepaskan ciuman nya.
Kyo memalingkan wajah nya ke arah lain saat joong ki akan mencium bibir nya kembali. Namun malah membuat joong ki menempelkan bibir tebal nya itu pada leher putih milik kyo. Menjilat seluruh leher itu dan memberi tanda merah di leher mulus kyo.
" ahh .. "
" lep..askan.. " ujar kyo tertahan karna menahan nikmat saat joong ki meremas p******a nya dengan kasar dan bersamaan dengan joong ki memberi tanda merah pada leher jenjang nya.
Joong ki menulikan pendengaran nya. ia malah semakin gencar dan agresif. Bahkan secara perlahan joong ki membuka kancing kemeja kyo satu persatu. Hingga terlepas dari tubuh mungil nya joong ki membuang sembarangan kemeja itu. Dan yang terakhir joong ki membuka pengait bra yang menjadi penutup gundukan kenyal itu, Kemudian membuang nya asal.
Menyusupkan kepalanya pada belahan d**a itu. Memberi tanda bercak merah pada setiap sisi p******a itu. Setelah puas dengan aksi nya joong ki mengulum p****g merah muda itu. yang membuat kyo geli seperti ada yang menggelitiki seluruh tubuh nya.
Tangan joong ki beralih turun ke bawah. Meletakan tangan nya pada s**********n dan mengelus nya secara halus. Kemudian merobek kain penutup pada miss v nya dan membuang nya ke sembarang.
Dengan buru buru joong ki membuka celana boxser yang di kenakan nya dan lagi lagi membuang nya. Joong ki memposisikan milik nya pada lubang kenikmatan itu. Dengan sekali hentakan joong ki masukan walau pun sedikit sempit.
Kyo meringis kesakitan bercampur nikmat. Sakit karna milik laki laki b******k itu memasuki milik nya. Nikmat karna laki laki itu masih mengulum p****g milik nya dan memilin milinkan nya.
Joong ki memompa milik kyo sangat lambat. Yang membuat kyo harus menahan perih di bagian milik nya.
" ahh.."
" hen..ti..kan..ahh..ja..ng..ahh..
an..ahh.." ujar kyo tertahan karna desahan.
Joong ki kembali mencium bibir ranum itu dengan rakus. Sembari memainkan milik nya dalam diri kyo dengan sedikit keras.
Perih dan nikmat kyo rasakan secara bersamaan. Secara tidak sadar kyo meneteskan air mata kehancuran yang kesekian kali nya.
Sedangkan di tempat lain ji hyun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah dan menutup nya kembali. ji hyun berjalan hati hati
Melewati ruang tamu Sembari menggendong min jun yang sudah terlelap dalam tidur nya.
Saat ia melangkah kan kaki jenjang nya menaiki anak tangga satu persatau. Namun langkah nya terhenti saat suara bariton menghentikan langkah nya pada anak tangga terakhir.
" Dari mana saja kau ?? " tanya kyung so dingin.
ji hyun hanya diam tak menjawab pertanyaan kyung so. Ia memilih melanjutkan langkah kaki nya menuju kamar. Namun bukan kamar yang biasa ia tempati bersama kyung so. melainkan kamar yang bersebelahan dengan kamar mereka.
" Nam ji hyun " panggil kyung so dingin.
Lagi lagi ji hyun terdiam mengurungkan niat nya saat hendak membuka pintu.
" kau tau ini jam berapa ?? " seru kyung so bertanya.
kemudian ia mendekat ke arah ji hyun sembari memasukan tangan kanan nya ke saku celana bahan nya. Namun lagi lagi ji hyun hanya diam tak menjawab penuturan sang suami.
" Dari mana saja kau malam malam baru pulang ?"
" jika suami mu bertanya jawab lah " ujar nya lagi dengan intonasi yang meninggi.
tak habis fikir dengan istri nya pulang tengah malam membawa anak kecil pula. Bahkan ia tak meminta maaf sama sekali.
Cihhh.. istri macam apa dia, pikir kyung so.
" Sudah selesai bicara nya tuan " ujar ji hyun setelah membalikan badan nya menatap wajah suami nya itu.
" jika sudah izinkan saya masuk ke dalam kamar " lanjut nya.
