Viona sedang berbelanja di pusat perbelanjaan. Dia baru saja membeli heels, saat tiba-tiba saja seseorang perempuan mengikutinya dari belakang. Saat jarak mereka sudah cukup dekat, perempuan itu menarik pergelangan tangan Viona, sehingga mereka berhadapan.
Namun belum juga Viona yang terkejut dengan aksinya itu, sesuatu yang lebih mengejutkan menghantam pipinya tanpa dapat di cegat.
Plakk!!
"Perempuan rendah-an sepertimu pantas mendapatkan itu. Kau memang licik, bereng-sek! Bisa-bisanya kau melakukan itu?!" serang Salsa yang ternyata merupakan pelaku dari penamparan itu.
"Apa maksudmu, Kak. Aku tak mengerti?" tanya Viona syok, kecewa, dan bingung di saat yang bersamaan. Dia tahu tabiat perempuan dihadapannya sekarang dan dia menyesal pernah membela dan mendukungnya mati-matinya, namu