Nania mengerutkan dahi atas ucapan pangeran yang membuat ia bingung.
" mm..maksud pa...pa..ngeran aaapa..."
ucapnya gerogi karna pangeran datang menghampirinya.
" apa ucapanku tidak jelas, aku bisa mempertemukanmu dengan siapa pun tapi kamu tetap disini " jelas sang pangeran, dan pangeran pun duduk disamping nania.
" aduuuch niech pangeran buat aku bingung dengan ucapan nya " gumamnya dalam hati, sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
" ternyata pangeran nyebelin ini ganteng juga, apa lagi duduk berdekatan seperti ini jadi kelihatan ketampanannya " ucap nania pelan, tapi masih terdengar oleh pangeran arya.
Pangeran tersenyum manis mendengarkan ucapan nania yang memuji ketampanannya.
Nania yang sadar diperhatikan pangeran menundukan kepalanya, ia merasa malu mungkin ucapannya barusan terdengar oleh pangeran.
" aku akan mempertemukanmu, dengan orang tuamu dialam mimpi " ucap pangeran lembut dan tak henti memandang wajah nania.
" bagaimana caranya pangeran " jawab nania yang masih bingung.
" gampang saja kamu tinggal tidur, dan dialam mimpi aku akan mempertemukan kalian, tapi ingat kamu tidak boleh menceritakan keadaanmu yang berada dikerajaan ini " jelas sang pangeran.
Nania hanya mengangguk tanda mengerti, meski bisa bertemu dengan papahnya dialam mimpi sudah membuat ia senang.
dan nania masih berharap bisa kembali bertemu dengan papahnya dialam nyata.
" apakah kamu ingin membalaskan dendam kepada ibu tiri dan adik tirimu " tanya pangeran arya lagi.
" iya pangeran, tapi gimana caranya saya bisa membalaskan dendam ini, kalo saya masih terkurung dikerajaan ini "jawabnya sambil mengerucutkan bibir dan sedikit marah.
Pangeran tersenyum melihat nania yang marah, membuat ia gemas ingin mencium bibir ranum nania.
sedangkan nania yang melihat pangeran tersenyum merasa aneh,
" iiikh ini pangeran kenapa sih senyum-senyum kaya gitu " gumamnya dalam hati.
" kenapa kamu melihatku seperti itu, kamu terpesona dengan ketampananku "
Sang pangeran mendekatkan wajahnya kehadapan nania, dan kini mereka berdua saling bertatapan.
Nania yang melihat tatapan mata sang pangeran menjadi salah tingkah.
" nggak koq, jangan geer dech pangeran " ucap nania sambil membuang mukanya.
" sudah kamu pergi kekamarmu, katanya kamu ingin bertemu dengan papahmu " perintah pangeran kepada nania.
" iya pangeran, tapi sebelum saya pergi tolong jawab pertanyaan saya, gimana caranya saya bisa balas dendam kepada mamah tiri dan adik tiriku, kalo saya masih berada disini "
Nania senghaja mempertanyakan hal itu, supaya ia bisa keluar dari kerajaan ini.
" aku bisa membantumu membalaskan dendam, tapi tidak untuk saat ini, pergilah ke kamarmu jika ingin bertemu dengan papahmu sebelum aku berubah pikiran " jelas sang pangeran marah.
Karna ia tau maksud dari pertanyaan nania, pasti nania berharap bisa kembali ke alam manusia.
" iii....iyaa pangeran " jawabnya gugup dan langsung pergi meninggalkan pangeran.
Sesampainya nania dikamar, ia tidak bisa langsung tidur, padahal ia sudah tidak sabar ingin segera tidur untuk bisa bertemu dengan papahnya.
" aduuuch nih mata susah amat siech diajak komprominya, cepat tidur dong "
gerutu nania sambil menepuk pipinya.
Nania terus bolak balik menghadap kiri dan kanan menemukan kenyamanan agar bisa cepat tertidur.
" ayo merem dong mata, aku udah gak sabar ingin bertemu papah nih, "
Pangeran yang melihat tingkah nania yang seperti itu malah mentertawakannya.
ia merasa lucu melihat nania yang kesusahan tidur dan tak henti mentertawakan kelakuan nania.
