Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh dellaeeng33
Mariam, seorang janda 30 tahun dengan satu anak, dulunya istri seorang sales yang kabur entah ke mana bersama wanita karaoke. Ditinggal tanpa nafkah, tanpa kabar, Mariam yang awalnya lemah lembut, perlahan berubah menjadi wanita tangguh... tapi dengan cara yang tidak biasa.Suatu hari, saat membela tetangganya dari maling pasar, tendangan refleks Mariam mengenai dagu maling sampai pingsan. Kejadian itu viral, dan tanpa disangka—sebuah padepokan silat khusus wanita mengundangnya ikut lomba antar kampung!Mulailah perjalanan Mariam dari dapur ke gelanggang. Di tengah proses latihan, ia malah makin lincah menendang daripada masak. Anak semata wayangnya, Dede, malah jadi pelatih dadakan yang suka ngasih motivasi ala YouTube.Masalah muncul saat mantan suaminya balik... bukan untuk rujuk, tapi menantangnya bertarung karena malu istrinya jadi terkenal.Ada adegan Mariam menendang sandal ke kepala mantan mertuanya karena dibilang “janda nyusahin”.Padepokan silatnya punya moto: "Silat bukan untuk marah, tapi buat ngeluarin emosi dengan sopan."Jurus andalan Mariam: Tendangan Galau Berbalut Sambel Terasi.Pagi itu, Mariam berdiri di halaman kontrakannya yang sempit, menatap cucian dalam baskom dengan ekspresi seperti baru kehilangan tiket konser Didi Kempot."Apa salahku, Ya Allah? Cuma nikah, ditinggal. Cuma nyuci, hujan. Cuma rebus air, listrik mati. Ini hidup atau prank dari langit?" gumamnya sambil mengangkat jemuran dengan satu tangan dan sebelah sandal yang hilang entah ke mana.Anaknya, Dede, yang baru kelas 2 SD, muncul dari balik pintu dengan wajah polos dan perut buncit kecilnya."Mah, jangan galau. Dede lihat di YouTube, janda itu harus kuat kayak Mbak Kharisma—janda viral yang bisa split sambil masak."Mariam menghela napas. “Split sambil masak? Emangnya mama ninja?”Baru saja dia mau masuk rumah, terdengar teriakan dari ujung gang.“MALINGGGG!! AMBIL SENDOK MAKAN SAMA DOMPET BUAH!!”Seorang pemuda bertopi lari sekencang-kencangnya sambil menggondol tas dan—anehnya—sendok dari dapur Bu Atik. Di belakangnya, warga berlari tapi gagal mengejar karena terpeleset tahu bulat.Mariam yang masih pegang jemuran spontan tersadar… ini saatnya bertindak.Tanpa pikir panjang, dia lempar jemuran ke tanah dan berdiri dengan satu kaki, posisi yang entah kenapa mirip kungfu Shaolin—hasil dari sering nonton sinetron silat jam 2 pagi.“Hey, maling! Ini jemuran belum kering, jangan tambah bikin emosi!”Maling itu cuek. Tapi ketika dia melewati Mariam…BUK!Satu tendangan melayang.Langsung mengenai dagu maling itu.Ia terkapar seperti kasur lipat, sendok terlempar ke semak-semak.Warga melongo. Bu Atik pingsan bukan karena takut, tapi terharu sendoknya selamat.Beberapa menit kemudian…Mariam duduk di atas ember, minum teh manis buatan Pak RT. Di sekelilingnya, ibu-ibu kampung tepuk tangan sambil merekam video.“Mbak Mariam, itu tendangan dari mana belajarnya? Kok bisa kayak atlet nasional?”“Saya? Nggak pernah belajar. Paling-paling cuma latihan tendang-tendang galon kalau kesel…”Video itu kemudian diunggah oleh anak Bu Atik ke t****k. Judulnya:“JANDA NGE-TENDANG MALING, KITA SEMUA SALUT!”24 jam kemudian, video itu viral. Masuk akun gosip, berita daerah, bahkan ditawarin masuk acara ‘Bintang Kampung Hebat’.Tapi yang paling mengejutkan adalah…Esoknya, seorang wanita tua datang dengan pakaian silat putih dan ikat kepala.“Namaku Bu Pranaji. Aku guru silat perempuan. gara-gara... jemuran.Pagi yang biasanya diisi dengan cucian dan gosip tetangga, kini berubah drastis. Mariam—yang biasanya cuma jadi “pengamat kehidupan dari balik jemuran”—kini berdiri di depan sebuah bangunan tua bergaya joglo, dengan papan kayu besar bertuliskan:“Padepokan Mawar Berduri: Silat Hati dan Kaki”Iya, benar.Padepokan khusus perempuan, dan anggota terbanyaknya adalah para janda tangguh dari berbagai usia dan jenis luka batin.Bu Pranaji, sang ketua padepokan, tersenyum lebar sambil menepuk punggung Mariam.“Jangan tegang, Nak. Di sini, kita bukan cuma belajar tendang. Tapi juga belajar menyembuhkan hati… sambil ngelindes mantan di bayangan.”Mariam mengangguk kaku, menatap lapangan kecil yang dipenuhi ibu-ibu dengan ikat kepala merah, memegang sapu lidi seperti pedang.Sesi latihan dimulai.“Jurus pertama!” teriak Bu Pranaji.“Tendangan Sambel Terasi!”“Ha?” Mariam mengernyit.“Kuat, panas, dan bikin orang nyesel pernah nyakitin kita!”Mariam pun menirukan gerakan: satu putaran, lalu tendangan setengah melayang. Tapi dia malah terpeleset dan nyungsep ke ember. Suara 'bluk!' disambut tawa seluruh padepokan.“Bagus! Setidaknya kamu punya jurus baru: Jatuh dengan Bermartabat!”kata seorang janda senior, Mbak Yani, yang hobi silat dan jualan keripik paru online.Di sela latihan, Mariam sempat duduk di bawah pohon nangka sambil membuka bekal nasi uduk bawaannya. Dede, yang ikut menonton, menghampiri sambil memandang langit."kalau dulu mama mikir hidup...habis kayanya sekarang baru mulai.". "kamu bangga ya, bikin malu satu kampung." itu Anton mantan suami mariaic_default
Karena kamu suka Duda & Janda, mungkin kamu suka ini juga:
Duda & Janda · Perjodohan