" naniaaaa " jerit soni papahnya nania yang terbangun dari mimpinya.
" pah, papah kenapa teriak-teriak panggil nama nania " safa yang sedang tertidur pun terbangun.
karena suara soni yang menjerit keras memanggil nama nania.
" papah mimpi bertemu nania mah " ucap soni berderai air mata.
mengingat mimpinya yang baru saja di pertemukan dengan putrinya.
tapi ia kembali kehilangan nania lagi.
" itu kan cuman mimpi pah, kita doakan saja nania agar tenang di alam sana " sahut safa berpura-pura sedih atas kehilangan nania.
" mamah jangan bilang seperti itu, seolah nania sudah pergi meninggalkan papah untuk selamanya "
" karena papah yakin kalo nania itu masih hidup mah, dan papah akan berusaha mencari keberadaan nania " jelas soni yang merasa yakin kalo putrinya masih hidup.
" mau mencari ke ujung dunia pun, putri mu itu sudah mati mas, tenggelam di laut dan mungkin saja sudah dimakan binatang laut hahaha... " gumam safa dalam hati penuh kemenangan.
" ya sudah pah, kalo papah merasa yakin nania masih hidup, besok pagi-pagi kita cari sama-sama, sekarang papah tidur dulu masih malam " ucapanya lembut.
Safa kembali tidur, tanpa memperdulikan soni yang masih sedih kehilangan putrinya.
" iya mah " sahut soni pelan
Mata soni sulit untuk kembali tidur, karena ia terus mengingat pertemuan bersama putrinya, meski singkat bertemu di alam mimpi yang berasa seperti nyata.
Soni bangun dari tempat tidur berniat menghubungi rasya, untuk membantunya menemukan nania.
Tapi tangan soni merasakan sakit ketika hendak mengambil hpnya.
dan ia kaget melihat tangannya yang merah, karena di alam mimpi tangan nania memegang sangat erat tangannya.
membuat jelas luka ditangannya yang bukan hanya sekedar mimpi, tapi ia merasa yakin kalo itu nyata.
Soni pun segera bergegas menghubungi rasya.
" halo rasya, maaf om mengganggumu malam-malam begini " ucapnya berbasa-basi.
" iya om gak apa-apa kok, kebetulan rasya belum bisa tidur " sahut rasya di sebrang sana.
" rasya bisakah besok om bertemu denganmu, sebelum kamu pergi bekerja, karena ada hal penting yang ingin om bicarakan denganmu "
Soni berharap rasya bisa bertemu dengannya, dan mau membantu mencari nania putrinya.
" iya bisa om, emangnya kalo boleh rasya tau ada masalah penting apa om " tanya rasya penasaran.
karena tidak biasanya soni papahnya nania, menghubunginya malam-malam seperti ini.
" nanti saja om ceritakan saat kita bertemu, sekali lagi maafkan om menggangu waktu istirahatmu sya, "
" iya santai saja om, kaya sama siapa aja " jawab rasya
" ya sudah sampai bertemu besok pagi " ucap soni mengakhiri pembicaraannya dengan rasya.
Setelah menghubungi rasya, soni kembali ke tempat tidur, ia masih belum bisa tidur karena kejadian mimpi bertemu dengan nania terus berputar dalam ingatannya.
Hingga ia kesulitan untuk memejamkan mata, dan soni pun meyakini kalo itu bukan mimpi biasa.
waktu pun terus berjalan begitu cepat, soni yang tadinya kesulitan untuk tidur, akhirnya bisa tertidur juga.
***
ke esoknya paginya.
" pah, bangun sudah pagi " safa membangunkan soni dengan suara lembut.
" iya mah " sahut soni bangun dari tempat tidurnya.
Soni pun bergegas pergi menuju kamar mandi, karena ia akan bertemu dengan rasya membicarakan masalah nania.
Setelah selesai mandi soni pun segera memakai pakaian.
