Arga dan Rania semakin mesra dari hari ke hari. Apalagi sekarang Rania punya kunci untuk mengontrol emosi suaminya itu. Cukup jadi istana yang manis, dibutuhkan dan disukai oleh suaminya, maka apapun yang dibutuhkan pasti terkabulkan. Arga yang kejam, berubah bagaikan ibu peri yang selalu mengabulkan apapun yang Rania inginkan.
Namun bukan hanya itu, dia bahkan begitu pengertian dan perhatian. Seperti hari ini contohnya, Rania kembali ketiduran di kelasnya. Namun, bukannya mengusirnya seperti biasanya, dia malah pura-pura tak melihatnya.
Agar tak mengurangi sikap ke profesional dirinya sebagai dosen, Arga menatap Melati dari depan. Mengodenya sebelum kemudian mengirimkan pesan untukny.
|Tolong bangunkan Rania pelan-pelan dan suruh dia tidur ke ruanganku.
Tanpa menunda, Melati pun m