"Ya, aku juga enggak percaya dengan begituan," kata Samuel sambil mengelap rambutnya yang basah dengan handuk.
"Memang bukan gara-gara dedemit yang buat Rania jatuh," sahut Aisyah.
"Mungkin karena lantai WC-nya licin, Sayang. Kamu harus hati-hati juga, tuh." Setelah mengeringkan rambut, dan kemudian menyisirnya, Samuel melangkah mendekati Aisyah yang duduk di atas ranjang "Besok kita pulang ke rumah, habis itu aku bersihin WC-nya sebelum kita dapat pembantu," kata Samuel kemudian.
Aisyah mengangguk mengiyakan, lalu gadis berdarah Minang itu mengembuskan napasnya pelan sebelum berkata pada suaminya. "Rania sebenarnya ...." Aisyah menjeda perkataannya. Ia berpikir sejenak apakah harus mengatakan apa yang dikatakan Rania padanya kemarin kalau drama jatuh di WC itu hanya akal-akalan Rania