Warning ⚠
#Masih konten dewasa ya !!
So yang masih mau lanjut baca nya jangan nyalahin yang nulis ya.
...
Jarum jam berdetak sangat lambat. Bunyi denting nya mengalun saling bersautan dengan suara merdu burung yang berterbangan di luar, menjadi pengiring isakan kesakitan.
Kyo menoleh ke samping kiri tempat tidur nya. Tidak ada joong ki di sana, jika kalian bertanya dimana pria itu !! Jawaban nya adalah pria itu sudah pergi setelah mendapat kenikmatan yang berkali kali ia lakukan.
Kyo meremas dadanya, memukul nya berkali kali berharap sakit itu sedikit menipis. Tapi ternyata semua yang kyo lakukan sia sia. Rasa nya seperti hancur lebur tak berbentuk lagi. Dalam sekejab segala nya telah hilang. mata nya terpejam erat, kepala nya menengadah untuk menghalau air mata yang terus mengalir tanpa di komando.
Kyo kembali merapatkan selimut yang membukus tubuh polos nya. Kemudian menghembuskan nafas nya dengan kasar dan kembali meremas d**a nya. Ia harus kuat ia tidak boleh lemah. Segala nya sudah hancur, hidup nya, harga diri nya. Ia sudah tidak memiliki apa apa lagi untuk di banggakan, tidak ada guna nya membuang air mata nya.
Dengan tubuh yang masih bergetar kyo merapatkan selimut yang satu satu nya menjadi kain pembungkus tubuh nya. Membawa kaki panjang nya menyentuh dingin nya lantai marmer. Rasa ngilu itu tiba tiba datang dari kepemilikan nya.
Seklebat bayangan menjijikan itu kembali menghampiri pikiran nya.
'Ohh kau nikmat sekalu' racau joong ki yang masih memompa kepemilikan kyo dengan kasar.
'punya mu sangat sempit'
'oh .. ahh.. uhh..ahh..' desah joong ki.
Brukkk..
Tubuh kekar joong ki seketika ambruk keatas tubuh kyo ketika ia mencapai puncak kenikmatan yang entah sudah ke berapa kali nya.
"aku harus kuat" pikir kyo.
Ia kembali melangkah mengabaikan rasa nyilu yang menyerang tubuh nya.
Kyo membuka satu satu nya yang menjadi pintu penghubung kamar besar dan kamar mandi.
Kyo segera masuk dan mengunci pintu nya. Ia harus segera mengguyur tubuh nya menghilangkan jejak jejak yang menurut nya sangat menjijikan.
Shower menjadi pilihan nya, Menyalakan keran air dengan tanda warna biru. Membiarkan dingin nya air langsung mengguyur tubuh nya. Tangan nya terus menggosok gosokan tetap saja jejak itu tak akan pernah hilang dalam ingatan kyo, sehingga ia merasa lelah hingga air mata itu kembali mengalir deras dari pelupuk mata indah milik nya.
...
Suara pintu di buka dan menampakan sosok joong ki masuk ke dalam ruangan. Ia menghampiri istri nya yang masih betah memejamkan mata nya. Ia duduk di kursi tepat di samping ranjang yang terdapat ji hyun.
kemudian dengan lembut joong ki memegang tangan mungil yang terlihat agak pias itu dan mencium nya beberapa kali.
"sayang .. mau sampai kapan kau seperti ini, bangun lah aku merindukan mu !! Apa kau tidak merindukan ku hmm??" ujar joong ki dengan mata yang tak pernah lepas dari wajah cantik yang terlihat pucat itu.
"maaf.."
"maaf kan aku telah Menghianati mu .."
"aku akan melakukan apa yang kau mau tapi berjanji lah kau akan bangun .."
Tangan joong ki beralih mengelus lembut pipi tirus istri nya berharap ia akan bangun dan mendengarkan apa yang ia katakan.
"berjanji lah pada ku setelah aku melakukan ini untuk mu kau akan bangun .." tutur joong ki mengecup kening ji hyun sekilas lalu berdiri dan beranjak pergi dari ruangan itu.