" hahaha lucu sekali tingkahmu, membuat aku tak ingin jauh darimu, ingin rasanya memelukmu saat kamu sedang tertidur, hingga kau tidak merasa kesulitan tidur seperti itu "
Setelah merasa cukup puas mentertawakan tingkah nania, pangeran pun membantu nania tertidur dan memasukannya ke alam mimpi bertemu papahnya.
***
Di alam mimpi nania melihat papahnya sedang duduk termenung sendirian disebuah taman kota.
" pah, papah " panggil nania sambil berlari menghampiri papahnya.
" na..nania putriku, apakah kau benar putriku " ucap papahnya nania sambil memeluk nania.
" iya pah, ini nania putri papah " nania pun membalas pelukan hangat sang papah.
mengobati rasa rindu yang sudah lama tak bertemu.
" nania apa kabarmu sayang, papah mengkhwatirkanmu, sudah satu minggu kamu pergi meninggalkan papah nak " ucap papahnya sambil meneteskan air mata.
Nania mengerutkan dahi,
" ini aneh bener-bener aneh, perasaan aku baru 2 hari pergi, tapi koq sudah seminggu "
" sayang kenapa kamu diam saja nak, apa kamu bai-baik saja " tanya papahnya lagi.
" papah gak usah khwatir nania baik-baik saja koq " jawabnya sambil tersenyum.
" syukurlah sayang, papah tidak percaya ucapan mamahmu yang mengatakan kalo kamu mati tenggelam, karna kamu pergi berlibur kepantai bersama linda sahabatmu,
" tanpa berpamitan kepada papah terlebih dulu, padahal sesibuk apa pun papah kamu kan bisa televon papah kalo mau pergi " jelas papahnya sambil mengusap rambut nania.
" a..aapa mamah menceritakan seperti itu kepada papah " nania kaget mendengarkan cerita dari papahnya.
" iya sayang, emangnya kenapa ada yang salah " tanya papahnya lagi.
" maafkan nania pah "
nania tidak bisa menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.
" awalnya papah tidak percaya ucapan dari mamahmu, maka dari itu papah secara langsung menemui linda, dan linda pun mengatakan hal yang sama seperti mamahmu " tutur papahnya nania.
Nania memegang dadanya karna syok mendengar ucapan sang papah, dan yang membuat nania syok dengan pernyataannya adalah kalo sahabat baiknya sendiri mengatakan hal seperti itu.
Padahal saat kejadian ia dibuang ke laut itu tidak ada linda,
" apa sebenarnya yang terjadi setelah aku pergi dari rumahku " gumamnya sambil berpikir.
" sayang ayo kita pulang kerumah, pasti rasya senang melihatmu baik-baik saja,
" karna ia juga mengkhwatirkanmu, bahkan rasya sampai menyewa orang masuk ke dalam laut untuk menemukanmu, "
" oh iya sayang, pertunanganmu dan rasya dibatalkan, karna kamu tiba-tiba saja menghilang bahkan dikabarkan meninggal dunia " ucap papahnya nania sedih.
" ayo sayang kita pulang dan melanjutkan pernikahanmu dengan rasya " papahnya nania bangun dari duduknya dan mengajak nania pergi dari taman.
Sedangkan pangeran arya yang mendengarkan itu semua, mengepalkan tangan marah dan menghentikan pertemuan nania dengan papahnya di alam mimpi.
Nania yang senang diajak pulang oleh papahnya tersenyum bahagia.
Nania dan papahnya saling bergandengan tangan menuju arah pulang, dan tangan yang saling berpegangan pun akhirnya bisa terlepas,
karna tiba-tiba saja ada angin kencang dan gumpalan asap hitam yang menarik nania pergi menjauh dari papahnya.
" pah, papah tolong sampaikan salamku pada rasya pah " teriak nania kencang.
Karna angin kencang dan gumpalan asap hitam pun menarik nania semakin kencang dan nania pun menghilang.
" naniaaaaa " papahnya pun berteriak memanggil nama nania,
Karna melihat nania menghilang dari pandangan matanya. ia pun menangis karna kehilangan putrinya lagi.