Rania menghela nafas lelahnya, masuk ke rumah dan langsung ke kamar. Meletakkan tas kuliahnya, dan tiba-tiba terdiam dalam keadaan berdirinya. Memikirkan saran Melati dan mempertimbangkannya.
'Apa nggak apa aku harus menjadi istri yang agres-if untuk mendapatkan perhatian Mas Arga? Tapi gimana kalau dia malah ilfil terus bosan dan aku malah ditinggalkan?!' bingung Rania yang ternyata masih kepikiran dan tak bisa lega begitu saja.
Perempuan itu nampak pucat karena lelah dan juga berkeringat. Memijat pelipisnya sampai kemudian tiba-tiba sesuatu yang hangat mendekapnya dan membuat Rania cukup terkejut.
"Lagi mikirin apa sih, kok kayaknya serius bangat?" tanya Arga yang ternyata adalah pelakunya.
Pria itu juga barusan pulang, bahkan melihat bagaimana Rania turun dari mobil sahabatnya Melat