Di halaman belakang rumah megah Datuk Zainal ada kolam renang di sana. Amar, pemuda tampan itu membawa laptopnya sekaligus secangkir teh hangat, duduk di kursi yang berhadapan dengan kolam renang.
Dari tempatnya duduk, Amar bisa melihat pantulan bayang rembulan di kolam yang bening airnya itu. Lelaki tampan itu tersenyum melihat bayangan-bayang rembulan beberapa saat, lalu ia beralih ke laptopnya.
Layar laptop itu berpendar setelah dihidupkan oleh Amar. Ia kemudian mulai mengerjakan tugas kuliahnya.
Beberapa saat tanpa gangguan dan ketenangan dalam membuat tugas, kini Rania datang menghampiri Amar.
"Hai, Tampan," sapa Rania.
Amar menoleh sekilas pada Rania, lalu ia kembali menatap layar laptopnya seraya menggeleng pelan.
"Tampan, sih. Tapi ... sayangnya malah ditinggal nikah. Up