Sedangkn di tempat lain ji hyun tengah berada di ruang makan untuk melakukan rutinitas seperti biasa. namun ia belum juga menyuapkan makanan yang sudah dari tadi ia ambil.
"sayang kau makan dulu sendiri ya aunty mau ke uncle dulu" ujar ji hyun sembari tangan nya terangkat untuk mengelus pucuk kepala ji hyun.
Sedangkan min jun hanya mengangguk untuk mengiyakan ucapan ji hyun.
"bi tolong temani min jun dulu ya" titah ji hyun pada pelayan rumah nya itu.
Bibi pelayan itu mengangguk untuk menuruti ucapan ji hyun.
ji hyun melangkah kan kaki nya meninggalkn dapur. Namun langkah nya terhenti saat melihat do kyung berjalan terburu buru.
"kau tidak makan ??" seru ji hyun bertanya saat do kyung melewati diri nya tanpa sekata patah pun.
"tidak .." singkat Do kyung setelah membalikan badan nya untuk menghadap ji hyun.
"kenapa ?? Padahal aku sudah menunggu mu dari tadi ??" ujar ji hyun dengan dua pertanyaan sekaligus.
"kau makan lah sendiri aku sedang buru buru" ujar do dengan nada dingin nya.
"ishhh.. kau ini" seru ji hyun geram.
"kau ta.."
Ucapan ji hyun seketika terhenti saat melihat D0 melenggang pergi begitu saja. Yang membuat d**a ji hyun naik turun saat menghadapi mahluk seperti nya.
"ahkk.. dia memang menyebal kan" gerutu ji hyun.
Ia pun melangkah kan kaki nya kembali menuju dapur. Berharap rasa kesal terhadap suami nya itu hilang. Ia duduk di kursi semula sebelum akhir nya menyuapkan sedikit demi sedikit makanan yang sudah ia ambil ke dalam perut nya.
"aunty min uda selasai" ujar min sembari memperlihatkan piring yang sudah kosong.
ji hyun dengan gemas mencubit pipi cubby min jun yang membuat min jun menahan sakit karna nam ji terlalu keras mencubit nya.
"aunty akitt" ujar min jun sembari memegangi pipi nya yang sakit.
"uhh maaf sayang aunty ga sengaja" ujar ji hyun lalu mengelus pipi cubby itu agar menghilangkan sedikit rasa sakit.
"eumm gimana sebagai tanda maaf aunty beliin kmu es cream .." tawar ji hyun sembari tersenyum.
Min jun mengangguk antusias dan beranjak dari duduk nya sembari jingkrak jingkrak senang.
"Ya udah aunty ke kamar dulu ya mau ambil tas aunty, baru kita beli es cream nya" tutur ji hyun lalu pergi menuju kamar nya.
ji hyun menuruni anak tangga satu persatu dengan tangan yang memegang sebuah maps. Lalu menghampiri min jun yang tengah terduduk di kursi dekat tangga.
"ayo sayang kita beli es cream nya" ujar ji hyun yang sudah ada tepat di depan min jun duduk.
"ayo" antusias min jun lalu berdiri dari duduk nya.
"tapi aunty mau ke kantor uncle dulu ya mau ngasih maps yang ketinggalan" ujar ji hyun sembari menggandeng tangan mungil min jun.
Yups maps yang tengah di pegang nam ji adalah maps milik do kyung. Seperti nya maps itu sangat penting tapi do meninggalkan maps nya di dalam kamar mungkin karna terburu buru sampe melupakan nya.
"Dasar ceroboh" gerutu ji hyun.
..
ji hyun melangkah kan kaki nya di depan bangunan yang menjuntai tinggi ke atas. Sebelum akhir nya membuka pintu pembatas antara luar dan dalam.
"maaf apa tuan do nya ada?" tanya ji hyun setelah ia berdiri di depan meja yang terdapat tulisan Reception itu.
"tuan do sedang sibuk" ujar wanita itu sopan.
"bisa saya bertemu dengan nya ??" tanya ji hyun bertanya.