Kemudian ji hyun melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar tanpa menunggu jawaban suami nya.
ji hyun meletakan min jun yang tengah tertidur pulas di atas kasur. Kemudian menyelimuti seluruh tubuh mungil min jun yang hanya menyisakan leher dan kepala nya. Lalu ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang terasa lengket.
Saat ji hyun keluar dari kamar mandi. Ia terkejut saat melihat suami nya tengah duduk di sisi ranjang sembari bersandar ke kepala ranjang. ji hyun membalikan badan nya kembali dan cepat cepat masuk ke dalam kamar mandi lagi.
" sedang apa kau di situ heh " teriak ji hyun di balik pintu.
" menunggu mu "
" untuk apa kau menunggu ku, pergi lah ke kamar mu " ujar ji hyun.
" Tidak mau " ujar kyung so masih dalam posisi sama menyandarkan kepala nya di kepala ranjang.
" argghhh.." geram ji hyun.
" kau gila .. aku akan mengambil baju jadi pergi lah "
" jika kau mau ambil baju maka ambil lah tak usah menyuruh ku keluar "
" arghh.. kau benar benar gila bagaimana aku keluar dengan seperti ini " sewot ji hyun.
setelah beberapa menit berlalu dengan terpaksa ji hyun keluar kamar mandi dengan kondisi tubuh nya yang hanya di liliti handuk. Karna kyung so tetap saja tidak mau beranjak dari tempat nya.
" pejamkan mata mu bodoh " ujar ji hyun Dingin.
" Tidak mau " seru kyung so sembari menatap ji hyun dari atas sampai bawah.
" arghh.. terserah kau saja lah " ujar ji hyun datar.
Kemudian ia mengambil baju tidur yang akan ia kenakan dan membawanya ke kamar mandi. Setelah selesai memakai baju nya ji hyun keluar sembari menggerutu tak jelas.
" apa yang kau lakukan di sini pergi lah ke kamar mu " ujar ji hyun saat mendapati kyong masih berada di tempat.
" siapa kau berani menyuruh ku "
" kau belum menjawab pertanyaan ku " lanjut kyung so dengan mimik muka dingin.
" pertanyaan apa?? Yang mana ?? " seru ji hyun bertanya balik.
" kau habis dari mana ?? " tanya kyung so datar.
" Bukan urusan mu " jawab ji hyun tak kalah datar nya.
" tentu itu urusan ku kau istri ku " tutur kyung so lalu beranjak dari duduk nya mendekat ke arah ji hyun.
ji hyun tertawa hambar mendengar penuturan kyung so. Kemudian ia menatap sengit suami nya. Suami mana yang akan b******u dengan wanita lain. Bahkan dia yang istri sah nya saja tidak pernah ia sentuh sekali pun. Cihhh.. egois memang, pikir ji hyun.
" istri ?? "
" Tentu "
" bukan kah kau bilang pernikahan kita hanya sandiwara, terus mengapa kau menganggap ku istri mu " ujar ji hyun sembari tersenyum sinis." sejak kapan Tuan do kyung so yang terhormat " lanjut nyadengan nada mengejek.
" sejak malam ini "
" berhenti lah bermimpi " tutur ji hyun.
" bukan kah kau memang istri ku "
" arghh.. sudah lah terserah kau saja " ujar ji hyun tak peduli.
" kmna ?? " seru kyung so sembari mencekal pergelangan ji hyun.
" tidur lah " singkat nam ji hyun ketus.
" kau pergi lah ke kamar, aku akan tidur " lanjut ji hyun datar.
" aku juga tidur di sini " ujar kyung so yang masih memegang pergelangan ji hyun.
" ini kamar ku pergi lah ke kamar mu sendiri " suruh ji hyun.
" sejak kapan kau berani menyuruh ku " ujar kyung so sengit.
" lepaskan tangan kotor mu " seru ji hyun tak mengindah kan uacapan kyung so.
Seketika mata kyung so memerah seperti orang yang menahan amarah. Ia mendorong tubuh ji hyun hingga membentur dingding.kyung so mengikis jarak diantara mereka. Ia mengurung tubuh nam ji hyun dengan kedua tangan kekar nya. Jarak mereka sangat dekat hingga ji hyun bisa merasakan nafas Suami nya yang menerpa wajah mulus nya.
