Kamar Mandi Sebelah
GERIMIS turun membasahi bumi semenjak beberapa menit lalu. Cika menghentikan angkutan kota yang tengah ditumpanginya. Lalu kedua kakinya yang bersepatu putih hak agak tinggi dan bawahnya sedikit runcing, turun dengan hati-hati. Tubuhnya pun menepi. Dihindarinya gerimis yang membasahi rambut dan tubuhnya dengan kedua tangan yang memegang erat kertas koran harian di atas kepalanya. Setengah berlari, ia menyeberang jalan setelah tak ada kendaraan yang melintasi di jalanan aspal yang semual ramai. Setelah sampai di ujung jalan yang menuju ke pondokannya, langkahnya kian dipercepat. Dengan posisi kedua tangan seperti semula. Di atas kepala. Sepi. Tak ada seorang manusia pun yang berpapasan. Terlebih hari sudah mulai gelap. Azan magrib pun sayup-sayup terdengar dari masjid