Soni terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, untuk segera bertemu dengan rasya.
Drt...drt...drt suara deringan ponsel soni menghentikan mobilnya, ia segera menepikan mobilnya dan mengangkat televon dari sekertarisnya.
" halo, ada apa elsa kamu menghubungiku " ucap soni setengah kesal, karna televon dari elsa membuat ia terlambat datang menemui rasya.
" maaf pak, saya menggangu waktu bapak pagi-pagi begini, karna saya tadi dihubungi pak heriawan, beliau meminta bertemu dengan bapak untuk membicarakan proyek besar ini " jelas elsa dengan nada takut.
" oh begitu, bilang sama pak heriawan, nanti jam 10 bertemu dikantor untuk membicarakannya " ucap soni sambil memutuskan televon dari elsa, tanpa menunggu jawaban darinya.
ketika soni akan melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba saja dari arah belakang mobilnya, ada truk besar yang menghantam mobilnya, hingga mobil yang ia kendarai terpelentar jauh.
Soni yang ada di dalam mobil pun terluka, dibagian kepala yang terbentur sangat keras.
Orang-orang yang melihat kejadian itu, langsung menghampiri mobil yang dikendarai soni.
karna supir truk melarikan diri, setelah menabrak mobil soni.
***
Sedangkan safa dan bela masih bersantai dirumah, setelah sarapan pagi.
" mah bela pamit mau berangkat kuliah dulu " ucap bela sambil menyodorkan tangannya kepada safa mamahnya.
Safa yang mengerti maksud putrinya, langsung mengambil uang didalam tas mahalnya, dan memberikan uang LIMA JUTA kepada bela.
" niech, cukup gak sayang "
" cukup mah, wiech tumben nih mamah ngasih uang jajan banyak banget buat bela " jawabnya tersenyum senang, sambil memeluk safa mamahnya.
" iya sayang,"
Drt...drt...drt.. deringan ponsel safa berbunyi.
" iya"
" kerja bagus, ha...ha.. " ucapnya mengakhiri pembicaraan diponselnya dengan tertawa bahagia.
Bela yang melihat mamahnya tertawa, merasa aneh.
" mamah kenapa sih senyum-senyum sendiri kaya gituh, setelah menerima televon, apa mamah dapat hadiah besar sehingga mamah bisa ngasih uang jajan bela banyak banget "
" iya kamu betul sayang, hadiahnya juga sangat besar dan banyak ha...ha...ha..." sahutnya masih dengan tertawa bahagia.
Ponselnya pun berdering kembali, dan menghentikan tertawanya.
" halo kami dari pihak rumah sakit MUTIARA, apakah ini dengan ibu safa istri dari bapak soni alexsandra " tanya suster yang menghubungi keluarga soni.
" iya sus, "
" begini bu, saya mau menjelaskan kalo bapak soni kecelakaan," terang sang suster.
" apaaaa.. saya dan putri saya akan segera menuju ke rumah sakit sus."
ucapnya kaget tapi terdengar santai.
" mah, siapa yang sakit " tanya bela penasaran.
" papah kamu kecelakaan bel, kamu ijin libur dulu kuliahnya, kita harus ke rumah sakit sekarang " jawab safa sambil tersenyum miring.
" apa pa..pa..pah ke..celakaan mah " ujar bela terbata-bata karna kaget, mendengar papahnya kecelakaan.
" iya, udah ayo pergi " jawab safa sambil menarik tangan bela.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah besar soni, menuju rumah sakit MUTIARA tempat soni dirawat.
Sesampainya dirumah sakit MUTIARA, safa dan bela menanyakaan keberadaan soni pada repsepsionis.
" suster saya mau tanya, pasien atas nama soni alexsandra yang menjadi korban kecelakaan dirawat diruangan mana sus, " tanya safa.
" sebentar bu, saya periksa terlebih dulu " jawab suster, sambil mengecek nama pasien yang dirawat dirumah sakit MUTIARA.
" pak soni alexsandra masih ditangani di IGD bu, " jelas sang suster lagi.
Safa dan bela segera pergi ke ruangan IGD, dimana soni sedang ditangani oleh dokter.
