Mungkin Saja Nanti Malam Hantu Itu Datang
DIAH membuka daun pintu. Ray dan Fian berdiri di luar. Mereka berdua tersenyum pada Diah. Lalu menanyakan kabar Diah, Adit, dan bayinya. Diah menanggapi pertanyaan kedua anak muda itu dengan ramah dan antusias. Lalu memersilakan mereka untuk masuk. Diah hendak pergi ke ruang belakang untuk mengambil air minum. Namun Ray dengan cepat melarang. Di rumah Diah sepi. Suaminya sudah bekerja lagi di pabrik lain yang menerima karyawan baru. Adit bermain ke rumah saudaranya. Di rumah sebelah dimana biasanya Mang Ikin tinggal, tampak sepi. Pintu depannya pun tertutup rapat. Tak ada tanda-tanda ada orang di dalam. Lantaran bila ada biasanya terdengar riuh suara yang tengah berbincang. Bahkan nyaris hingga tengah malam.
“Sudah tiga malam Mang Ikin tidak ad