" ap..apa yang kau lakukan " ujar ji hyun sempat gugup karna detak jantung nya yang berdetak tidak seperti biasa nya.
" apa kau melihat nya ?? " ujar kyung so tak menghiraukan ucapan ji hyun.
" melihat apa ?? " seru ji hyun bertanya balik.
" apa kau ke kantor ku tadi siang " bukan nya menjawab kyung so malah bertanya balik.
" Tidak " Bohong ji hyun.
" sungguh " selidik kyung so.
" tentu " ujar ji hyun." lagi pula untuk apa aku ke kantor mu " lanjut nya Dingin." untuk melihat mu b******u dengan wanita lain " lanjut nya lagi kemudian tertawa hambar.
kyung so hanya diam tak bergeming sedikit pun. Ternyata dugaan nya benar ji hyun melihat nya.
" Singkirkan tangan mu tuan " seru ji hyun menepis tangan kekar suami nya.
Namun nihil karna pertahanan kyung so terlalu kuat.
Tiba tiba nam ji hyun membelalakan mata nya. Saat benda kenyal menyentuh permukaan bibir nya. Mempermain kan lidah nya pada bibir bawah nya. Bahkan menyedot dan menggigit nya agar ji hyun membuka sedikit bibir nya.
kyung so menarik pinggang ramping istri nya. Dan memeluka nya dengan agresif. Sedangkan tangan yang satu nya lagi bergerak menyentuh tengkuk ji hyun. Agar lebih mudah memasukan seluruh lidah nya dalam mulut ji hyun.
Tanpa sadar ji hyun mengalungkan kedua tangan nya pada leher jenjang suami nya. Dan membuka sedikit bibir ny agar kyung so lebih mudah mengakses setiap inci mulut nya.
kyung so membimbing tubuh ji hyun menuju kursi yang berada di samping nya. Secara perlahan menidurkan tubuh istri nya dan menindihi nya.
Tangan kyung so tak tinggal diam. Ia menyusup kan nya ke dalam baju tidur yang di kenakan istri nya itu. meremas gundukan kenyal milik nya.
kyung so menautkan kedua alis nya saat ji hyun mencoba mendorong tubuh kekar nya. Seakan meminta jawaban untuk apa kau mendorong ku ??.
" jauh kan tubuh mu dari ku " ujar ji hyun dingin setelah melepaskan ciuman nya.
" kenapa ?? " tanya kyung so setelah menjauhkan tubuh nya dari ji hyun.
" aku cape, aku mau tidur " jawab ji hyun lalu berlalu dari hadapan kyung so.
" kenapa ?? Aku meminta mu sekarang " ujar kyung so.
" urungkan niat mu " jawab ji hyun yang langsung menidurkan tubuh nya pada kasur empuk milik nya.
" kita tidak akan pernah melakukan nya tanpa ada nya cinta " lanjut ji hyun." kembali lah ke kamar mu " lanjut nya lagi.
Bukan nya pergi ke kamar kyung so malah membaringkan tubuh nya di samping min jun.
Tanpa sadar ji hyun meneteskan air mata nya. Sakit itu lah yang ia rasakan. Walau bagaimana pun ia istri nya tentu saja ia tidak rela jika melihat suami nya b******u dengan wanita lain. Tapi ia sadar pernikahan ini hanya sandiwara saja. Walau pun pada akhir nya ia menyadari bahwa ia menyukai suami nya rasa nya tidak mungkin untuk mengungkap kan pada kyung so. Yang ada kyung so akan menertawan nya.
..
Terdengar suara Desahan yang menggema di sebuah ruangan . Entah untuk yang keberapa kali joong ki mencapai puncak kenikmatan nya. Yang berakhir ambruk di tubuh mungil kyo.
Keringat menetes di setiap lekuk tubuh kedua insan yang tengah bergulat.
Sebuah tangan kokoh memeluk pinggang ramping kyo. Dan suara serak menggelitik lorong daun telinga nya.
" terima kasih sayang " ujar joong ki Yang masih dengan wajah kelelahan nya.
" tidur lah " lanjut joong ki lembut. Dan membiarkan tangan kokoh nya menjadi bantal untuk kyo tidur.
Seperti yang di hipnotis kyo menuruti perintah pria b******k itu. Kyo langsung memejamkan mata indah nya tanpa menjawab.