Tidak lama mereka menunggu diruangan IGD, seorang suster dan dokter pun keluar dari ruangan itu.
" dengan keluarga pasien soni alexsandra " tanya suster menghampiri safa dan bela yang tengah duduk diruang tunggu.
" iya suster, saya istri dan ini anaknya " jawab safa menunjuk bela.
" begini bu, saya dokter yang menangani suami ibu, ingin meminta persetujuan untuk tindakan operasi dibagian kepala bapak soni alexsandra " sahut dokter menjelaskan keadaan soni.
" iya dok, lakukan yang terbaik untuk suami saya " jawab safa dengan ekting berpura-pura sedih.
" kalo begitu ibu mohon segera tanda tangan surat ini " suster memberikan surat persetujuan operasi yang akan dilakukan soni.
" iya " safa pun mendatangani surat yang diberikan oleh suster.
" terima kasih bu, kami akan segera mempersiapkan operasi bapak soni alexsandra sekarang juga " suster dan dokter pun pergi meninggalkan safa dan bela.
" mah ini gimana mah, papah sedang sakit dan gak bisa diandalkan, untuk membicarakan pertunangan aku dan kak rasya mah " rengek bela sedih.
Tapi bukan karna kondisi soni yang tengah terbaring lemah diruang operasi.
karna ia sedih bila tidak bisa bertunangan dengan rasya.
" kamu gak usah khawatir sayang, semua ini tuch sudah mamah rencanakan, kamu tinggal mengikuti perintah mamah saja sayang " ucap safa tersenyum senang.
" tante, bela gimana keadaan om soni " tanya rasya yang datang berlari menghampiri safa dan bela.
Karna rasya yang mendapatkan kabar kalo soni papahnya nania kecelakaan, saat akan menemuinya, langsung pergi kerumah sakit.
" om sedang ditangani dokter sya, ia akan dioperasi sebentar lagi " sahut safa dengan raut wajah sedih.
" tante dan bela yang sabar ya, kita doakan sama-sama, semoga operasi yang dijalankan om soni berjalan lancar " rasya menenangkan safa dan bela yang tengah bersedih.
" iya "
" aamiin " jawab safa dan bela berbarengan.
" oh iya rasya, tadikan suami tante mau bertemu denganmu sya, tapi tidak jadi karna suami tante kecelakaan" ujar safa sambil berurai air mata.
" iya tante, emangnya kalo rasya boleh tau ada hal apa yang akan om ceritakan kepada rasya" tanys rasya penasaran.
" sebenernya om dan tante sudah sepakat, tadi mau bertemu denganmu, dan bilang kepadamu, kalo rencana pertunanganmu dengan nania jangan dibatalkan, karna bela siap menjadi pengganti nania " ujar safa lagi.
" apaaaaa "
Rasya yang mendengarkan ucapan dari safa, merasa kaget dengan pernyataan kalo pertunanganya akan diteruskan, dan diganti oleh bela sebagai mempelai wanitanya.
" iya sya, bela juga gak merasa keberatan koq, karna kata suami tante kalo dibatalkan pertunangan ini, ia akan malu kepada rekan-rekan bisnisnya."
" terus ditambah semuanya juga sudah dipersiapkan, jadi tante mohon sama kamu untuk mau melanjutkan pertunangan ini, " jelas safa merayu rasya untuk mau bertunangan dengan putrinya.
" ta...ta..pi, rasya tidak mencintai bela tante, rasya hanya mencintai satu gadis yaitu nania " jawab rasya gugup dan tak sanggup bertunangan dengan wanita yang tidak ia cintai.
Bela yang mendengarkan ucapan rasya barusan merasa sedih, dan ia tidak terima kalo rasya menolak bertunangan dengannya.
" ingat rasya yang malu bukan cuman keluargaku saja, tapi keluargamu juga karna pesta pertunangan ini sudah disebarkan, pikirkanlah baik-baik " ucap safa menekan rasya agar mau bertunangan dengan putrinya.
Safa akan melakukan segala cara agar keinginannya dapat terlaksana.