"apa anda sudah ada janji sebelum nya ??" wanita itu bertanya balik.
"belum" singkat ji hyun sembari menggeleng.
"jika begitu anda tidak boleh menemui nya" ujar wanita itu tegas.
"tapi saya datang ke sini untuk memberi ini" ujar ji hyun sembari memberikan maps milik do yang tertinggal.
Wanita itu membuka maps yang di berikan ji hyun lalu membaca nya kemudian memasukan nya kembali.
"tapi tetap saja tuan do sedang sibuk ia sedang tidak ingin di ganggu anda bisa datang kembali besok"
"baik lah klo begitu saya akan menunggu nya di sini" ujar ji hyum bersikekeh.
"beritau saya jika dia tidak sibuk" lanjut nya lalu pergi menuju kursi yang tak jauh dari tempat ny berdiri tadi.
"min jun nanti dulu ya beli es cream nya aunty belum ketemu uncle nya" ujar ji hyun sembari mengelus pucuk kepala min jun berharap ia akan mengerti.
"iya aunty" seru ji hyun tersenyum.
"tapi ga olehh ama ama" lanjut min jun sembari memperlihatkan mimik muka marah yang di buat buat. ji hyun tertawa renyah melihat exspresi min jun yang menurut nya menggemaskan.
"tidak sayang, tidak akan lama"
"Nona .."
"nona.."
"saya .." ujar ji hyun sembari menunjuk diri nya sendiri sebelum akhir nya bangkit menghampiri wanita itu dengan tangan yang masih menggenggam tangan mungil min jun.
"anda boleh menemui tuan do" ujar wanita itu.
"baik lah, dimana ruangan nya"
"belok kanan ada lif anda naik yang ke lantai 10" ujar wanita itu.
"hmm baik lah terima kasih" ujar ji hyun lalu melangkahkan kaki nya.
ji hyun telah menginjakkan kaki nya di sebuah ruangan bertulisan Directure. Terpaksa iya harus berhadapan langsung dengan suami nya itu. pasal nya tadi ia sempat menghampiri ruangan sekertaris kyung so namun tak ada di tempat nya. mungkin karna ini adalah jam nya makan siang ia pergi untuk makan.
ji hyun mengetok berkali kali namun tak ada sautan atau pun tanda tanda di buka. Dengan sedikit geram ji hyun membuka kenok pintu yang menjadi penghalang antara luar dan dalam ruangan suami nya itu.
ji hyun tercengang saat pertama kali ia mengedarkan mata nya. pemandangan pertama yang ia lihat kyung so tengah bersama seorang wanita seksi. Posisi wanita itu yang berada di atas pangkuan kyung so dengan bibir yang saling berpagutan dan tangan nakal kyung so yang terlihat meremas salah satu gundukan kenyal milik wanita itu.
ji hyun langsung membalikan badan nya. Enggan untuk melihat adegan panas itu. Samar samar terdengar suara decakan dan desahan yang di akibatkan dari ciuman Kyung so dan wanita itu.
Ngilu ia kata itu lah yang pantas untuk menggambarkan suasana hati ji hyun saat ini. Selama satu bulan lebih menjalankan mahligai rumah tangga bahkan Kyung so tidak pernah sedikit pun menyentuh nya.
Tunggu tapi mengapa nam ji merasa sedih saat melihat adegan panas tadi. Bukan kah mereka tida saling mencintai. Jadi untuk apa dia merasa sakit hati, pikir ji hyun.
"Aunty" suara lembut itu membuyarkan lamunan singkat ji hyun. Ia menoleh min jun yang tengah menatap nya.
"aunty enapa nda asuk" ujar min jun.
ji hyun mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh mungil min jun."sayang kita pulang aja ya uncle nya lagi sibuk" tutur ji hyun pelan agar tidak terdengar ke dalam.
Min jun mengangguk mendengar penuturan ji hyun.
"kita beli es cream aja ya, ayo" ujar ji hyun lalu menggandeng tangan mungil min jun.