Dan pergi ke ruang meja makan, menghampiri safa dan bela yang sedang sarapan pagi.
" mah papah pergi dulu ya " ucap soni terburu-buru pergi tanpa sarapan terlebih dulu.
" papah mau kemana sih, buru-buru banget sarapan dululah pah," sahut safa sambil mendekati soni.
" papah mau ketemu rasya mah "
" OOH pasti papah dan rasya akan membicarakan masalah pertunangan, yang dibatalkan itukan.
" lanjutkan saja pah pertunangannya jangan dibatalin, bela siap kok menjadi calon pengganti nania pah " ujar safa tersenyum senang.
karena ia berharap bela berjodoh dengan rasya, dan itu semua sudah ia rencanakan.
" mah, papah sudah bilang kalo nania itu masih hidup, kenapa sih mamah malah ingin bela menjadi pengganti nania, seolah nania sudah pergi meninggalkan papah untuk selamanya." bentak soni marah bahkan nada bicaranya lebih keras.
karena ia tidak mau mendengarkan orang lain yang mengatakan kalo putrinya sudah tidak ada.
" maafkan mamah pah " ucap safa sedih,
karena ia tidak pernah diperlakukan dengan ucapan kasar oleh soni.
Soni yang melihat safa menangis karena suara bentakannya, ia merasa salah dan memeluk safa.
" maafkan papah mah, bukan maksud papah tadi membentak mamah, hanya saja papah tidak suka mendengar nama nania, yang seperti di anggap seolah ia sudah meninggal " tegas soni sambil mengusap rambut safa.
" pah bela dan mamah juga merasakan kehilangan kak nania, mungkin maksud mamah bilang seperti itu agar papah tidak terus berlarut sedih akan kehilangan kak nania.
" karena bela juga kan anak papah, bela gak keberatan kok, kalo papah menyuruh bela menjadi pengganti kak nania, untuk melanjutkan pertunangan dengan kak rasya,
" kan sayang pah, kalo dibatalkan karena semuanya sudah dipersiapkan," bela merayu papah tirinya untuk mengijinkan ia menjadi pasangan pengantin rasya.
" papah berterima kasih karena kamu dan mamah mu masih perduli pada nania.
" tapi papah tidak sanggup menjelaskan kepada rasya, kalo kamu mau menjadi tunangan rasya menggantikan nania, karena semua keputusan itu juga ada di tangan rasya bel," sahut soni
" iya papah coba bilang lah dulu sama rasya, pasti ia mau kok, dari pada pesta pertunangan ini dibatalkan, " rayu safa sambil memainkan dasi soni.
" papah bilang saja dulu sama kak rasya, apa pun keputusannya bela terima kok pah,"
Bela dan safa terus merayu soni, untuk menjadikan bela sebagai tunangan rasya.
" iya nanti akan papah coba membicarakannya, kalo gitu papah pamit pergi dulu mau menemui rasya " ucap soni.
" gak sarapan dulu Pah " sahut bela perhatian, untuk mengambil hati soni dan mau mendukung ia menjadi tunangannya rasya.
" gak usah bel, nanti papah sarapan bareng sama rasya saja, papah pergi dulu yah mah, bel " ucapnya bergegas pergi menghampiri mobilnya.
Soni pun pergi meninggalkan rumah, untuk segera bertemu rasya.
Sedangkan safa dan bela tersenyum puas, setelah berhasil merayu soni.
" mah, gimana kalo kak rasya tidak mau bertunangan dengan bela mah " rengek nya pada safa, khawatir bila rasya menolaknya.
" kamu tenang saja sayang, mamah pastikan kamu bukan hanya sekedar menjadi tunangan ya saja, tapi...iiii kamu juga akan segera menjadi istrinya "
ucap safa tersenyum bahagia.
karena ia sebentar lagi akan menjadi orang kaya raya, bila bela menikah dengan rasya.
Dan ditambah kekayaan soni papahnya nania, yang akan segera jatuh ke tangannya.