Viona akhirnya pulang sendiri ke rumah, karena tak punya pilihan atau bahkan sekarang sudah tak memiliki apapun. Martabat, uang dan bahkan harga dirinya. Setelah kehilangan kegadisannya memang apalagi yang dia punya.
"Vio?!" sapa Nugraha memanggilnya.
Viona reflek menoleh dan langsung merasa sesak menatap wajah ayahnya. Selama ini dia selalu menghina Rania murahan, tapi sekarang dialah yang sesungguhnya di posisi itu. Viona merasa rusak sekaligus bersalah karena sudah mengecewakan ayahnya.
"Kamu dari mana saja, Nak. Daddy, Masmu dan beberapa orang suruhan sudah mencarimu dua hari ini. Kamu kemana saja Sayang?" tanya Nugraha dengan nada suara yang lembut.
Bahkan setelah membentak dan melawan ayahnya tempo waktu, ayahnya itu tetap saja bersikap baik kepadanya. Tidak marah walaupun Vi