Di dalam sana kyung so dan wanita itu masih memadu kasih. Ia menekan tengkuk wanita itu agar bisa lebih mudah mengakses seluruh rongga mulut wanita itu dengan tangan yang masih memainkan gundukan kenyal milik wanita itu.
Tok..tok.. tok..
Suara ketukan pintu menghentikan aksi kyung so. Ia menyuruh wanita itu untuk turun dari atas pangkuan nya. Dengan enggan wanita itu menuruti perkataan kyung so.
kyung so berdiri tegap membenarkn jasnya yang sedikit berantakan karna adegam panas tadi. Saat ia melihat ke arah pintu. Ternyata pintu nya sedikit terbuka.
Bukan kah tadi ia sudah menutup nya rapat kenapa pintu itu terbuka, pikir kyung so. Ia langsung melangkah menuju arah pintu. Terlihat di sana seorang wanita dengan pakaian formal nya, seperti nya sekertaris kyung so.
"kenapa kau lancang membuka pintu tanpa mengetuk?" ujar kyung so dingin kepada wanita di depan nya.
"maaf tuan tadi saya sudah mengetuk nya saya tidak mungkin berani membuka pintu jika anda belum menyuruh saya masuk" tutur wanita itu.
"lagi pula pintu nya dari tadi sudah terbuka saya kira anda sengaja tidak menutup nya rapat" lanjut nya lagi.
"saya cuma mau memberitahu anda bahwa rapat akan segera di mulai " ujar wanita itu lagi.
kyung so menatap sekertaris nya dingin lalu menyuruh nya pergi. Ia kembali melangkah kan kaki nya ke dalam.
"sayang kenapa kau lama sekali" rajuk wanita itu.
"aku ada rapat lebih baik kmu pulang saja" ujar kyumg so datar.
"aku tidak mau aku akan menunggu mu sampai selesai" tolak wanita itu.
"rapat nya akan lama sayang apa kau sanggup"
"tak apa akan ku tunggu" kekeh wanita itu.
"aku ingin menghabiskan hari ini bersama mu, kau sekarang terlalu sibuk dengan istri mu" lanjut wanita itu menyindir kyung so.
"ya sudah lah terserah kamu saja" seru kyung so lalu mengambil ipond nya yang ia taruh di atas meja kerja nya.
"aku pergi dulu" lanjut kyung so kemudian mencium kening wanita itu sebelum akhir nya pergi dari hadapan wanita itu.
"apa semua berkas sudah kau persiapakn ??" ujar kyung so bertanya pada sekertaris nya saat di perjalanan menuju ruang miting.
"sudah tuan tapi ada satu lagi maps yang tuan bawa kemarin" ujar sekertaris.
"bukan nya aku sudah memberikan nya pada mu tadi pagi" tutur kyung so datar.
"tuan tidak ada memberi maps itu pada saya" ujar sekertaris itu.
"tapi tadi seseorang dari recepsion menelpon ku kata nya ada seorang wanita membawa maps itu, bahkan dia sudah membawa nya ke ruangan tuan saya pikir anda sudah menerima nya" tutur sang sekertaris panjang lebar.
"seorang wanita ??" tanya kyung so bingung.
Pasal nya dia memang tidak mendengar ada orang mengetuk pintu atau pun memberikan maps pada nya. Selain park shinhe kekasih nya.
"siapa wanita itu ??" lanjut Kyung so bertanya.
"saya tidak tau tuan" seru sekertaris itu.
"Saya tidak mau tau segera cari maps itu tanya kan pada pegawai yang menjaga recepsion tadi" ujar kyung so dingin.
"Baik taun" seru sekertaris kemudian pergi meninggal kan kyung so yang masih terlihat bingung.
kyung so mengecek ipond nya tertera ada 5 panggilan tak terjawab dari istri nya dan 3 buah pesan masuk.
Nam ji hyun.
Ahh kau merepotkan ku saja ~ meninggalkan maps penting mu di
atas nakas dasarrr cerobohh..
aku sedangg di jalan menuju kantor ~
mu..
Aku ada di kantor mu keluar lah.. ~